Catfish (2010/US) (Maybe Spoiler Alert!)


Are you fake?

Facebook, siapa yang tidak kenal social media termutakhir abad ini, dijamin semua orang tahu yang namanya Facebook. Situs buatan Mark Zuckerberg ini memang menyimpan banyak cerita sedih, senang, miris, aneh, gila dan semuanya bisa kamu temukan di social media yang berhasil menggulingkan Friendster beberapa tahun yang lalu.

Bicara soal cerita, Yaniv Schulman yang biasa dipanggil Nev mempunyai satu cerita juga tentang dirinya dan social media raksasa tersebut. Cerita Nev difilmkan oleh saudaranya Rel (Ariel Schulman) dan temannya Joost (Henry Joost) dalam rangka mendokumentasikan cerita persahabatan Nev dengan seorang gadis cilik bernama Abby lewat akun Facebook-nya.

Apa yang spesial dari cerita Nev dan Abby sehingga dibuat film dokumenter oleh kedua kerabatnya yang paling dekat? Ternyata Nev yang seorang fotografer pernah menjadi inspirasi bagi Abby, salah satu jepretan Nev dikonversikan kedalam bentuk lukisan oleh Abby, tentu saja Nev senang karena Abby bisa bertambah kreatif dan makin pandai melukis, sejak itulah hubungan mereka erat padahal hanya via Facebook saja tanpa pernah bertatap langsung.

Tidak lama, berkat Facebook juga, Nev berteman dengan orang tua Abby, mulai dari Angela sang ibu dan Vince sang ayah hingga Megan saudara paling tua Abby. Lucunya, hubungan Nev dengan Megan makin “intim” saja via Facebook. Senang? Sudah pasti, maka tanpa tunggu waktu lama Nev dan kedua kerabatnya berencana bertemu dengan Megan yang telah membuat Nev “orgasme” via jejaring sosial dalam waktu kurang lebih sembilan bulan. Tapi makin dekat Nev dan Megan untuk melakukan “kopi darat” makin banyak cerita lain tentang diri Megan yang terkuak lewat dunia maya.

Saya tidak akan bicara panjang lebar tentang film dokumenter yang berjudul Catfish ini. Arti dari judul filmnya pun hanya bisa saya artikan sebagai ikan lele, tapi film ini justru makin menarik kalau anda tidak tahu apapun soal film dokumenter yang secara garis besar menggambarkan persahabatan dua insan manusia lewat situs jejaring sosial, karena dapat dikatakan, disitulah letak istimewanya film ini.

Secara tidak langsung, Catfish menggambarkan secara “gamblang” dunia yang orang bilang sudah tanpa batas lagi alias borderless. Dunia maya menjadi senjata paling ampuh untuk mendapatkan informasi, menyerap informasi, bahkan menyabotase informasi. Tidak ada yang pernah tahu bagaimana cara mengetahui sesuatu itu benar-benar “asli” di dunia maya kecuali dengan cara-cara tertentu, dan hal tersebutlah yang ingin disampaikan oleh film yang menggunakan teknik dokumenter murni tapi tetap seru dan makin penasaran untuk disimak sampai akhir.

Entah film ini benar-benar asli dokumenter atau hanya sebuah mockumentary saya tidak bisa jamin. Tapi saya percaya 70% lebih pada keaslian film yang dari judulnya saja orang sudah berpikir kalau film ini adalah film thriller padahal bukan, he-he. Pencarian Nev terhadap sosok Abby dan keluarganya di dunia nyata akan membuat anda berpikir lebih bijak dalam menggunakan jasa internet khususnya social media dengan lebih bijak.

Ya, diluar kontroversi asli atau tidaknya film dokumenter ini (tapi saya tetap menganggap film ini “pure” dokumenter yang di touch-up sana-sini) Catfish memberikan pelajaran moral yang sangat berharga bagi kita generasi yang hidup di jaman serba modern, serba cepat dan serba instan. Overall, selain ceritanya yang seru untuk diikuti sampai akhir, saya kagum dengan teknik pengambilan gambar dan editingnya yang benar-benar selaras dengan tema yang diusung film ini, yaitu dunia digital.

Dari opening logo Universal yang dibuat seolah-olah seperti seseorang yang sedang browsing menggunakan Google Maps dan gambar-gambar close-up extreme ke layar monitor laptop bahkan PC hingga pixel-pixel-nya terlihat jelas membuat film ini menyuguhkan pemandangan “dokumenter” yang tidak biasa, ekstrim tapi tetap sedap dipandang mata.

Akhir kata, Catfish benar-benar wajib ditonton bagi anda yang merasa “addict” dengan yang namanya social media. Bagaikan sebuah tamparan telak di pipi, Catfish mengajak saya, anda dan kita semua untuk bertanya tentang satu hal yang paling penting dalam berteman via dunia maya. How well do you know your Facebook friends? Silakan jawab sendiri dengan menonton film ini, enjoy!

Rating: 4.5/5

NB: Tahukah anda, Henry Joost dan Ariel Schulman menjadi co-directors di salah satu film mockumentary yang banyak meraup untung setelah Catfish mendapat banyak perhatian di pemutaran perdananya di festival-festival film. Film mockumentary yang dimaksud adalah Paranormal Activity 3. So, Catfish nyata atau bohong? You decide guys!

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s