London Boulevard (2010/UK)


Snatch wannabe? not yet mate

Cerita tentang gangster di negara kelahiran John Lennon memang belum banyak, dan sekalinya ada pun hanya Guy Ritchie lah orang yang bisa membuat film dengan tema cerita gangster tersebut. Apalagi jika memakai konsep multi plot, multi karakter dan multi-multi lainnya, hanya Guy Ritchie lah orang yang tepat untuk hal tersebut. Lock, Stock & Two Smoking Barrells mungkin debutnya yang benar-benar berkualitas, maka Snatch mengukuhkan Guy Ritchie bahwa hanya dialah sutradara spesialis film tentang gangster di tanah Inggris. Tapi sebenarnya saya disini tidak akan menceritakan soal film-filmnya Guy Ritchie, karena kebetulan belakangan ini baru keluar film yang memakai konsep serupa dengan film Guy Ritchie, ada gangster dan berlokasi di Inggris tepatnya di London. Film tersebut berjudul London Boulevard karya sang sutradara William Monahan.

Ada Mitchel (Farrell) sang napi yang baru bebas dari penjara, mengapa Mitchel dipenjara? sebut saja Mitchel dulu adalah seorang “gangster”. Keluar dari penjara satu-satunya sahabat Mitchel adalah Billy (Chaplin), Billy pun menawari Mitchel pekerjaan untuk menjadi rentenir seperti dirinya, tapi sayang, Mitchel sudah tidak tertarik pada dunia “kekerasan” apalagi Mitchel tidak tahu bahwa Billy berada di bawah kekuasaan seorang gangster kejam bernama Gant (Winstone). Lupakan Billy dan bosnya sejenak, kita kembali ke Mitchel, kemanakah Mitchel mencari pekerjaan yang cocok untuk dirinya? ya, ada satu pekerjaan yang akhirnya cocok untuk Mitchel, yaitu menjadi bodyguard seorang artis cantik yang sedang banyak diburu paparazzi, artis tersebut bernama Charlotte (Knightley). Tidak usah menunggu waktu lama, Mitchel dan Charlotte akhirnya jatuh cinta. tapi mari kita beralih lagi ke masalah Mitchel lainnya, selain jatuh cinta pada Charlotte, Mitchel mempunyai seorang teman yang tidak lain sudah mati akibat ulah dua orang remaja begundal, maka Mitchel pun memburu dua begundal remaja tersebut demi membalas kematian temannya. Jika ini film Guy Ritchie, saya yakin, tiga plot diatas dapat dirangkai dengan sangat baik. Tapi sayang sang sutradara William Monahan yang memang dasarnya adalah seorang penulis naskah belum bisa memberikan sajian gangster dan London secara brutal sekaligus indah pada saya pribadi.

Monahan nampaknya lupa jika ingin memakai karakter yang banyak masalah sana-sini harusnya plot cerita disajikan dengan cepat dan instan. Kisah percintaan konyol Mitchel dan Charlotte nampak seperti buang-buang waktu saja bagi saya. Belum latar belakang Mitchel dan teman gelandangannya yang mati disiksa dua remaja begundal tidak jelas dipaparkan, at least agar saya tahu mengapa Mitchel bernafsu besar memburu dua remaja begundal tersebut. Tidak lupa penampilan Ray Winstone yang nampaknya ingin (atau memang) mengikuti kekejaman karakter Brick Top yang diperankan Alan Ford ketika bermain di Snatch nampak terlihat sangat jelas sekali.

Apa lagi yang kurang? multi plot, ada Mitchel dan pacarnya, Mitchel dan Gant serta Mitchel dan dua remaja begundal. Betul, benang merah antara satu dengan yang lainnya terlalu dipaksakan, apalagi masalah Mitchel, Billy dan Gant yang tiba-tiba menjadi masalah yang besar. Beruntung masih ada karakter-karakter yang sedikitnya memberikan humor ala british, sebut saja karakter Jordan yang diperankan David Thewlis dan Danny yang diperankan Stephen Graham, sayang porsi mereka tidak begitu besar disini. Nampaknya Monahan harus banyak belajar kepada empunya film gangster british Guy Ritchie, bagaimana tidak, banyak sekali kesamaan konsep di film ini, dari kekerasan yang instan hingga dendam sang karakter protagonis yang akhirnya terbalas (entah dibalas) dengan cara yang tidak terduga.

Jika ending film ini tidak seperti yang sudah saya lihat, saya pasti akan memberi film ini nilai yang lumayan jelek, tapi untung ending film ini cocok untuk tone gangster di tanah Inggris. Well, hanya satu nasehat, janganlah terlalu memasukan unsur romantisme yang berlebihan ke dalam satu film yang nyata-nyatanya ingin memakai tone gangster ala Guy Ritchie, percayalah, masih banyak yang lebih menarik selain wanita di dunia gangster, he-he. From zero to hero-kah William Monahan? saya rasa doi harus tetap stay sebagai penulis naskah saja, jangan terlalu memaksakan ingin sekaligus menyutradarai juga, atau setidaknya minta nasihat dulu kepada empunya film-film model seperti ini. Enough said, just enjoy the movie if you want.

RATING: 2.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s