Falling Down (1993/US)


Say hello to my little prick!

Pernahkah anda merasa kesal dengan kejadian yang terjadi di sekeliling anda? Jika jawabannya adalah pernah, maka anda harus berkenalan dengan seorang pria bernama William Foster yang mempunyai nama panggilan D-Fens. William adalah seorang pria yang merasakan bahwa kejadian disekitarnya yang mungkin bisa dibilang sepele merupakan suatu bentuk ketidakadilan murni yang harusnya diberantas, bukannya didiamkan. Itulah sepenggal kisah dari everyday life yang terjadi di film arahan Joel Schumacher yang berjudul Falling Down.

Falling Down mengisahkan perjalanan hidup William (Michael Douglas) dalam sehari yang bisa mengubah perspektif kita sebagai manusia normal yang harusnya lebih kritis melihat ketidakadilan yang terjadi sehari-hari di sekeliling kita. William baru saja dipecat dari pekerjaannya di kantor pertahanan negara, mobilnya tidak dapat bergerak di jalan raya karena kemacetan luar biasa, saking kesalnya ia memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan berjalan kaki pulang ke rumah.

Entah kenapa, mood William hari itu makin buruk saja ketika dia merasa ditipu oleh seorang penjaga toko kelontong yang tidak mau menerima permintaan William untuk menukarkan uangnya ke bentuk recehan. Berawal dari persiteruan tersebut, William goes rampage! Melihat banyak sekali kebobrokan masyarakat di sekitarnya, ia tahu bahwa ada yang tidak beres dengan tatanan sosial masyarakat yang hidup disekitarnya. Tujuan awalnya hanyalah pulang ke rumahnya untuk menghadiri ulang tahun putrinya, tapi perjalanan menuju kesitu adalah sebuah petualangan “gila” yang hampir memporak-porandakan seisi kota.

Joel Schumacher boleh saja merusak imej Batman yang perkasa dengan menambahkan puting di kostum Batman, tapi film yang rilis tahun 1993 ini adalah bukti ketajaman Joel Schumacher dalam mengolah sebuah film yang terlihat sangat biasa menjadi luar biasa! Falling Down adalah bukti bahwa Joel Schumacher pernah membuat suatu film yang istimewa di hati para penontonnya, entah berapa banyak pujian yang terlontar kepada film drama-psycho ini, yang jelas, fans film ini bertambah satu bersamaan ketika saya menulis review ini.

Michael Douglas yang membuat film ini makin hidup, andai saja naskah yang ditulis oleh Ebbe Roe Smith tidak pernah dilirik Michael Douglas sama sekali, saya tidak yakin film ini akan menjadi “mimpi yang menjadi nyata”. Michael berperan layaknya seorang psycho yang setingkat dengan karakter psycho Patrick Bateman dalam American Psycho. Seorang pria yang ternyata bisa gila karena keadaan sekelilingnya yang sebenarnya terjadi setiap hari dan terlihat normal. Yes, society is sick, Michael Douglas lewat aktingnya yang sempurna berhasil membuat seorang William begitu geram melihat kekacauan yang terjadi sehingga dia main hakim sendiri tanpa melupakan yang namanya etika, seperti mengacungkan uzi kepada pelayan restoran burger yang tidak menyediakan menu sarapannya karena William sudah telat lima menit, hillarious!

Satir adalah istilah yang tepat untuk disematkan kepada film yang menjadi inspirasi Dave Grohl dan kawan-kawannya di Foo Fighters untuk membuat video klip single mereka yang berjudul “Walk”, lebih tepatnya penghargaan kepada film Falling Down yang kalau memang ditelaah lebih jauh, kekacauan masyarakat yang dilihat oleh William di tahun 90-an tidak jauh beda dengan kekacauan yang terjadi di era modern ini.

100 menit film ini berjalan adalah sebuah masterpiece indah yang disajikan Joel Schumacher di setiap scenenya. William yang menjadi walking disaster bagi orang-orang “biadab” di sekelilingnya pun tidak ragu dalam bertindak. Kadang, suatu waktu kita harus merasakan apa yang dirasakan oleh William, karena hal tersebut memang betul adanya, kita terlalu membiarkan ketidakadilan di sekeliling kita menjadi sebuah kebiasaan yang orang anggap benar dan tidak pernah ada yang lantang berteriak untuk melawannya. Yes, sometimes, we need some radical people like William “D-Fens” Foster, an ordinary man who take a stand for everything bad in his life!

Overall, film ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton, penampilan Michael Douglas terbaik yang pernah saya lihat disebuah film. Tidak lupa pesan moral dari film ini yang sangat nyata! Ya, sesuai tagline dari film ini, a tale of urban reality, just like now! Enjoy the movie guys!

Rating: 5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s