The Darkest Hour 3D (2011/US)


Alexander Tramp needs some action now!

Sebenarnya saya menonton film ini karena tidak ada pilihan lain di bioskop, lagipula film yang berjudul The Darkest Hour ini mempercayakan Timur Bekmambetov yang sukses memukau saya lewat Wanted sebagai produsernya, belum lagi settingnya di Moskow Rusia dan ada Emile Hirsch didalamnya, well apa salahnya? Ternyata lumayan salah saya juga, film yang mengisahkan invasi alien ke bumi ini menyimpan banyak “kekosongan” didalamnya.

Sean (Emile Hirsch) dan Ben (Max Minghella) adalah dua orang entrepeneur muda yang sedang jalan-jalan ke Moskow sekalian menuntaskan kerja sama bisnis dengan perusahaan social media di Moskow. Tapi karena satu hal (yang terbilang konyol menurut saya) Sean dan Ben tidak jadi berbisnis dengan perusahaan social media tersebut.

Pusing karena pekerjaan, Sean dan Ben beristirahat di sebuah diskotik ternama di Moskow. Disana pula Sean dan Ben bertemu dua orang wanita asal Amerika yang sama-sama sedang berlibur di Moskow yaitu Natalie (Olivia Thirlby) dan Anne (Rachael Taylor). Tapi belum lama mereka berkenalan, tiba-tiba listrik seluruh kota Moskow mati total dan muncul sinar aneh dari langit yang turun ke bumi berjumlah jutaan. Tanpa tunggu lama lagi, sinar berwarna keemasan tersebut ternyata membawa malapetaka bagi umat manusia. Ya, kini Sean dkk harus berjuang untuk bertahan hidup dari serangan alien tanpa wujud yang membuat seluruh penjuru bumi tidak bisa memakai alat elektroniknya sama sekali.

Diserang alien, Moskow dan survival, sebenarnya tema tersebut cukup catchy bagi saya, tapi sayang pengembangan ceritanya terbilang kurang sekali, dimana sang sutradara Chris Gorak tidak bisa belajar dari produsernya, Timur Bekmambetov yang lebih pandai sekali menuangkan imajinasinya ke layar lebar. Film ini hampir keseluruhan ceritanya adalah cerita survival sekelompok pemuda Amerika di tanah Rusia yang pada akhirnya bisa ditebak oleh para penontonnya.

Tidak ada ketegangan yang begitu berarti dari kisah survival Sean dkk dari invasi alien yang wujudnya hanya ditampakan ketika akhir-akhir film. Ada yang mati konyol, ada penyelamat dan ada yang menjadi pahlawan, formula tersebut wajib diikuti oleh semua film yang mengetengahkan tema survival, entah itu diserbu alien, zombie ataupun wabah aneh yang tidak dapat dimengerti, tapi formula tersebut sayangnya tidak bisa diracik menjadi sebuah film yang menarik, alhasil selama kurang lebih 90 menit mata saya pegal karena kacamata 3D yang dipakai dan ceritanya yang datar.

Spesial efek dan efek 3D tidak usah dipertanyakan lagi, suasana kota Moskow yang kosong melompong pun ditampilkan dengan sangat sempurna di film ini. Tapi sayang kisah heroik Sean dkk terbilang sangat standar, tidak bisa membuat penontonnya ikut masuk kedalam ketegangan yang mereka alami.

Pada akhirnya, film ini pun ditutup dengan ending yang sangat standar, ending yang intinya bakal memberi harapan ini sebenarnya sudah tidak begitu berpengaruh kepada saya yang sudah pernah menonton film seperti ini, contohnya Vanishing on 7th Street! Ya, tidak usah membuang waktu dan uang anda (3D loh film ini!) kalau ingin menonton film invasi alien yang menegangkan, kita tunggu saja film alien lain yang lebih seru, at least cerita Cowboys & Aliens masih lebih enak ditonton daripada The Darkest Hour. So enjoy this alien-flick at your own risk!

Rating: 2/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s