Henry’s Crime (2010/US)


Sometimes, love is a crime

Kapan terakhir kali saya melihat Keanu Reeves di film box office dengan budget besar? Mungkin ketika Keanu memerankan alien di film remake The Day the Earth Stood Still. Alien yang mempunyai ekspresi datar sama halnya seperti Keanu yang bisa dibilang tidak jauh dari ekspresi datar di setiap film yang dibintanginya. Tapi toh, saya tetap suka karakter-karakter yang dia perankan, mau sedatar apapun gaya Keanu bermain, saya tetap menanti filmnya.

Tidak ada film ambisius lagi selepas Keanu Reeves memerankan alien di film terakhirnya, sampai akhirnya saya menemukan film terbaru dia yang berjudul Henry’s Crime. Plot cerita yang kurang lebih menggambarkan seorang pria yang berusaha merampok bank, lalu apa bagusnya plot seperti itu selain ada Keanu Reeves di dalamnya? Itulah yang membuat saya tertarik menonton film yang disutradarai Malcolm Venville ini.

Henry (Keanu Reeves) dijebloskan ke penjara setelah divonis bersalah karena berusaha merampok sebuah bank, padahal yang merampok bank tersebut adalah teman Henry semasa sekolah yaitu Eddie (Fisher Stevens), Henry hanya pria polos yang salah waktu dan salah tempat ketika perampokan itu terjadi. Tanpa mengeluh dan tanpa protes, Henry menerima hukuman penjaranya seraya menyaksikan kekasihnya yang meninggalkan dirinya demi orang lain, well, life suck but it doesn’t matter for Henry.

Keluar dari penjara, Henry memulai hidup baru, tapi entah mengapa, Henry menatap bank yang pernah berusaha dirampoknya tanpa sadar, Henry pun berpikir untuk merampok sekali lagi bank yang pernah membuat dirinya berada di balik sel. Dengan bantuan teman semasa di tahanan, Max (James Caan), seorang penipu ulung, Henry mulai merencanakan perampokan yang kali ini benar-benar diniatkan. Dan seperti biasa, di tengah perjalanan, Henry bertemu dengan seorang wanita bernama Julie (Vera Farmiga) yang memberikan banyak perubahan dan perspektif baru dalam hidupnya.

Percaya atau tidak, plot cerita dalam Henry’s Crime bisa dibilang original dan fresh from the oven. Seorang pria yang mencoba merampok bank yang sama untuk kedua kalinya dan ditengah itu si pria bertemu dengan seorang wanita yang memberinya perspektif baru untuk melakoni sebuah peran dalam panggung teater. Ya, puitis sudah pasti, romantis tidak terlalu, tapi anarkis juga tidak, padahal ceritanya melibatkan suatu kejahatan perampokan.

Film ini disajikan dengan gaya yang sangat indie, minim dengan scoring yang ada disana-sini, dan setting lokasinya pun terbilang sederhana dan sepi. Ya, Keanu Reeves sekali lagi menampilkan gaya aktingnya yang datar tapi penuh makna dan memang pas untuk seorang karakter Henry yang tidak punya tujuan hidup lagi selain merampok bank yang telah membuat dirinya dipenjara tanpa alasan.

Ceritanya mengalir dari awal hingga akhir, chemistry antara Keanu Reeves dan Vera Farmiga benar-benar terjaga dan tidak berlebihan. Sedikit humor ringan dari James Caan pun melengkapi kisah kriminal Henry yang berakhir dengan sangat tidak terduga. Clue-nya sederhana saja, semua orang pasti tahu, dan pasti anda akan menyebut hal tersebut klise. Tapi mau bagaimana lagi, tidak bisa dipungkiri, kekuatan cinta memang lebih besar dari apapun. Ya, Henry’s Crime is decent movie about crime, passion and love! Go watch for yourself guys!

RATE: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s