A Thousand Words (2012/US)


Just shut up and listen!

Tidak disangka, film berjudul A Thousand Words ini sebenarnya sudah rampung dari tahun 2008, tapi mengapa saya baru melihat film terbaru Eddie Murphy ini sekarang? Entahlah, yang jelas saya lumayan kangen dengan Eddie Murphy, kemana saja dia selama ini? Terjawab sudah ketika menonton film ini, ternyata ia puasa bicara dari tahun 2008 (garing?).

Hampir mirip dengan film komedi legendaris Jim Carrey, Liar Liar, A Thousand Words bercerita tentang seorang agen penerbit bernama Jack (Eddie Murphy) yang pintar sekali dalam berbicara untuk mendapatkan yang ia mau. Hingga suatu hari Jack bertemu dengan seorang ulama besar penganut ajaran “kesunyian” bernama Sinja (Cliff Curtis), demi mendapatkan kontrak buku milik Sinja, Jack melakukan segala cara. Tapi ternyata tuhan tidak diam, tidak lama setelah bertemu Sinja, tumbuh pohon aneh di halaman belakang rumah Jack, dimana tiap Jack berbicara satu kata, selembar daun di pohon tersebut ikut gugur, dan apa yang dilakukan Jack yang terbiasa bicara panjang lebar ketika mengetahui bahwa sisa daun di pohon tersebut sekitar seribu daun lagi?

Jawabannya adalah puasa bicara, tapi saya juga jadi agak puasa tertawa menonton film ini, karena leluconnya tidak terlalu mengocok perut saya. Seperti Jim Carrey dalam film Liar Liar, senjata apalagi yang harus dikerahkan oleh seorang komedian ketika bicara tidak diperbolehkan? Tentu saja mimik dan ekspresi wajah, tapi sayang hal tersebut sangat jarang ditemui di film yang notabene dibintangi komedian kulit hitam legendaris sekelas Eddie Murphy ini, padahal kita tahu, bahwa lelucon para aktor kulit hitam biasanya suka lebih brutal dari lelucon Adam Sandler, tapi ya sudahlah.

Yang menarik perhatian justru asisten Jack, Aaron yang diperankan dengan sangat tolol oleh Clark Duke. Ya, aktor muda alumnus film komedi tolol Superbad ini benar-benar mencuri perhatian saya. Ketika Eddie Murphy puasa bicara di film yang seharusnya banyak “berbicara” ini, Clark Duke muncul sebagai penyelamat, berlagak sebagai jubir dari Jack, menggunakan banyak bahasa ‘slang’ kaum kulit hitam dengan ekspresi polosnya. Hasilnya adalah, film ini terselamatkan dari kehancuran!

Well, tidak ada lagi yang menarik dari film yang disutradarai Brian Robbins ini, pesan moralnya sama dengan film-film drama komedi pada umumnya, tapi mungkin pesannya lebih mengena kepada aktor kulit hitam yang biasa bicara panjang lebar persekian detik, atau mungkin para rapper! Tapi ya sudahlah, jangan terlalu dipikirkan, at least film ini masih lumayan menghibur saya daripada tidak sama sekali. So, enjoy this ‘speechless’ movie.

Rating: 2.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s