Biutiful (2010/Spain)


Biutiful journey of Uxbal

Bukan salah eja, tapi memang nyatanya dieja seperti itu. Beautiful/Biutiful yang berarti indah atau cantik benar-benar diterjemahkan secara “gamblang” oleh sutradara yang pernah menyuguhkan Babel dan 21 Grams, Alejandro González Iñárritu. Kali ini Inarritu kembali dengan kisah drama tentang perjalanan hidup seorang pria dari hidup hingga matinya, dan seperti judulnya, memang perjalanan seseorang menuju kematian harus diakhiri dengan sangat indah dan cantik. Tak salah lagi, film ini dapat dua nominasinya di ajang Academy Awards kemarin, satu untuk film berbahasa asing terbaik dan satu lagi untuk aktor terbaik, siapa lagi kalau bukan Javier Bardem, pria yang memukau saya sebagai pembunuh berdarah dingin dalam karya Coen bersaudara No Country for Old Men beberapa tahun lalu.

Bercerita tentang seorang pria bernama Uxbal (Bardem) yang sedang dalam masa kritisnya. Uxbal menderita kanker dan kesehatannya semakin lama semakin menurun. Tapi Uxbal masih harus mengurus kedua anaknya yang masih kecil yaitu Ana (Bouchaib) dan Mateo (Estrella) sedangkan istrinya Marambra (Alvarez) sudah tidak bersamanya lagi dikarenakan perilaku kasarnya terhadap anak-anaknya. Selain itu, Uxbal masih harus mencari nafkah dengan cara memperkerjakan para imigran gelap di kotanya Barcelona. Dari semua aktivitas Uxbal, hanya satu aktivitas Uxbal yang paling aneh dan beda diantara yang lainnya, yaitu Uxbal bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal. Ya, dengan kemampuannya, Uxbal tahu rasanya jika seseorang yang sudah tiada masih menyimpan sesuatu atau masalah yang belum tuntas semasa hidup di dunianya.

Tinggal di bagian kota yang kumuh dan keras, Uxbal menjalani hari-hari akhirnya, apakah dia bisa meninggalkan kehidupan dan keluarganya dengan perasaan lega dan tenang, atau mungkin sebaliknya? Sebuah drama yang bisa membuat saya merinding ini berhasil disajikan dengan sangat sempurna oleh Inarritu. Selama dua jam lebih kita akan menyaksikan bagaimana Uxbal harus bertahan hidup demi menafkahi keluarga kecilnya yang makin lama makin menuju kehancuran karena perilaku istrinya yang tidak kunjung pulih, selama itu pula, Uxbal harus berusaha keras membantu para imigran gelap yang diantaranya adalah para orang Cina dan Afrika (Senegal) dan tidak sedikit diantaranya adalah sahabat Uxbal. Sebuah kisah hidup yang terlihat sangat runyam dan berantakan bukan jika dibandingkan dengan tema yang diangkat oleh Inarritu itu sendiri, Biutiful.

Biutiful memberikan pengalaman drama yang menyedihkan sekaligus membuat merinding tapi melegakan di akhir. Mungkin itu yang bisa saya simpulkan ketika menonton film ini tadi siang. Kematian itu pasti, bahkan Uxbal yang bisa melihat bagaimana rasanya kematian itu tahu bahwa lambat laun dia akan menuju tempat akhir itu, hanya saja, apakah caranya akan mudah atau justru malah sulit? Dibuka dengan opening scene yang ambigu, dimana nanti anda akan mengerti maksud opening scene tersebut di akhir, film ini memang layak dinominasikan untuk Oscar kemarin, walau tidak menang tidak masalah bagi saya. Tidak lupa, penampilan Javier Bardem sangat memukau disini, berperan menjadi seorang penderita kanker yang kesehatannya makin lama makin hancur karena pengaruh kemoterapi sekaligus menjadi seorang ayah yang berusaha menyatukan keluarganya dan menjadi sahabat terbaik bagi sahabat-sahabatnya, well, itu bukan tugas yang mudah, tapi percayalah, Javier Bardem memang pantas masuk nominasi Oscar untuk aktor terbaik, flawless!

Beberapa penampakan lumayan membuat bulu kuduk saya berdiri, dan jangan lupa perhatikan dengan seksama setiap refleksi Uxbal di film ini, dijamin akan membuat bulu kuduk anda berdiri lebih tegak lagi, ha-ha. Entah apa yang ada di pikiran Inarritu, tapi ternyata film dengan tema drama dan sedikit supernatural bisa menjadi sebuah tontonan yang menarik juga toh. Belum lagi pemandangan pinggiran kota Barcelona yang kumuh dan terlihat sangat “Indonesia” sekali membuat film ini terasa makin nyata saja. Well, apa lagi yang harus dibilang, sebuah spiritual journey kalau orang-orang bilang, dan kali ini giliran Inarritu yang menyajikan spiritual journey-nya dalam film Biutiful. Enjoy lads!

RATING: 3.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s