Rabies/Kalevet (2010/Israel)


Will the real killer please stand up?

Dua tahun yang lalu mungkin adalah tahun bersejarah untuk industri perfilman Israel, karena mereka berhasil menelurkan film horor pertamanya yang masuk kategori what-the-fuck movie atau mind-fucked movie yang benar-benar membuat kepala saya mau pecah karena menontonnya. Film tersebut berjudul Rabies (Kalevet), beda halnya dengan what-the-fuck movie lainnya seperti Kill List yang membuat saya hampir ingin memecahkan layar monitor karena ceritanya yang bisa dikatakan brillian di awal tapi tolol di akhir, Rabies tidak seperti itu, perasaan saya setelah menonton Rabies adalah seperti selesai menonton film Eden Lake (masuk kategori teratas what-the-fuck movie saya) tapi dicampur storyline ala Crash yang pernah menang Oscar beberapa tahun lalu, gila bukan?

Ceritanya sangat minim informasi, kita akan bertemu dengan dua karakter di awal film, dimana ada wanita bernama Tali (Liat Harlev) yang terjebak di sebuah jebakan binatang buas di tengah hutan antah berantah, kemudian sang pria bernama Ofer (Henry David) yang tidak lain adalah saudaranya ingin menyelamatkan Tali, dengan keadaan terluka ia meminta bantuan empat pemuda yang ingin bermain tenis tapi kebetulan tersesat hingga ke hutan dimana Ofer dan Tali terjebak. Di lain pihak, ada seorang penjaga hutan bernama Menashe (Menashe Noy) yang menemukan bahwa ada seorang pembunuh yang ternyata menyandera Tali, wanita yang sebelumnya terjebak. Belum cukup kebingungan saya, datang dua polisi yang ternyata tidak menyelesaikan masalah sama sekali, karena apa? Karena anda harus menonton sendiri betapa what-the-fuck-nya film ini.

Banyak orang menyebut film Rabies adalah film slasher dengan genre yang “diputar-balikan”, anda akan menganggap ini film slasher dimana ada seorang pembunuh gila berkeliaran di tengah hutan yang penuh dengan jebakan binatang buas yang siap memangsa siapapun yang melewatinya. Anda akan berpikir bahwa semua karakter diatas terjebak di satu lokasi dan menjadi mangsa seorang pembunuh, tapi jangan khawatir, anda akan dibuat menganga dengan plotnya yang mempunyai twist dimana-mana. Seperti yang saya bilang sebelumnya, bagaikan menonton Eden Lake campur Crash, dijamin anda akan super kesal ketika melihat para karakter di film ini mulai bertindak bodoh.

Jadi sebenarnya siapa psikopat di film ini? Itulah pesan yang ingin disampaikan dua sutradara dibalik kegilaan film Rabies ini, Aharon Keshales dan Navot Papushado. Bahwa sejatinya, dalam keadaan yang tidak menguntungkan, tidak usah harus menjadi psikopat untuk membunuh seseorang. Karena jauh didalam hati bagian tergelap manusia, kita semua psikopat bukan? Mengerikan sekaligus ironis memang, karena bagi anda yang mencari happy ending dari film ini, jangan harap, yang ada adalah rasa kesal yang teramat tinggi dan diakhiri dengan kalimat penutup, what the fuck did I see?!

Enough said, penuh spoiler dan kegilaan lainnya jika saya membahas film ini, pesan saya cukup satu, nikmati saja kebingungan yang melanda anda di 15 menit pertama ketika menonton film ini. Setelahnya, siapkan banyak hipotesis anda bagaimana film ini akan berakhir, dan tebak siapa pembunuh sebenarnya di film ini? Mungkin Kill List harus belajar banyak dari Rabies jika ingin membuat what-the-fuck movie yang berkualitas, bukan sekedar omong kosong belaka, tapi penuh ketegangan. Oiya, jika anda menganggap film ini akan berhubungan dengan anjing karena judulnya Rabies, anda salah besar lagi, he-he. Just enjoy the slasher guys!

Rating: 4/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s