Coriolanus (2011/UK)


Meet the beast!

Kalau anda penggemar William Shakespeare dan mulai bosan dengan kisah Romeo and Juliet yang sudah diadaptasi kedalam pita seluloid entah berapa puluh kali, sudah waktunya anda menonton adaptasi lain dari naskah Shakespeare yang lebih epik dan lebih menegangkan. Coriolanus adalah judul dari film yang saya maksud. Disutradarai dan dibintangi oleh aktor kawakan Inggris yang biasa hadir tanpa hidung di layar lebar, Ralph Fiennes, Coriolanus menjelma menjadi sebuah tontonan drama perang modern yang puitis sekaligus ironis!

Caius Martius Coriolanus (Ralph Fiennes) adalah seorang jendral yang berperangai keras di Roma, ia dibenci rakyat banyak karena menjalankan kekuasaannya secara tirani. Walaupun begitu, Coriolanus sudah banyak berjasa bagi Roma, salah satunya adalah mempertahankan Roma dari serangan kaum Volsce yang dipimpin Jendral Tullus Aufidius (Gerard Butler). tapi Coriolanus dikhianati oleh pemerintah Roma sendiri, ia diasingkan dan memutuskan untuk balas dendam dengan cara bergabung bersama Aufidius dan menyerang negara yang selama ini dilindungi oleh darahnya sendiri.

Politik, korupsi, tirani, pengkhianatan dan cinta menjadi elemen penting yang membalut film yang berdurasi 120 menit ini. Siapa sangka, film ini benar-benar mengadaptasi total naskah Shakespeare, dialognya tetap disajikan apa adanya, dengan bahasa Inggris puitis yang susah dimengerti saya, beruntung saya menemukan subtitle Indonesia film ini, jadi bagi anda yang tidak paham bisa cari subtitle Indonesia film ini di subscene.com (thanks to kucing gaul dkk).

Selain bahasa sastra tingkat tinggi, kekuatan akting dua aktor utama film ini (khususnya Ralph Fiennes) menjadi daya tarik tersendiri. Dimana Ralph Fiennes masih terlihat kuat sekali dalam memerankan karakter-karakter antagonis, raut muka dan tatapan “Voldemort”-nya terasa sekali, sesuai dengan karakter yang diperankannya, jendral bertangan besi! Duel aktingnya dengan King Leonidas sangat memukau, baik itu duel secara fisik maupun duel secara ekspresif.

Jangan lupakan pergerakan kameranya yang mengeksploitasi ekspresi wajah tiap karakternya secara dramatis, Coriolanus berhasil menyajikan sebuah hiburan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai drama panggung yang terkesan jadul. Dan pada akhirnya, Coriolanus menjelma menjadi karakter yang dibenci sekaligus dikasihani. Ya, disini kita disuguhi kisah jatuh bangunnya seorang pemimpin keras, pemimpin tangan besi dan pemimpin yang empati tapi saya sendiri menjadi simpatik pada karakter Coriolanus, karena pada dasarnya, apa yang dilakukan dirinya hanyalah untuk Roma dan keluarganya semata.

Sebagai sutradara debutan, Ralph Fiennes melakukan tugasnya dengan baik, kalau boleh saya bilang tanpa cela. Coriolanus hadir tanpa membredel makna dari drama sang William Shakespeare. Tetap menarik dan tetap menyayat hati untuk ditonton, just enjoy this modern play of Coriolanus!

Rating: 3.5/5

2 thoughts on “Coriolanus (2011/UK)

  1. ane paling terkesan sama akting oma Vanessa di film ini…cara dia ngomong,gestur,sama pengaruhnya ke Coriolanus ga ada duanya deh!
    (masih heran akting sebagus itu,ajang award ga ada yg nglirik!)

    Like

    • itu yg gw juga heran, mungkin karena debut pertama si ralph fiennes kali ya dan mungkin karena ini salah satu karya shakespeare yg kurang populer dari romeo n juliet kali ya😀 tapi overall untuk debutan mah ini film keren banget, hampir tidak ada cela😀

      Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s