The Girl with the Dragon Tattoo (2011/Remake/US)


The best comes after this scene😛

Dari mulai opening hingga ending, saya hanya bisa berkata, Fincher did it again! Ya, David Fincher selaku sutradara dari film yang baru saya tonton, The Girl with the Dragon Tattoo berhasil memukau saya dengan suguhan film suspense sekaligus thriller yang penuh misteri. Saya tidak pernah menonton film aslinya yang berasal dari Swedia dan berjudul sama, tapi saya yakin, apalagi setelah didukung dengan pernyataan-pernyataan yang beredar ketika film remake buatan Fincher ini rilis, bahwa The Girl with the Dragon Tattoo versi David Fincher berhasil memuaskan dahaga para penggemar filmnya dan novel Stieg Larrson tentunya. Harus diakui, film ini sangat memuaskan dari berbagai aspek, dari segi teknis, sintog, storyline, editing, scoring hingga kekuatan akting para aktor-aktor yang berada didalamnya, enough said, this is Fincher!

Bagi yang belum tahu sebenarnya film ini bercerita tentang apa, sederhana saja, Mikael Blomkvist (Daniel Craig) adalah seorang jurnalis yang baru saja mendapat masalah karena telah membuat berita yang tidak mengenakan tentang seorang yang mempunyai jabatan tinggi. Berusaha mengalihkan perhatian dari kasus yang sedang menimpanya, Mikael diminta tolong oleh seorang milyuner tua, Henrik Vanger (Christopher Plummer) yang meminta Mikael untuk menyelidiki kasus hilangnya keponakan Henrik selama 40 tahun lamanya, karena Henrik percaya bahwa keponakannya telah dibunuh oleh salah satu dari keluarga besarnya yang tinggal tidak jauh dari rumah besar sekaligus mengerikan miliknya. Disitulah Mikael dibantu oleh seorang gadis muda bertampang dingin, bertato naga, menggunakan piercing dan berambut mohawk bernama Lisbeth Salander (Rooney Mara) yang mempunyai profesi sebagai seorang investigator/hacker/spy/anarkis/vandal yang kadang brutal dan tidak bisa ditebak. Hingga akhirnya, Mikael dan Lisbeth menemukan kenyataan mengerikan dibalik hilangnya keponakan Henrik Vanger.

Bagi anda yang sudah menonton film aslinya mungkin tidak akan terkejut dengan jalinan cerita di film remake ini, tapi saya sebagai penonton pertama film ini harus memberikan standing applause karena Fincher telah memberikan pengalaman menonton sebuah film penuh misteri yang sangat didukung sekali dengan teknik-teknik pengambilan gambar mumpuni hingga scoring musik yang diarsiteki tidak lain dan tidak bukan oleh Trent Reznor dan Atticus Ross yang berhasil menggondol piala Oscar tahun lalu untuk scoring musik The Social Network. Kerjasama Fincher dan founder dari band industrial rock tersebut terbukti ampuh, dari mulai opening scene pembuka yang bergaya video klip Nine Inch Nails dengan alunan musik heavy metal milik Led Zeppelin yang diaransemen ulang oleh Trent Reznor sampai nada-nada horor di sela-sela penyelidikan Mikael membuat saya super betah di depan layar selama hampir dua jam setengahnya.

Sinkronisasi scoring musik dan tone cerita yang gelap dan sunyi di film ini menjadi makin lengkap ketika kita disuguhi landscape apik daratan Swedia yang memang ternyata saat syuting sedang dilanda musim salju yang parah dalam 20 tahun terakhir. Dan harus diakui, teknik editing yang dilakukan oleh Angus Wall dan Kirk Baxter membuat flow dari film misteri yang terlihat rumit ini menjadi lebih enak ditonton dan mudah dipahami, tidak aneh nominasi Best Achievement in Film Editing di ajang Oscar kemarin berhasil mereka raih kembali.

Dari situ baru kita akan diperkenalkan dengan dua karakter utama dimana sebenarnya ketika di awal, karakter Mikael dan Lisbeth diceritakan secara terpisah, baru ditengah-tengah kedua karakter ini disatukan. Tapi jempol harus saya acungi untuk Rooney Mara yang telah memerankan karakter Lisbeth menjadi seorang gadis super brutal yang mempunyai sejuta trik dalam mewujudkan keinginannya, bisa dikatakan karakter Lisbeth yang diperankan Rooney Mara adalah “nyawa” di film ini, menjadi yang paling aneh, jenius, gila sekaligus menonjol dibanding Daniel Craig yang memerankan Mikael. Oleh karena itu juga saya paham mengapa judul film ini adalah The Girl with the Dragon Tattoo, karena memang pada intinya, Lisbeth Salander lah yang menjadi tokoh kunci dalam pemecahan misteri keluarga besar Henrik Vanger yang aneh. Dan sekali lagi, Rooney Mara tidak tampil setengah-setengah, penampilan radikalnya di scene perkosaan dan sebaliknya membuat bulu kuduk saya berdiri, total chaos!

Saya bisa saja lupa pada karakter yang diperankan Daniel Craig disini setiap scene beralih ke scene dimana Lisbeth ada, tapi kekontrasan yang dimiliki kedua karakter inilah yang membuat film ini menjadi makin hidup dan makin menarik, dimana sisi intelegensi dan hati-hati mewakili karakter Mikael yang diperankan dengan prima oleh sang James Bond, sementara sisi radikal yang spontan mewakili karakter Lisbeth yang beringas. Bisa dikatakan tidak ada cela dari film yang seharusnya mendapat lebih banyak penghargaan di ajang Oscar kemarin, jika dibandingkan dengan The Social Network yang sama-sama diadaptasi dari sebuah buku, saya pikir Fincher melakukan tugasnya jauh lebih bagus di film remake asal Swedia ini.

Well, mau bicara apalagi? Jika anda belum pernah menonton film aslinya, atau jika sudah pun, saya pikir anda tetap akan jatuh cinta menonton film remakenya ini, karena nuansa suspense, thriller dan misterinya lebih terasa, bagaikan menonton film horor malahan kalau menurut saya pribadi saking menegangkannya. Yes, this movie is so worth to watch! Must-see movie!

Rating: 4/5

One thought on “The Girl with the Dragon Tattoo (2011/Remake/US)

  1. Pingback: Gone Girl (2014/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s