Tinker Tailor Soldier Spy (2011/UK)


Who’s the rat?

Tinker Tailor Soldier Spy, kecuali “spy”, tiga profesi lainnya adalah kata sandi yang digunakan Control (John Hurt), atasan paling tinggi di The Circus (atau MI6) untuk melacak keberadaan mata-mata di dalam tubuh The Circus sendiri. Waktu itu adalah masanya perang dingin dimana Inggris, Amerika dan Rusia sedang dalam perseteruan terselubung. Tapi tugas terakhir seorang agen The Circus yaitu Jim (Mark Strong) mengalami kegagalan di Hungaria. Dari situ munculah teori Control, tinker, tailor, soldier, poor man dan beggarman, lima kata sandi untuk kelima agen senior di The Circus yang salah satunya dicurigai Control sebagai mata-mata Rusia.

Tidak lama setelah itu, Control meninggal, tampuk kekuasaan The Circus jatuh kepada Percy (Toby Jones/Tinker). Tapi tidak lama setelah itu juga datang informasi baru dari seorang agen yang dinyatakan telah membelot, yaitu Ricki (Tom Hardy), bahwa masih ada seorang mata-mata Rusia di dalam tubuh The Circus. Maka PM Inggris memerintahkan seorang agen yang sudah pensiun yaitu Smiley (Gary Oldman/Beggarman) untuk menyelidiki kembali kasus yang ditinggalkan oleh Control. Dengan bantuan Peter Guillam (Benedict Cumberbatch), Smiley mencari petunjuk siapakah mata-mata tersebut, apakah Percy, Bill (Colin Firth/Tailor), Toby (David Dencik/Poor Man) atau Bland (Ciarán Hinds/Soldier)?

Diadaptasi dari novel John le Carré dan mini series-nya yang rilis tahun 1979, Thomas Alfredson, sutradara dibalik kesuksesan Let the Right One In ini menghadirkan film panjang tentang intrik yang terjadi di dalam tubuh MI6 ketika perang dingin terjadi. Dimana loyalitas dan persahabatan harus diuji oleh para agen seniornya yang ternyata menyimpan banyak rahasia yang dijadikan sebuah aset untuk ditukar kepada negara non sekutu.

Film berdurasi 120 menit ini ditampilkan layaknya film mata-mata jadul yang super kelam. Masih dengan tone “dingin” ala Let the Right One In, Thomas Alfredson tetap menghadirkan ketegangan dalam sebuah cerita mata-mata yang notabene bergenre drama ini. Jauh dari hiruk pikuk kisah mata-mata elegan nan flamboyan James Bond, penampilan Gary Oldman yang apik dan total dalam memerankan Smiley memberikan nuansa lebih misterius yang membuat saya terpaku dan penasaran untuk terus mengikuti kisah penyelidikan konvensional minus gadget canggih ini.

Di awal film mungkin anda akan cepat bosan, karena plotnya masih diluar bayang-bayang, tapi lama-lama saya mulai menangkap apa maksud dari tindakan Smiley dalam mengungkap “tikus” di dalam tubuh The Circus, lengkap dengan motif dan pengalaman masa lalunya yang diceritakan dengan segmen flashback singkat. Ya, Tinker Tailor Soldier Spy memang bukan film untuk konsumsi umum belaka karena kompleksitas ceritanya dan kerumitan tiap karakternya yang banyak dan mempunyai cerita tersendiri.

Hal tersebut yang membuat saya harus berkonsentrasi penuh agar bisa menikmati film ini. Walau bukan film mata-mata terbaik versi saya, tapi Tinker Tailor Soldier Spy cukup memberikan pengalaman seru tentang film mata-mata di era perang dingin, dimana para karakternya hanya mengandalkan kejelian dan keakuratan informasi untuk menguak skandal siapa yang sebenarnya menjadi mata-mata.

Tidak salah Gary Oldman masuk nominasi Oscar untuk penampilan apiknya disini. Tindak tanduk Smiley terlihat sangat rapih, teliti dan hati-hati. Gesturenya menggambarkan semua, tanpa dialog yang panjang, Oldman berhasil menyuguhkan sebuah gambaran agen senior yang sempurna. Belum lagi didukung oleh jajaran aktor Inggris papan atas lainnya, masih ada John Hurt, Mark Strong, Colin Firth, Stephen Graham dan dua aktor yang sedang naik daun yaitu Benedict Cumberbatch dan Tom Hardy, Tinker Tailor Soldier Spy bakal menawarkan pengalaman baru dalam menonton sebuah film intelejen jauh dari era Jason Bourne.

Tinker Tailor Soldier Spy merupakan film yang wajib tonton jika anda penggemar film mata-mata serius yang mengandalkan kekuatan cerita dan dialog para karakternya. Ditambah dengan pengambilan gambar yang menggunakan angle-angle jauh yang lebar, Thomas Alfredson menurut saya sukses membuat film berbahasa Inggris pertamanya ini menjadi film drama intelejen yang berkelas. Well, must see movie if you want to know the “mother” of all spy movies, enjoy!

Rating: 3.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s