30 Minutes or Less (2011/US)


You’re 4 minutes fuckin late Nick!

Butuh sebuah film komedi akhir-akhir ini, maka tak ayal saya memilih film terbaru “Mark Zuckerberg” versi film alias Jesse Eisenberg. Film terbaru Jesse Eisenberg yang berjudul 30 Minutes or Less lumayan menarik perhatian saya karena premisnya yang sebenarnya saya tidak tahu sama sekali, hanya tertarik gara-gara melihat posternya yang diisi oleh empat pemeran utamanya yaitu Jesse Eisenberg, Azis Ansari, Danny McBride dan Nick Swardson.

30 Minutes or Less adalah motto dari restoran pizza tempat Nick bekerja. Ya, Nick bekerja sebagai pengantar pizza yang mempunyai patokan waktu dalam 30 menit pizza tersebut sampai di tangan konsumen. Dilain pihak ada Dwayne dan Travis, sepasang sahabat yang sebenarnya agak “idiot”. Dwayne berencana membunuh ayahnya sendiri yang super kejam agar warisan ayahnya bisa ia miliki, maka Dwayne membutuhkan seorang pembunuh bayaran yang meminta bayaran yang cukup tinggi.

Merasa belum mempunyai uang untuk membayar sang pembunuh bayaran, Dwayne berencana merampok bank tapi dengan cara memaksa orang lain merampok bank untuk dirinya. Ya, bisa anda tebak, orang tak beruntung tersebut adalah Nick yang dipakaikan rompi penuh C4 yang siap meledak jika Nick tak merampok bank untuk Dwayne.

Jujur, pada awalnya film ini terlalu bertele-tele (apalagi 15 menit pertama), penuh dengan cerita kehidupan kedua belah pihak yang pada akhirnya nanti saling berkaitan. Belum lagi film grapan Ruben Fleischer yang dulu sempat bekerja sama dengan pemeran Nick dalam Zombieland dipenuhi dengan lelucon kasar dan brutal ala Amerika. Azis Ansari yang menjadi sidekick Jesse di film ini justru yang terlihat tidak sreg di mata saya. Ya, duet Jesse dan Azis jujur kurang menarik di mata saya, malah saya lebih tertarik dengan peran gila (yang memang sudah biasa) Danny McBride dan partner mellownya Nick Swardson.

Untung saja tidak sepanjang film ini berjalan lelucon mereka pasaran, ada beberapa lelucon yang bisa membuat saya tertawa sesaat, tapi setelah itu plotnya berjalan dengan standar saja seperti kebanyakan film lainnya, nothing interesting anymore. Karakter lain di film ini pun terasa mati begitu saja, karakter pembunuh bayaran yang diperankan Michael Pena pun nampak terlihat useless, dan karakter The Major, ayah dari Dwayne yang diperankan Fred Ward seharusnya lebih banyak mengisi film “heist” konyol ini.

Akhir kata, tidak ada yang bisa diperdebatkan lagi soal film ini, bahkan karakter yang diperankan Jesse Eisenberg pun saya tidak pernah ingat namanya sampai akhirnya saya menulis review ini dan menengok IMDB sejenak. Well, film perampokan yang fun, instan dan mudah dilupakan tentunya, nothing special, just enjoy the heist and the bad jokes during this movie rolling.

Rating: 2.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s