The Amazing Spider-Man (2012/Remake/US)


Forget Tobey, this is the new Spider-Man!

Hate to say, but I kinda like this reboot. Jika bicara soal superhero yang paling malang hidupnya, mungkin Peter Parker adalah superhero tersebut. Dia tidak punya ayah dan ibu, bahkan pamannya meninggal secara tragis, dia tidak populer di sekolah maupun kampusnya, dan kadang dia ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, bandingkan dengan Tony Stark yang terlalu superior dari segi finansial hingga fisik dan para wanita yang mengelilinginya. Bahkan jika dibandingkan dengan Bruce Wayne yang sama-sama anak yatim piatu, Peter Parker masih kalah karena ia bukan anak seorang pengusaha super kaya di Gotham.

Ironi tersebut yang membuat karakter Peter Parker paling “membumi” di dunia komik Marvel, paling berdekatan dengan kehidupan nyata, remaja yang tidak punya apa-apa selain kesedihan yang mendalam dan motivasi tinggi untuk menemukan jati diri di tengah kekuatan super yang tak sengaja ia temukan. Sepuluh tahun yang lalu, Sam Raimi berhasil memukau dunia dengan film superhero pertama Marvel yang paling sukses dan diikuti dengan sequel Spider-Man 2 yang bisa saya katakan film Spider-Man terhebat yang pernah saya tonton (lupakan Spider-Man 3!). Super villain Doc Ock, drama keluarga antara Aunt May dan Peter Parker yang mengharukan dan klimaks hubungan Peter Parker dengan Mary Jane Watson. Semua tersaji dengan sempurna di Spider-Man 2, dan semenjak muncul Spider-Man 3, saya hanya bisa berharap ada orang lain yang bisa membuat kisah si manusia laba-laba ini lebih bagus.

Terbukti di tahun ini, kehadiran Marc Webb yang notabene baru menyutradarai film romantis ‘indie’ yang lumayan booming di kalangan umum dan kalangan hipster, 500 Days of Summer, menjawab keluh kesah saya akan sequel terakhir Spider-Man 3 yang mengecewakan. Marc Webb menggantikan Sam Raimi dan membawa Alvin Sargent yang pernah terlibat di film Spider-Man 2 dan 3 serta James Vanderbilt yang pernah menulis di film Zodiac untuk membantu mengembalikan asal muasal si manusia laba-laba ini jauh ke masa SMA dimana belum ada Mary Jane Watson dan editor galak Daily Bugle, J.Jonah Jameson.

The Amazing Spider-Man menjawab rasa penasaran penonton yang sebenarnya sudah tertanam dari sepuluh tahun yang lalu, “Kenapa Peter Parker tinggal dengan paman dan bibinya?” Hal tersebut yang coba diulas oleh Marc Webb dkk, kemana sebenarnya orang tua Peter Parker (Andrew Garfield) yang ternyata masih ada hubungannya dengan super villain di film reboot ini, yaitu Dr. Connors (Rhys Ifans) yang menjadi The Lizzard. selebihnya tidak jauh berbeda dengan film Spider-Man pertama, dimana ada laba-laba ‘super’ yang menggigit Peter, kemudian konflik Peter dengan paman dan bibinya yang menyebabkan Uncle Ben (Martin Sheen) terbunuh, kemudian rasa dendam Peter kepada para penjahat jalanan yang membunuh pamannya dan tak lupa first love Peter di jaman SMA, Gwen Stacy (Emma Stone).

Jika dilihat memang tidak jauh berbeda, tapi The Amazing Spider-Man benar-benar memberikan “orgasme” total pada para penggemar setia komiknya, Peter Parker yang memang sebenarnya ‘cerewet’ ketika mengenakan kostum spidey diperankan dengan sangat baik oleh Andrew Garfield yang notabene adalah sosok Peter Parker jaman SMA yang paling pas di mata saya, walau sebenarnya tidak ada masalah dengan Tobey Maguire yang telah menghibur saya di tiga filmnya terdahulu, tapi kehadiran Andrew Garfield benar-benar menyita perhatian. Perilaku kikuk dan labilnya sebagai anak sekolah benar-benar terasa, hubungan malu-malunya dengan Gwen Stacy benar-benar seperti kisah roman picisan di FTV yang konyol tapi manis, semua hal tersebut tersaji dengan seimbang berkat kepiawaian Marc Webb yang memang jagonya membuat film drama romantis khusus anak muda, tidak terlalu cengeng tapi tidak terlalu di dramatisir juga.

Sebagai seorang Uncle Ben, Martin Sheen yang memang tidak kebagian jatah lebih lama di layar kaca tetap memberikan penampilan yang memorable dan menyentuh tentang hubungannya dengan Peter Parker. Walau tidak ada kata-kata “With Great Power comes with Great Responsibilty” tapi pesan legendaris tersebut tetap ‘tersampaikan’ dengan sempurna walau hanya lewat voice mail yang masuk ke Sony Ericsson Xperia milik Peter Parker.

Jangan lupakan unsur heroik yang mengharu biru yang selalu ada di tiga film terdahulunya kembali disajikan dengan sangat manis dan menyentuh disini. Adegan saling bahu membahu para pekerja konstruksi New York untuk memberikan “jalan langit” bagi Spider-Man yang terluka mengingatkan saya kepada adegan di Spider-Man 2 dimana ia berusaha menahan laju kereta yang lepas kendali dengan jaring-jaringnya. Intinya, momen heroiknya tepat, momen sedihnya tepat dan semua itu diiringi dengan scoring musik yang pas.

Tapi bukan tanpa uneg-uneg saya menonton The Amazing Spider-Man ini, total 25 menit dari berbagai trailer, teaser hingga TV spot film ini membuat saya tidak begitu terkejut lagi ketika menonton keseluruhan The Amazing Spider-Man, apalagi semua transformasi yang terjadi di film ini disajikan terlalu singkat, dimana perubahan Peter Parker menjadi Spider-Man, mendesain baju Spider-Man hingga menguji coba kekuatannya berjalan terlalu cepat. Ya kalau bisa dibilang, plot cerita The Amazing Spider-Man tidak jauh beda dengan plot cerita Spider-Man pertama, hanya saja ditambah dengan asal usul orang tua Peter Parker. Selebihnya adalah pembaharuan yang lebih kompleks dari versi pertamanya, teknologi 3D yang lebih eye-catching, lebih banyak adegan slow-motionnya, lebih banyak angle-angle dramatisirnya dan tentunya Spider-Man yang lebih cerewet tapi tetap keren seperti versi komiknya.

Well, seperti yang saya bilang diawal, hate to say, but I kinda like this reboot. The Amazing Spider-Man layaknya Batman Begins versi Marvel, rasa penasaran telah terjawab, dan semoga saja jika dibuat sequelnya, The Amazing Spider-Man bisa lebih bagus dari Spider-Man 2 yang saya kagumi. Well, The Amazing Spider-Man is the best appetizer before The Dark Knight Rises later, enjoy this spidey!

Rating: 4/5

One thought on “The Amazing Spider-Man (2012/Remake/US)

  1. Pingback: The Amazing Spider-Man 2 (2014/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s