2 Coelhos/Two Rabbits (2012/Brazil)


Lock, stock and two smoking rabbits!

Hanya sedikit sutradara yang mampu memukau para penonton dengan film perdananya, kita ambil contoh seperti Darren Aronofsky dengan Pi-nya atau Guy Ritchie dengan Lock, Stock and Two Smoking Barrels-nya. Hal tersebut sama dengan yang dialami oleh Afonso Poyart, yang berhasil memukau saya dengan film perdananya yang berjudul 2 Coelhos. Ya, film asal Brazil ini berhasil menjadi film bergenre action yang menerapkan konsep “semrawut” ala film perdana Guy Ritchie yang sudah saya singgung sebelumnya, bahkan banyak sekali trademark mantan suami Madonna yang bisa kita saksikan di film ini, dan hebatnya, Afonso Poyart mengeksekusinya dengan sangat bagus!

Jujur, saya butuh waktu satu jam film ini berjalan untuk mengetahui benang merah para karakter yang ada di film ini. Ceritanya dimulai dengan sangat cepat diiringi narasi dari tokoh utamanya, Edgar (Fernando Alves Pinto), yang sedang merencanakan perampokan, dengan menyuruh perampok kelas teri lain bernama Velinha (Thaíde), dari seorang gangster yang bernama Maicon (Marat Descartes), diantara Edgar dan Maicon, ada Julia (Alessandra Negrini) dan Walter (Caco Ciocler) yang menjadi “penghubung” rencana Edgar yang semrawut ini, dan jujur, “twist” besarnya justru ada di menit paling akhir sebelum film ini ditutup closing credit.

Sangat Guy Ritchie, tapi dipoles lebih halus sehingga menyajikan cerita yang mempunyai makna penting selain siapa yang menang dan siapa yang kalah. Afonso Poyart berani memainkan banyak elemen-elemen tidak lumrah yang ada di film-film bergenre seperti ini, seperti efek coretan dan efek animasi yang masih dimaklumi jika kita menonton film Zack Snyder. Tapi hal tersebut tidak membuat film ini berantakan, malah menambah sedikit warna santai di tengah cerita seriusnya.

Bahkan gaya editing dan perpindahan scene yang sangat cepat dan alur flashbacknya seperti menggabungkan elemen Snatch dan sedikit rasa Inception di film yang katanya mau diremake ulang oleh Hollywood, like always! Justru unsur kekerasannya sangat minim, bahkan hanya sedikit saya melihat darah di film yang lumayan banyak menyajikan baku tembak ini. Beberapa efek komputernya pun tidak terlihat murahan walau masih terlihat kurang halus, tapi itu bisa dimaklumi karena budgetnya saja dibawah dua juta dollar, tapi dengan kompleksitas cerita dan akting yang cukup bagus dari para aktornya, bisa dikatakan film ini tidak kalah dengan film-film action Hollywood yang klise.

Film ini tidak sebrutal dan setegang Elite Squad ataupun City of God, tapi 2 Coelhos berhasil menyajikan genre aksi baru di dunia perfilman Brazil tanpa mengumbar banyak kebrutalan dan kelamnya dunia kriminal di Brazil, entah itu gangster sampai korupsi yang sering terjadi. Afonso Poyart membungkus unsur-unsur tersebut dalam satu film yang mempunyai cerita semi non-linear dengan balutan scoring epik dari 30 Seconds to Mars. Well, harus diakui, Afonso Poyart mempunyai citarasa yang keren di dunia perfilman modern, dan ini datang dari Brazil, bravo!

Overall, anda harus konsentrasi penuh untuk mengetahui jalan cerita film ini secara keseluruhan, siapa yang merampok siapa? Siapa yang mengkhianati siapa? Anda akan menemukan semua jawabannya ketika menonton film berdurasi kurang lebih 90 menit ini, dan ditutup dengan konklusi indah dimana disitulah Edgar akan mengungkap rencana dibalik rencana besarnya. Jika Inception mempunyai konsep dream within the dream, maka film ini mempunyai konsep masterplan within the masterplan, he-he. Enjoy the movie till the very end guys!

Rating: 4/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s