Bunraku (2010/US)


The drifter, the bartender and the rock singer!

When east meet west! Ketika barat dan timur bertemu dan bayangkan anda sedang menonton Sin City tapi ditambah dengan beberapa karakter Asia dengan kekerasan yang dikurangi dan grafik yang unik, seperti background yang terlihat seperti coretan diatas kertas, maka hasilnya adalah film berjudul Bunraku yang datang dari seorang sutradara yang terbilang sangat baru di dunia perfilman, yaitu Guy Moshe. Jelas film ini tidak begitu booming, padahal didalamnya ada sekitar empat aktor Hollywood ternama plus satu musisi dari negeri sakura yang ambil bagian di film yang ceritanya bertemakan balas dendam ini.

Cerita film ini berlatar jauh dimasa depan dimana ketika itu dunia sudah tidak mempunyai senjata api lagi, maka senjata tajam dan tumpul lah yang menjadi tumpuan para kriminal-kriminal yang hidup di masa itu. Terbilang di suatu kota asing, dimana kota tersebut diduduki oleh geng berbaju merah yang diketuai oleh seorang tukang kampak veteran, Nicola (Ron Perlman) dan sembilan kaki tangannya yang patuh, termasuk Killer #2 (Kevin McKidd), datanglah seorang pengelana tak bernama (Josh Hartnett) yang tak sengaja bertemu dengan seorang pria Jepang bernama Yoshi (Gackt Camui) di sebuah bar milik seorang bartender (Woody Harrelson) yang ternyata mereka bertiga mempunyai kesamaan visi dan misi, yaitu menghancurkan Nicola dan geng baju merah noraknya! They came, they see and they fight!

Sebenarnya cerita yang bertele-tele di awal tidak begitu memusingkan kok, intinya adalah pembalasan dendam yang dilakukan si pengelana, si Jepang dan si bartender. Dibalut dengan koreografi pertarungan yang detail tapi sayang bukan selera saya karena koreografi pertarungannya lambat sekali, padahal film ini bisa jadi semakin menarik ketika adegan pertarungannya dibuat lebih cepat dan brutal, apalagi didukung dengan tampilan visual unik yang penuh warna, bagaikan menonton film semi-kartun memang ketika menonton Bunraku.

Kehadiran Josh Hartnett yang diduetkan dengan Gackt Camui yang biasa menyanyi di bandnya, Malice Mizer memang membuat film ini menjadi sedikit menarik. Dua karakter tersebut jago bertarung dan punya gayanya masing-masing, sementara Ron Perlman yang didaulat menjadi big boss di film ini hanya mempunyai modal tampang gahar saja, padahal kalau bicara penjahat, pemeran Killer #2, Kevin McKidd mempunyai potensi yang lebih besar untuk menjadi the real villain. Sementara Woody Harrelson dan Demi Moore benar-benar hanya menjadi pelengkap saja di film campur sari epik ini.

Epik atau tidak, bagi saya film ini telah memberikan pengalaman baru menonton film yang mempunyai tampilan visual yang bisa dikatakan agak-agak seperti grafik novel ala Sin City tapi campur unsur visual lain yang lebih berwarna, entah, susah diungkapkan karena anda harus lihat sendiri bagaimana penampakan sepenuhnya dari film yang mempunyai durasi hampir dua jam ini. Dari segi storyline sebenarnya sangat sederhana, tapi eksekusi yang dilakukan sang sutradara lumayan tidak begitu buruk, walau menurut saya dua jam itu terlalu panjang untuk film aksi yang bertema klise seperti ini.

Well, Bunraku memang mempunyai gayanya tersendiri, mungkin film ini bisa menjadi film cult tersendiri bagi kalangan tersendiri juga yang suka dengan mash-up action east meet west. Tapi bagi saya, well, film ini cukuplah sebagai hiburan ringan di kala waktu senggang, not bad, but not to special too. Just enjoy the story, the humor and the fight!

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s