Tyrannosaur (2011/UK)


Life is peachy mate

Okay, untuk film yang satu ini, saya hanya bisa katakan dari awal, anda wajib menonton film yang berjudul Tyrannosaur! Biasanya konklusi saya dalam setiap review film selalu ada di akhir review, apakah film tersebut wajib ditonton, boleh ditonton atau terserah mau ditonton atau tidak. Tapi untuk film panjang debutan Paddy Considine yang berjudul Tyrannosaur, hanya satu kalimat sebelum saya memulai review singkat ini, film ini WAJIB tonton!

Mungkin anda ingat dengan kisah seorang pria tua pemarah yang diperankan Clint Eastwood dalam film Gran Torino, film yang bagus bukan? Nah, Tyrannosaur ini menyajikan film ala Gran Torino yang mempunyai konsep yang mirip tapi tiga kali lipat lebih dahsyat daripada Gran Torino. Paddy Considine, seorang aktor Inggris yang sudah malang melintang membintangi berbagai genre film dari film yang biasa-biasa saja sampai film blockbuster sekalipun berhasil membuat saya terpukau “gila” dengan film panjang debutannya ini, dia menulis dan menyutradarai film drama tentang lika liku kehidupan dua insan manusia di muka bumi ini dengan segala kerumitan dan masalah yang mereka hadapi, yang hasilnya adalah 90 menit drama brutal dan menyentuh yang memberi banyak pelajaran tentang hidup.

Joseph (Peter Mullan) adalah seorang pria tua yang hidup sebatang kara, sudah ditinggal mati istrinya selama lima tahun dan baru saja ditinggal anjing kesayangannya karena dia sendiri yang membunuh anjingnya. Ya, Joseph adalah pria penuh amarah, alkoholik dan tidak bisa ditebak, hanya Sam (Samuel Bottomley), seorang bocah yang menjadi tetangganya yang paham akan perilaku Joseph. Hingga suatu waktu Joseph bertemu dengan Hannah (Olivia Colman), seorang wanita baik, taat agama dan penuh dengan senyuman, berbanding terbalik dengan sifat Joseph yang luar biasa brutal di usianya yang sudah senja.

But like they says, nobody’s perfect. Dibalik keramahan Hannah, ia ternyata menyimpan rasa sakit yang sangat pedih di kehidupan rumah tangganya sendiri, rasa sakit yang mungkin bisa melebihi rasa sakit yang dialami oleh Joseph. Takdirlah yang mempertemukan Joseph dan Hannah, mereka sadar bahwa definisi “sempurna” hanyalah masalah sudut pandang. Mereka tahu bahwa semua orang mempunyai masalahnya masing-masing, dan pertemuan Joseph dengan Hannah menjadi titik balik dari kehidupan mereka yang selama ini dapat dikatakan menyedihkan.

Film drama yang berjudul Tyrannosaur ini baru saja memenangkan penghargaan BAFTA di kategori Outstanding Debut by a British Writer, Director or Producer. Bagaimana tidak, jalinan cerita dan gaya penyutradaraan Paddy Considine untuk film panjang pertamanya tanpa cela sama sekali, sempurna! Layaknya Following, film debutan Christopher Nolan, Tyrannosaur menyuguhkan unsur-unsur yang sama, landasan cerita yang kuat dan kekuatan akting yang sempurna dari setiap aktornya, ditambah lagi ini adalah film Inggris, bukannya subjektif, tapi saya selalu “lebih” suka dengan film keluaran negeri sang ratu tersebut. Maka tak aneh, untuk Tyrannosaur, saya harus acungkan semua jempol yang saya miliki, what a perfect achievement from Paddy Considine!

Padahal nuansa film ini sangat “indie” sekali. Sunyi, senyap, tapi bisa berubah cepat dipenuhi dengan ledakan amarah dan air mata yang bisa mengoyak-ngoyak perasaan para penontonnya. Peter Mullan yang memerankan Joseph adalah aktor yang tidak bisa anda temukan di sembarang film, penampilannya menjadi seorang pria tua yang mempunyai gejolak emosi yang tidak bisa ditebak melebihi karakter Walt Kowalski yang diperankan Clint Eastwood, bahkan saya berani bilang, performanya jauh melebihi Clint Eastwood kalau bicara soal karakter yang diperankan. Penuh amarah, cacian dan makian hingga kasih sayang tidak terduga, Peter Mullan berhasil membuat karakter Joseph menjadi “jantung” dan “hati” dari film ini dimulai hingga berakhir.

Belum puas dengan performa Peter Mullan yang meledak-ledak, Paddy Considine langsung menduetkan karakter Joseph dengan Hannah yang diperankan dengan sangat sempurna oleh Olivia Colman, penampilannya disini sungguh menyayat hati saya. Kehadiran Olivia benar-benar suatu keharusan yang wajib dimiliki oleh film-film drama yang memiliki tone seperti ini. Tanpa figur Hannah, saya yakin film ini akan pincang, ketidakpuasan Joseph terhadap Tuhan lewat amarahnya yang menggebu-gebu disatukan dengan kesabaran seorang Hannah yang percaya bahwa semua jawaban selalu ada di tangan Tuhan menciptakan sebuah jalinan cerita yang benar-benar solid hingga nanti kita akan dikagetkan dengan plotnya yang mengejutkan di akhir film ini! Just what you needed!

Tyrannosaur, judulnya dapat dikatakan hampir tidak ada sangkut pautnya dengan keseluruhan cerita film ini. Mengapa judulnya seperti itu? Bisa anda temukan sendiri nanti ketika menonton film ini, dan memang wajib ditonton film ini, he-he. Sementara itu, selain segi ceritanya yang sempurna, Paddy Considine tidak melupakan aspek-aspek lain yang membuat film ini “eye-catching”. Pemilihan setting tempatnya yang “dingin” sesuai dengan kondisi para karakternya dan scoring musiknya yang bisa membuat mood saya naik turun ketika menonton film ini menjadi nilai plus tersendiri, hell! Bisa dikatakan film ini hampir sempurna dari semua aspek!

Enough said, this movie was the most brilliant drama movie I’ve seen this year. You can’t say no for this movie! It’s a must-see movie! Perfect!

Rating: 5/5

2 thoughts on “Tyrannosaur (2011/UK)

  1. salah 1 favorit saya tahun lalu,Olivia Colman bner2 luar biasa,ane yakin sbnernya klo ni film punya distributor yang oke–nomine Oscar kayanya terjamin,bner2 best performance by actress yg sebenernya…^^

    Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s