ATM (2012/US)


Remember, always bring cash!

Teror di ruang tertutup, beberapa film suspense atau thriller pernah memakai formula ini, salah satunya adalah Buried, film yang dulu sempat membuat heboh karena hanya ada satu karakter dan satu setting di sebuah film berdurasi kurang lebih 90 menit. Kali ini, saya baru saja menonton film yang mempunyai tema serupa yang berjudul ATM. Ya, automatic teller machine, apa yang bisa membuat tempat yang paling familiar dimata kita ini menjadi sebuah tontonan suspense yang mengerikan?

Ketiga orang karyawan bernama David (Brian Geraghty), Corey (Josh Peck) dan Emily (Alice Eve) memutuskan pulang bersama di malam natal yang dingin. Ditengah perjalanan, Corey meminta untuk berhenti dahulu di ATM terdekat untuk mengambil uang. Tapi setelah mereka tiba di ATM terpencil di tengah tempat parkir yang luas, ada seseorang yang mengawasi mereka bertiga, hanya mengawasi sampai akhirnya orang tak berwajah tersebut mulai membunuh orang lain yang masih berkeliaran di sekitar ATM tersebut. Disitulah, David, Corey dan Emily terjebak di dalam ruangan ATM di dingin dan gelapnya malam, hanya diawasi oleh seorang misterius yang tidak lain adalah seorang psikopat.

Film ini adalah film low budget yang memakai formula pintar, dimana David Brooks selaku sutradara mengeksplorasi habis-habisan rasa takut ketiga karakter utama di film ini ketika dihadapkan dengan situasi yang benar-benar sangat tidak menguntungkan. Setting film 90% berada di ruang ATM dimana ketiga jagoan kita tidak bisa berkutik menghadapi seorang psikopat yang hanya ingin menonton sampai dimana David, Corey dan Emily bisa tahan dan menghadapi situasi tersebut.

Dari awal, tensi film ini dibangun sedemikian rupa, perlahan-lahan tapi pasti, kita akan menyaksikan apa sih yang bakal diperbuat oleh si psikopat ini? Apa yang diinginkannya? Apa dia ingin merampok ATM tersebut atau hanya ingin menyaksikan ketiga orang yang tidak tahu apa-apa ini mati karena perbuatan bodoh mereka sendiri? Yang jelas, resep-resep film psikopat yang ada di pasaran pun tidak lepas dari film yang budgetnya sekitar tiga juta dollar ini, seperti ketakutan di awal, lalu di tengah-tengah sang jagoan mulai untuk bertindak sok heroik, hingga akhirnya si psikopat tetap lebih pintar dari mereka dan ditutup dengan ending semrawut yang tidak jauh-jauh dari kata “mati”.

Well, tidak bisa berkata banyak, film ini memang film singkat yang bertujuan untuk menyiksa mental dan fisik para karakter di dalamnya, hanya saja endingnya kurang greget dimana pakem film-film seperti ini harusnya ditutup dengan ending yang “what the fuck?!” seperti yang lainnya, minimal seperti film Buried yang sudah saya singgung sedikit sebelumnya. Walaupun begitu, ATM lumayan untuk jadi tontonan psikopat yang ringan di waktu senggang anda, siapa tahu anda butuh film-film brutal instan, ATM bisa jadi pilihan yang cocok. Well enjoy the torture guys!

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s