Fish Story (2009/Japan) (Super Spoiler Alert!)


Since the beginning, punk is never dies!

Sejak kapan yang namanya musik bisa menyelamatkan dunia dari bongkahan komet berukuran besar yang akan menghantam bumi? Ya, semua itu dijawab langsung oleh sebuah film Jepang yang berjudul Fish Story. Judulnya saja tidak ada indikasi bahwa film ini akan menceritakan tentang cerita beberapa orang yang akan akan menghadapi akhir dari kehidupan di hadapan sebuah komet besar yang akan menghantam bumi.

Alkisah tahun 2012 ketika semua orang sudah menyelamatkan diri lari ke Gunung Fuji untuk menghindari bongkahan komet yang dalam hitungan jam akan menabrak bumi, ada sebuah toko CD yang buka seperti biasa, dan pemilik dari toko tersebut meyakini bahwa dengan mendengarkan sebuah lagu dari grup band lawas beraliran punk rock di tahun 1975, bumi bisa diselamatkan oleh lagu mereka yang berjudul Fish Story, kenapa itu bisa terjadi?

Jika anda belum menonton film ini, saya sarankan jangan melanjutkan membaca review ini, STOP sampai DISINI! Karena jika anda niat melanjutkan terus sampai review ini beres dan menonton film arahan Yoshihiro Nakamura yang rilis tahun 2009 silam, saya jamin anda akan berpikir bahwa film ini hanya membuang-buang waktu anda.

Ya, Fish Story adalah sebuah film yang sebenarnya anda tidak usah tahu apa sinopsis film ini, anda cukup tahu bahwa film ini bercerita tentang lagu punk rock yang menyelamatkan dunia dari kehancuran. Terdengar bodoh dan super mengkhayal ala orang Jepang seperti biasa? Tidak juga, ternyata setelah saya menonton film yang berdurasi hampir dua jam ini, waktu saya tidak terbuang sia-sia.

Alkisah sebuah band punk rock yang digawangi empat personilnya sedang membuat rekaman terakhir mereka. Lagu baru diciptakan sang bassis yang baru saja mendapat ide untuk lirik lagu terbarunya yang ia dapatkan dari novel sang manajer. Sayangnya, novel yang hampir sebagian sajaknya dikutip untuk dijadikan sebuah lirik adalah novel yang salah translate, tapi mereka tidak tahu bahwa lagu yang diinspirasi dari novel salah translate tersebut ternyata berpengaruh besar selama lebih dari tiga dekade.

Ya, mungkin dalam waktu 20 menit pertama anda bakal bosan melihat film yang tiba-tiba alurnya melambat dan maju mundur tidak beraturan, tapi justru disitulah letak istimewa film yang hampir sebagian pemerannya tidak pernah disebutkan namanya sama sekali (kecuali para member band punk rock legendaris tersebut). Dengan medium musik, film ini mampu memberikan pesan moral layaknya film Babel, Crash ataupun Incendies.

Terlalu naif membandingkan film ini dengan tiga film diatas memang, tapi percayalah, idenya hampir sama tapi diolah dengan sangat baik sehingga menghasilkan suatu cerita yang terlihat konyol tapi bermakna di akhir. Apalagi dari segi musik “Fish Story” yang selalu berkumandang di setiap kejadian yang berbeda latar belakang dan setting waktunya, anda pasti akan berpikir secara tidak langsung, musik memang punya andil besar dalam mengubah hidup seseorang bahkan kehidupan umat manusia.

So, what the hell is Fish Story? Sorry, I can’t tell you that, you better watch this movie, I guarantee this movie it’s worth your time. Bravo Yoshihiro Nakamura, you did a great job! Indeed, music can be our saviour! Don’t waste your time guys! Fuckin watch this movie!

Rating: 4/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s