Terri (2011/US)


You and I have something in common

We’ve all been there. Tagline dari film berjudul Terri yang baru saya tonton memang benar adanya, kita pasti pernah melewati masa-masa “sulit” seperti Terri, bocah berbadan besar yang baru saja menginjak umur 15 tahun dan sudah mengalami kehidupan yang bisa dikatakan berbeda dari anak seumurannya. Film ini termasuk salah satu film favorit Roger Ebert di tahun 2011, well, tidak ada salahnya, karena film yang dibalut dengan nuansa sangat indie oleh sang sutradara Azazel Jacobs ternyata berhasil mencuri perhatian saya juga.

Terri (Jacob Wysocki) adalah seorang anak berusia 15 tahun yang mengalami kehidupan lumayan menarik (entah aneh), dirinya jadi gemar memakai piyama ke sekolah dan senang menyaksikan tikus mati karena perangkap tikus. Kebiasaannya yang terbilang “unik” ini menarik perhatian sang kepala sekolah, Fitzgerald (John C. Reilly), yang ingin membantu Terri melewati masa-masa sulitnya. Disaat itu juga Terri bertemu dengan Chad (Bridger Zadina), teman sekolahnya yang tidak kalah aneh dengan dirinya, dan Heather (Olivia Crocicchia), karakter “love-interest” Terri secara tidak langsung.

Tidak ada klimaks dalam film drama sederhana ini, justru film ini adalah film yang menurut saya bertemakan “slice of life”, potongan kehidupan dari seorang karakter utamanya yang memang tidak istimewa tapi menarik untuk disimak. Figur Terri yang sering di-bully di sekolahnya seakan memberikan flashback tersendiri bagi saya, yes, we’ve all been there, tidak ada seorang anak pun yang beranjak dewasa tanpa melalui masa-masa sulit seperti Terri bagaimanapun itu bentuknya.

Azazel Jacobs menyampaikan hal tersebut dalam bentuk visual yang ringan, santai dan kadang lucu. Beruntung karakter Fitzgerald yang diperankan (seperti biasa) sangat apik oleh John C. Reilly bisa memberikan warna tersendiri dalam film yang sebagian besar ceritanya menceritakan hidup Terri yang susah ditebak tapi mudah dipahami.

Pujian khusus datang untuk Jacob Wysocki yang memerankan seorang Terri dengan sangat meyakinkan. Gerak-gerik Terri yang bisa dibilang sedikit konyol lumayan bisa membuat saya tersenyum kecil sepanjang film ini berjalan. Tidak lupa kepolosan Terri yang mengingatkan saya bahwa dulu pun saya seperti itu, berani melakukan sesuatu yang dilarang, tapi pada akhirnya saya tidak bisa berbuat apa-apa, diam dan menyaksikan semuanya berlalu.

Bagi beberapa orang mungkin film ini akan terlihat sedikit boring dan monoton, tapi film ini justru membuat saya betah di depan layar monitor selama lebih dari 90 menit tanpa adegan aksi spektakuler apapun. Aneh memang, seaneh film ini, tapi at least Terri adalah salah satu film drama kehidupan yang menceritakan sisi lain dari seorang anak yang sering di-bully. Well, enough said, Terri is a decent drama movie but it’s heartwarming. Well, enjoy the movie guys!

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s