Chronicle (2012/US)


Boys will be worse!

Sebenarnya, ada beberapa elemen yang membuat sebuah film yang belum ditonton sama sekali menjadi menarik dan membuat kita ingin menontonnya. Dalam hal ini saya memilih poster dan tagline selain sinopsis dan trailer tentunya. Chronicle adalah contoh dari film yang mengandalkan kedua elemen tersebut, berhasil membuat saya terpukau sejak kemunculan teaser trailer dan posternya yang sangat “indie” sekali.

Poster Chronicle yang buram dan memperlihatkan tiga manusia yang sedang melayang di angkasa tanpa credit yang jelas film ini dibuat oleh siapa? Yang bermain siapa? Cukup dengan tagline “boys will be boys” sudah membuat saya langsung jatuh hati kepada film bergaya mockumentary terbaru yang disutradarai oleh Josh Trank ini. Tidak pernah tahu siapa Josh Trank, tapi ketika saya baru saja menonton film yang mengisahkan tiga remaja yang mempunyai kekuatan super ini, film ini sesuai dengan ekspektasi saya.

Andrew (Dane DeHaan), Matt (Alex Russell) dan Steve (Michael B. Jordan) adalah tiga remaja di SMA yang tanpa sengaja menemukan sebuah batu kristal aneh dibawah tanah. Penemuan batu kristal itu terus direkam oleh kamera amatir milik Andrew hingga sesuatu yang aneh terjadi dan kamera pun mati. Tidak berapa lama kemudian, kamera kembali menyala, Andrew, Matt dan Steve sedang berlatih melempar bola, tapi uniknya, bola tersebut bisa dibelokan sesuka hati dan kadang bisa diberhentikan hanya dengan tatapan mata. Tidak tunggu waktu lama bukan, mereka bertiga telah menemukan kekuatan super yang mirip karakter Sylar di serial Heroes, telekinetik yang super kuat.

Dari awal trailernya saya tahu bahwa Andrew adalah karakter antagonis di film ini, tapi trailer yang katanya terlalu banyak mengandung spoiler tersebut tidak terlalu masalah bagi saya. Karena di awal film, Andrew memang menjadi sorotan utama diantara kedua temannya, terlihat dari kehidupan Andrew di rumahnya, berantakan, ibunya sakit parah, ayahnya mabuk-mabukan dan gemar menyiksa Andrew. Dari situlah karakter “penuh kebencian” Andrew tumbuh perlahan-lahan, apalagi ketika dia baru menemukan kekuatan baru yang tidak diduganya.

Saya sangat suka gaya dokumenter di film ini, dibuat “sesempurna” mungkin. Kamera selalu dipegang oleh Andrew, Matt atau Steve. Hari demi hari mereka melatih kekuatan barunya untuk melakukan tindakan konyol, mirip seperti acara televisi yang suka mengusili orang-orang, dengan lelucon-lelucon yang lebay dan khas ABG saat ini. Tapi lama-lama, makin tersiksanya Andrew oleh ayahnya, disitu pula kita para penonton akan dikenalkan dengan “Magneto” modern, dimana rasa benci bisa tumbuh menjadi kekuatan yang mematikan.

Josh Trank dan script writer Max Landis berhasil menyuguhkan rentetan kejadian para remaja yang baru menemukan sesuatu yang “baru”, dibalik kepolosan dan ketakutan mereka akan kekuatan barunya, tagline “boys will be boys” memang benar adanya. Bagaimanapun juga Andrew tidak akan bisa menjadi seperti seorang Magneto, dan Matt tidak mungkin bisa menjadi seorang Charles Xavier. Josh Trank menyuguhkan pendekatan paling logis, what if! Apa yang terjadi jika para remaja yang masih mencari jati diri tiba-tiba menemukan kekuatan super? Tidak akan ada yang berpikir untuk menyelamatkan dunia seperti yang Peter Parker lakukan, because eventually, boys will be boys.

Konsep film ini mungkin pasaran, apalagi setelah film Paranormal Activity membuat konsep mockumentary menjadi bahan tertawaan. Beruntung Josh Trank menghadirkan pendekatan baru dalam genre mockumentary, walau tidak sepenuhnya direkam kamera, adegan klimaks dimana pertarungan Andrew dan Matt yang hampir meluluh-lantahkan kota Seattle itu direkam dengan sangat apik, entah itu dari kamera genggam, kamera handphone, kamera mobil polisi, kamera CCTV, kamera helikopter dan semua kamera yang berada ketika kejadian “chaos” tersebut terjadi. Alhasil 20 menit terakhir film ini murni menghadirkan ketegangan yang seru sampai saya tidak bisa melepaskan pandangan dari layar bioskop sedetik pun.

Well, bagi anda yang mencari tontonan seru, kocak, konyol sekaligus menegangkan. Tanpa pikir panjang lagi, saya merekomendasikan Chronicle, tanpa tetek bengek apapun, Chronicle untuk saat ini, di tahun 2012, bagi saya adalah film mockumentary terkeren yang saya tonton. Tunggu apalagi, go get ‘em boys!

Rating: 4/5

2 thoughts on “Chronicle (2012/US)

  1. Pingback: Josh Trank Akan Menjadi Sutradara Film Spin-Off Star Wars | zerosumo

  2. Pingback: Project Almanac (2014/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s