The Avengers (2012/US)


Suit up Stark! Or i’ll let Hulk smash you!

The Avengers, akhirnya penantian lama itu datang juga, setelah bertahun-tahun para fans superhero Marvel dijanjikan sesuatu yang sangat besar, yaitu berkumpulnya para superhero di dalam satu film, The Avengers menjawab semua itu, film mega blockbuster tahun 2012 yang sampai detik ini telah menghasilkan kira-kira satu billion dollar semenjak pemutaran perdananya tanggal 4 Mei kemarin. Telat satu minggu dari pemutaran perdana, saya tak patah arang, akhirnya saya bisa menonton film perang superhero ala Joss Whedon ini.

The Avengers dimulai dengan sangat lambat, dimana kita akan dijejali tentang sumber permasalahan kenapa sampai bisa dibentuk The Avengers. Tesseract adalah sumber energi yang sedang diteliti oleh Nick Fury (Samuel L. Jackson), tapi sayang, Loki (Tom Hiddleston) sang dewa yang masih patah hati karena dikalahkan Thor (Chris Hemsworth) beberapa waktu yang lalu mulai menggila. Loki bekerjasama dengan ras alien Chitauri untuk menginvasi bumi dan merebut tesseract dari tangan Nick Fury. Panik karena tak bisa berbuat apa-apa, Nick Fury mulai mengumpulkan para pasukan rahasianya yang tidak lain adalah Iron Man (Robert Downey Jr.), Black Widow (Scarlett Johansson), Hawkeye (Jeremy Renner), Captain America (Chris Evans), Thor hingga sang monster super kuat Hulk (Mark Ruffalo). Maka dimulailah film perang fiksi paling hebat sepanjang tahun ini.

Ya, ini adalah film perang, seperti yang ditekankan oleh Joss Whedon beberapa saat sebelum The Avengers rilis di seluruh penjuru dunia. Film perang yang benar-benar memanjakan mata bagi siapapun anda pecinta superhero Marvel maupun bukan, saya jamin pasti akan terhibur dengan kehadiran semua superhero paling super yang telah mempunyai filmnya masing-masing kecuali untuk Black Widow dan Hawkeye tentunya.

Perlu diacungi jempol tentunya adalah Joss Whedon yang ikut ambil bagian dalam menulis script untuk film berbujet 220 juta dollar ini, pria yang sukses dengan serial legendarisnya yaitu Firefly, Buffy the Vampire Slayer hingga Angel dan film kuda hitamnya, Serenity, berhasil membuat The Avengers menjadi film blockbuster yang lebih menghibur dan lebih epik dari film Transformers sekalipun. Tentu saja banyak ledakan, banyak spesial efek dan banyak lelucon, tapi saya harus acungi jempol karena inilah film summer blockbuster yang benar-benar menghibur, bukan film blockbuster yang membosankan seperti dua film Transformers terakhir.

Walau penuh dengan mega bintang Hollywood di dalamnya, Joss Whedon berhasil meracik script yang paling cocok dan paling pas untuk para aktor dan aktris yang bermain di film ini. Bahkan aktris lulusan serial favorit saya, How I Met Your Mother, Cobie Smulders yang berperan menjadi Agen Hill berhasil menyita sedikit perhatian saya di film ini. Benar-benar “assemble” yang apik dari mulai karakter egois konyol Tony Stark hingga sang pemimpin sejati Captain America, semua mempunyai porsi yang pas, tidak lebih tidak kurang, bahkan Hulk yang hanya bisa meraung dan menggila pun menjadi karakter yang paling memorable di film ini. Akui saja, kharisma Mark Ruffalo yang memerankan Hulk lebih nempel di hati saya daripada Hulk versi Edward Norton, satu-satunya karakter di film ini yang tidak diperankan aktor yang bermain di film stand-alonenya, tapi ternyata menjadi karakter yang paling dicintai di The Avengers, brillian!

Spesial efek kelas tinggi, cerita ringan yang tidak murahan hingga kedalaman para karakter yang ada di dalamnya membuat The Avengers menjadi film pembuka yang paling komplit di musim panas tahun ini. Walau bagi sebagian orang, sejam pertama film ini terlihat seperti banyak omong dan bertele-tele, tapi menurut saya hal tersebut sah-sah saja, karena tidak mudah menuangkan kisah enam superhero plus satu super villain kedalam sebuah film yang berdurasi kurang lebih dua jam setengah, itulah yang membuat The Avengers mempunyai alur yang teratur, dimulai dengan lambat dan perlahan-lahan tensinya terus dinaikan sampai peperangan super epik yang ditandai dengan aksi para superhero yang sedang membantai Chitauri di jalanan kota New York yang disyut berkesinambungan. Adegan tersebut adalah adegan yang paling memukau mata dan membuat mulut saya terbuka lebar, amazing! Itulah yang membuat The Avengers menarik untuk ditonton, karena memang plotnya “sengaja” dibuat, tidak “terpaksa” dibuat seperti film-film blockbuster Michael Bay.

Siapa yang tidak tertawa melihat lelucon-lelucon yang dilontarkan Iron Man? Siapa yang tidak tertawa bahkan ketika di akhir, Joss Whedon masih “usil” dengan menyelipkan scene pertarungan konyol antara Hulk dan Loki? Siapa yang tidak melongo ketika ternyata momen yang ditunggu-tunggu itu tiba, kehadiran Stan Lee sebagai cameo seperti biasa, dan siapa yang tidak bertanya-tanya sebenarnya bisa apa sih Nick Fury sepanjang film ini berjalan selain skill diplomasinya yang radikal?

Diluar semua itu, Joss Whedon berhasil membuat para fanboy Marvel dibelahan dunia manapun “mimpi basah” dengan kehadiran The Avengers ini. Semua unsur film blockbuster ala Amerika dikerahkan dengan totalitas yang tiada tara di film ini, sayang sekali satu-satunya minus film ini adalah, The Avengers bukan murni film 3D, alias 3D yang diconvert, dan itu pula yang menjadi bumerang ketika saya menonton film ini, saya sarankan anda menonton The Avengers versi biasa saja, jangan sampai menonton yang 3D, karena sebagus apapun, efeknya tidak enak dimata apalagi sampai dua jam setengah. Bukan katro, tapi memang kenyataannya seperti itu, tontonlah film yang benar-benar diproses 3D bukan yang diconvert menjadi 3D seperti film The Amazing Spider-Man yang sebentar lagi akan rilis.

Bagaimanapun juga, The Avengers adalah film pembuka musim panas paling epik di tahun ini, film perang yang epiknya sama seperti Saving Private Ryan versi manusia berkostum besi, dan tentunya film pembuka yang paling cocok sebelum kehadiran film superhero mahakarya Christopher Nolan yang bulan Juli nanti akan menapakan kakinya di bioskop-bioskop seluruh dunia. Ya, sebelum The Dark Knight Rises hadir menghujam kita semua, tidak ada salahnya untuk menikmati The Avengers yang mempunyai dua hidden scene di akhir filmnya, enjoy the movie and stay tune till the very end guys!

Rating: 4/5

5 thoughts on “The Avengers (2012/US)

  1. Pingback: Captain America: The Winter Soldier (2014/US) | zerosumo

  2. Pingback: Serunya Cuplikan Terbaru Film Guardians of the Galaxy | zerosumo

  3. Pingback: Guardians of the Galaxy (2014/US) | zerosumo

  4. Pingback: Chef (2014/US) | zerosumo

  5. Pingback: Trailer Pertama The Avengers: Age of Ultron Resmi Rilis! | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s