A Few Best Men (2011/UK)


The real “Fantastic Four”

Sangat disayangkan ketika mengetahui bahwa situs sebesar IMDB tidak mempunyai poster untuk film terlucu yang saya tonton bulan ini, atau mungkin tahun ini! Film yang saya maksud adalah film komedi Inggris berjudul A Few Best Men, datang dari penulis film komedi yang paling underrated tahun 2007, Death at a Funeral, kali ini Dean Craig membuktikan bahwa film ini adalah kombinasi epik dari The Hangover dan Wedding Crasher, dimana pendapat saya pribadi, A Few Best Men jauh lebih baik dan lebih mengocok perut dari kedua film tersebut.

Dengan formula yang hampir sama dengan Death at a Funeral, kita akan disuguhi sebuah seremoni yang bersifat sakral tapi menjadi kacau balau. David (Xavier Samuel) adalah seorang pria tulen Inggris yang baru saja bertemu dengan seorang wanita cantik nan menawan, Mia (Laura Brent) yang berasal dari keluarga politisi Australia. Mereka memutuskan untuk menikah cepat, dan karena David sudah tidak punya keluarga, maka ia mengajak tiga teman terbaiknya (atau terburuk), Tom (Kris Marshall), Graham (Kevin Bishop) dan Luke (Tim Draxl) untuk mendampingi dirinya di altar perkawinan nanti. Dan jika anda sudah pernah menonton Death at a Funeral (bukan yang remake) saya jamin anda akan tertawa sampai muntah dengan komedi dua benua ini.

Sederhana tapi mematikan! Ya, A Few Best Men merupakan menu spesial bagi anda yang menyukai komedi-komedi British, tapi kali ini, sang penulis, Dean Craig mengkombinasikan komedi British yang blak-blakan tersebut dengan budaya Australia yang konvensional, hasilnya adalah kegilaan yang sukses membuat saya tertawa berlinang air mata, sama persis ketika saya menonton Death at a Funeral beberapa tahun yang lalu.

Empat karakter utama di film ini mempunyai keunggulan masing-masing, tapi tetap hanya dipegang dua karakter kunci yaitu Tom dan Graham yang diperankan dengan sangat konyol oleh Kris Marshall dan Kevin Bishop. Mereka bagaikan dynamite duo yang siap membuat tawa penonton meledak-ledak. Kegilaan mereka dalam merusak acara perkawinan David bisa dibilang sangat natural, leluconnya tidak berlebihan tapi ditempatkan pada waktu dan momen yang tepat. Tunggu saja ketika Graham membacakan pidato sebagai the best man-nya David, dijamin anda yang terbiasa dengan komedi verbal ala British pasti akan tertawa terbahak-bahak melihat adegan tolol tersebut.

Dari mulai bandar narkotik akut hingga domba berbulu lebat yang melibatkan rekaman video, saya agak mencium ‘rasa’ The Hangover di film yang terkesan sangat indie ini, tapi hal tersebut ternyata salah, film ini bisa dibilang lebih tolol dan lebih lucu dari dua film The Hangover, walau banyak lelucon vulgar, tapi entah kenapa lelucon vulgar British lebih pas penempatannya daripada lelucon vulgar film Hollywood yang terlalu frontal.

Seperti Death at a Funeral, dari awal kita seperti diberi ‘teaser’ kegilaan apa yang bakal terjadi nanti, pelan-pelan film ini berjalan, tensi kekonyolan mulai dinaikkan hingga momen pernikahan David dan Mia, dan setelahnya, siap-siap lepas kendali karena kegilaan baru saja dimulai, kehadiran Tom dan Graham serta Luke sebagai wedding ‘destroyer’ bisa dikatakan sebagai tim perusak suasana terbaik tahun ini, total chaos!

Well, anda harus langsung menonton sendiri film ini, apalagi bagi anda yang suka dengan ‘black’ comedy dari Death at a Funeral, sudah waktunya anda melirik ‘white’ comedy ala A Few Best Men ini. Karena tidak bisa dipungkiri, sejauh ini, A Few Best Men menjadi film yang paling mengocok perut saya sepanjang tahun ini. Enough said, it’s a MUST see movie, total LOL!

Rating: 5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s