[REC]² (2009/Spain)


There you are!

Kebetulan karena kemarin saya baru menonton [REC]³ Génesis, mungkin anda masih ada yang belum paham kenapa kok filmnya tiba-tiba seperti ini, itu, dan lain hal, jadi tanpa tunggu lama lagi, saya langsung saja memberi ulasan singkat untuk film pendahulunya yaitu [Rec]². Sequel pertama ini menurut saya adalah film terbaik di antara ketiga film asal Spanyol tersebut, mengapa bisa seperti itu? Simple saja, karena [Rec]² adalah film yang memegang teguh konsep mockumentary live action yang benar-benar menegangkan dari awal sampai akhir, sekilas kita seperti menonton Blair Witch Project, tapi di lain sisi kita seperti sedang bermain Left for Dead, seru!

[Rec] dengan sangat sederhana menyajikan sebuah film mockumentary ala Blair Witch Project ataupun Cloverfield, menceritakan sebuah fenomena yang benar-benar tidak bisa dipahami oleh nalar kita. Kemudian [Rec]² menjelaskan dengan detail apa yang sebenarnya terjadi di film pertamanya, apa yang terjadi dengan para pemadam kebakaran dan reporter seksi tersebut, dan sedikit menjelaskan bahwa monster yang dihadapi di apartemen itu bukanlah sejenis zombie, tapi sesuatu yang lebih mengerikan lagi. Maka di film ketiganya, kita tinggal menikmati apa yang bakal terjadi setelah dua film pertamanya, jika satu film utuh, [Rec] pertama sampai ketiga seperti film Rise of the Planet of the Apes, bedanya, bagian “rise”-nya baru sedikit disinggung di [REC]³ Génesis.

Tapi kembali ke topik, apa yang membuat [Rec]² seru dan asyik? Pertama, settingnya masih di dalam apartemen angker seperti di film pertama, dan kedua, teknik mockumentary-nya lebih maju dan lebih canggih, dimana kita sebagai penonton akan disuguhi dua sudut pandang, pertama-tama kita akan menikmati sudut pandang empat anggota tim SWAT yang memakai dua kamera, yaitu kamera helm dan kamera jinjing seperti biasa, kemudian di paruh kedua kita akan menikmati sudut pandang ketiga remaja bandel (karakter tolol yang biasa muncul di film horor) yang nekat masuk kedalam apartemen yang dikarantina karena ada setengah zombie setengah iblis berkeliaran didalamnya.

Hingga pada akhirnya, [Rec]² menutup ceritanya dengan ending yang terbilang super mengerikan dan sangat “dunia lain” sekali. Belum lagi twist yang muncul di akhir film ini, membuat saya makin jatuh cinta pada [Rec]², tingkat ketegangan dan aksinya ditambah dua kali lipat, karena tidak ada lagi rasa penasaran, yang ada hanyalah rasa ingin tahu, seperti tagline [Rec]² yang sangat simple, fear revisited! Ya, sekali lagi kita bakal masuk ke roller coaster dunia lain campur uka-uka dengan sedikit rasa first person shooting ketika menonton [Rec]², brillian!

Lalu apakah yang terjadi nanti di film keempatnya? Tonton dulu tiga film pertamanya, apalagi film keduanya yang kalau bisa dibilang lebih bagus dari keseluruhan season pertama The Walking Dead, he-he. Tapi kalau boleh berpendapat (ya pasti boleh dong, ini blog saya) kunci sukses sebuah film yang terus beranak pinak adalah dengan cara mempertahankan kursi sutradara dan racikan film pertamanya mungkin, walau tidak sampai film ketiga (Jaume Balagueró), terbukti Jaume Balagueró dan Paco Plaza berhasil menyuguhkan sebuah film horor mockumentary cita rasa Spanyol yang istimewa, it’s a must-see guys!

Rating: 3.75/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s