Person of Interest (2011-Present/TV Series/US)


Why so serious?

Kalau anda kangen dengan film Batman arahan Christopher Nolan, saya sarankan anda menonton serial terbaru yang baru saja saya tonton beberapa episodenya tapi langsung bisa membuat saya terkesan. Kenapa saya bilang anda harus menonton serial berjudul Person of Interest ini kalau anda suka film Batman modern ala Nolan? Mudah saja, film serial keluaran channel CBS yang sukses dengan serial How I Met Your Mother ini adalah buah pemikiran dari Jonathan Nolan, saudara Christopher Nolan, jenius dibalik film-film sci-fi, action dan drama modern saat ini.

Ya, secara tidak langsung saya seperti menonton sebuah film Batman yang diadaptasi lagi menjadi sebuah serial yang lebih modern dan lebih seru tiap episodenya, percayalah, saya baru menonton tiga episodenya, tapi saya langsung jatuh cinta pada serial yang pertama kali merilis episode perdananya pada tanggal 22 September 2011 ini.

Fresh from the oven, plot cerita bisa dibilang paling original dari serial-serial yang sudah ada. Person of Interest menceritakan seorang pria jenius bernama Finch (Michael Emerson) yang telah menciptakan sebuah alat yang bisa mengetahui jika suatu tindakan kejahatan akan terjadi. Alat tersebut Finch ciptakan pasca tragedi 9/11 dimana tujuan awal dari alatnya adalah untuk mencari tahu tindakan-tindakan terorisme terselubung yang mungkin saja sedang direncanakan oleh orang-orang tertentu.

Tapi sayangnya alat ini terus merekam semua tindakan yang bukan saja berpotensi menjadi suatu tindakan terorisme yang membahayakan keamanan nasional, tapi juga tindakan kriminal lainnya seperti perampokan, pembunuhan, penculikan dan masih banyak lagi. Merasa tidak sanggup mencegah semua hal itu terjadi karena keterbatasannya, Finch menyewa Reese (Jim Caviezel) seorang mantan agen CIA yang telah dinyatakan tewas. Ya, Finch menjelma menjadi “otak” dari tindakan vigilante yang semuanya dilakukan oleh “otot” Reese.

Bayangkan Finch itu Alfred dan Reese itu Bruce Wayne alias Batman. Hanya saja di serial ini, Finch yang menjadi penggeraknya, bukan Reese. Keduanya sama-sama mempunyai masa lalu pahit, kehilangan seseorang. Ah, memori dan kenangan memang keahlian dari keluarga Nolan dalam membuat suatu cerita bukan? Belum lagi serial ini didukung oleh J.J. Abrams, orang yang selalu ada dibalik serial-serial sukses seperti Fringe dan Lost.

Dijamin ketika anda melihat Jim Caviezel yang memerankan Reese anda seperti melihat sosok Christian Bale yang lebih bersahabat tapi tidak kalah garang. Lucu memang, tapi harus diakui kemiripan tersebut membuat saya malah makin penasaran dengan serial baru ini. Porsi drama dan actionnya benar-benar seimbang, bahkan actionnya sendiri terbilang lumayan bagus untuk sebuah serial TV, mengingatkan pada aksi Kiefer Sutherland di serial 24.

Plotnya yang dari awal masih belum begitu jelas lama-lama terus memberikan pencerahan pada saya yang masih bingung dengan karakter Finch yang misterius. Satu lagi ciri khas keluarga Nolan, plot maju mundur, dimana plot flashback lebih menitikberatkan pada kenangan tiap karakternya, kenangan pahit yang menjadi pemicu tindakan yang mereka lakukan saat ini.

Baru saja tiga episode, tapi saya yakin serial ini akan mempunyai masa depan cerah jika terus digarap dengan baik dan serius oleh Jonathan Nolan. Bagaimanapun, ceritanya saya suka, jajaran castnya saya suka dan “aura” Batman-nya yang membuat saya makin suka pada serial yang sampai detik ini baru berjalan sampai episode delapan. Tunggu apalagi, kalau anda suka atau cinta berat dengan film-film arahan Christopher Nolan, anda harus melirik serial arahan saudaranya yang tidak kalah seru dan menegangkan. Well, must see series this year!

Rating: 4/5

3 thoughts on “Person of Interest (2011-Present/TV Series/US)

  1. Reblogged this on zerosumo and commented:

    Sekarang season satu Person of Interest (POI) telah selesai, dan setelah saya menonton sampai episode finale, hanya dua kata kesimpulannya, FUCKING AWESOME! Ya, mungkin anda menganggap saya terlalu berlebihan, tapi percayalah, bagi kita yang familiar dengan kisah Batman modern yang dibuat ulang oleh Christopher Nolan, di serial ini pula kita bisa merasakan aura “Batman”-nya, dimana Reese mempunyai banyak musuh dan satu (potensial) musuh utama yang saya yakini adalah Elias, bagaikan musuh abadi Batman, Joker. Kemudian kita akan bertemu Root, tandem seimbang untuk Finch (brain versus brain), and so on. Tapi selama 23 episode, serial ini terus berkembang, bukan saja aura Batman, aura spionase modern ala The Bourne Trilogy, peralatan yang canggih ala James Bond, intrik di dalam tubuh kepolisian korup ala The Departed dan jangan lupa alat yang bisa mendeteksi kejahatan sebelum terjadi ala Minority Report. well, Kiefer Sutherland sendiri pernah berkata bahwa “POI will gonna be the next 24!” Dia tidak salah, tahun 2011 kemarin di postingan ini saya mengatakakan bahwa dari tiga episodenya saja saya sudah terkesan, maka kemarin, ketika saya menutup serial ini dengan episode finale yang terlalu EPIK, JENIUS dan penuh TWIST, maka pendapat saya tidak akan berubah, POI IS A MUST-SEE SERIES! YOU’LL FUCKING REGRET IF EVER MISSED TO WATCH THIS SERIES! PERIOD!

    Like

  2. Pingback: Escape Plan (2013/US) | zerosumo

  3. Pingback: Transcendence (2014/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s