Ghost Rider: Spirit of Vengeance (2011/US)


Watch out! My head burns!

Sebenarnya sudah terlalu banyak film yang dibintangi oleh Nicolas Cage dua tahun belakangan ini, entah sudah lunas atau belum hutangnya, yang jelas seburuk apapun filmnya, saya tetap mengagumi aktor yang kerap disapa Nic Cage ini. Bagaimanapun juga, Nic Cage adalah seorang aktor yang telah membuat industri film Hollywood lebih berwarna, apalagi era 90-an, sementara belakangan ini, hanya film terakhirnya yang berjudul The Bad Lieutenant yang berhasil memukau saya, setelahnya, bisa dibilang hanya film hura-hura semata, termasuk sequel dari Ghost Rider yang rilis kurang lebih empat tahun yang lalu ini.

Nicolas Cage kembali lagi menjadi seorang biker galau yang sudah dirasuki setan bernama Johnny Blaze, kali ini Johnny Blaze harus mengungsi ke benua Eropa demi meredam iblis berkepala tengkorak api di dalam dirinya. Tapi sayang, ketika masa pengasingannya, Johnny Blaze harus bertemu lagi dengan sang iblis bernama Roarke (Ciarán Hinds) yang sekarang sedang dalam proses menjadi lucifer berkat tumbal seorang bocah bernama Danny (Fergus Riordan), anak dari janda seksi bernama Nadya (Violante Placido). Maka demi kebebasan, Johnny melepaskan lagi iblis terkutuk dalam dirinya, dengan bantuan sang pendeta yang suka minum wine, Moreau (Idris Elba), mereka bakal melabrak Roarke yang dibantu Carrigan (Johnny Whitworth) dan sekte paganismenya.

Masih dengan model rambut yang kurang cocok, Nic Cage menjelma menjadi seorang Ghost Rider yang kini lebih atraktif dan lebih ramai. Berterimakasihlah kepada dua sutradara yang terkenal dengan teknik “kotor” film Crank, Neveldine/Taylor. Ghost Rider: Spirit of Vengeance ini makin terlihat seperti Crank 3 minus Jason Statham yang lebih berwarna merah menyala. Soal cerita jangan terlalu dipusingkan, masih standar seperti pendahulunya, tapi dari segi visualisasi, film ini mempunyai banyak peningkatan (seperti kepala tengkorak yang lebih bagus dan detail), karena memang seharusnya Neveldine/Taylor yang menyutradarai film ini dari dulu (atau gaji mereka lebih kecil dari sutradara sebelumnya).

Walau kali ini sang Ghost Rider dihadapkan dengan musuh besarnya (lagi) dan musuh barunya yang mempunyai lelucon garing. Storyline film ini tidak mengalami peningkatan yang berarti, bahkan akting Nic Cage sebagai titisan malaikat yang dikutuk sudah hampir tidak bisa saya bedakan dengan karakternya di film Drive Angry, setengah gila dan setengah lagi diperankan oleh CGI kepala tengkorak. Dari porsi action, film ini mengalami peningkatan, walaupun dengan plot action repetitif yang konyol, dan kekalahan musuh utamanya yang makin konyol, yang penting ada ledakan dan scoring musik heavy metal ala Crank!

Sebagai film hura-hura, sequel Ghost Rider ini masih lumayan menghibur, kalau bisa dibandingkan dengan film Nic Cage yang lain, Ghost Rider: Spirit of Vengeance ini masih setingkat lebih bagus dari Drive Angry, plot ceritanya “masih” ada dan filmnya bergaya Crank, lain kali sekalian ajak Jason Statham main disini, saya jamin makin seru dan makin aneh. Well, just enjoy this ‘instant’ superhero movie from Nicolas Cage.

Rating: 2.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s