The Cabin in the Woods (2011/US)


Just five clueless-teenagers who happen to die soon

Banyak cara untuk bersenang-senang, salah satunya adalah dengan cara pergi berlibur ke pondok tua di tengah hutan yang jauh dari jangkauan manusia bersama empat orang sahabat anda. Jika di film-film horor pada umumnya, skenario diatas pasti sudah bisa anda prediksi tanpa harus membaca script secara keseluruhan, tapi tidak dengan film horor terbaru yang ditulis oleh sutradara The Avengers, Joss Whedon, yang berjudul The Cabin in the Woods. Skenario diatas adalah premis utama film yang digadang-gadang sebagai the best horror movie of this year, nampak cemen bukan? Tapi ternyata saya terkecoh sama seperti pertama saya membaca tagline film ini di trailer perdananya, you think you know the story? Think again!

Lima orang muda mudi Amerika bernama Dana (Kristen Connolly), Curt (Chris Hemsworth), Jules (Anna Hutchison), Marty (Fran Kranz) dan Holden (Jesse Williams) merencanakan liburan akhir pekan dengan cara bertualang ke sebuah pondok tua yang terletak di tengah hutan. Seperti biasa, formula dalam film horor klasik adalah, selalu ada wanita yang bitchy (Jules), wanita ‘watados’ (Dana), pria yang sepertinya paling jago (Curt) pria yang ‘play-safe’ (Holden) dan pria bodoh yang senang mengisap ganja (Marty). Tapi tak disangka, keberadaan mereka berlima di pondok tua itu diawasi oleh dua orang karyawan kantoran bernama Sitterson (Richard Jenkins) dan Hadley (Bradley Whitford) yang mengamati mereka dari kantornya lewat layar monitor besar, mereka menantikan sesuatu yang mengerikan terjadi pada kelima muda mudi tersebut. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Reality show ala Hostel kah? Battle Royale kah? Ternyata jauh lebih gila dari itu semua.

Tagline film ini benar-benar membius saya sejak awal, karena yang saya lakukan adalah menerka-nerka apa sebenarnya hubungan dua karyawan paruh baya yang sepertinya agak konyol dan bertaruh sesuatu dengan kelima muda mudi yang terjebak di pondok tua dan dihantui sesuatu yang bisa mencabut kepala mereka. Tapi seiring waktu berjalan, Drew Goddard selaku sutradara berhasil mengaduk-ngaduk emosi saya pribadi yang sejak awal saya pikir film ini bakal menjadi film horor yang benar-benar ‘horor!’ Tapi ternyata kegilaan script yang ditulis Drew Goddard dan Joss Whedon berhasil membuat saya terpaku dan tertawa dan kadang tegang. Ya, The Cabin in the Woods benar-benar film horor yang menggabungkan semua elemen kegilaan dari mulai komedi, satir, sci-fi dan mistis, hiburan lengkap yang bisa membuat anda tertawa sekaligus teriak-teriak dalam waktu bersamaan.

Setelah baca dari sana sini, ternyata film ini merupakan proyek yang agak sedikit tribute terhadap film horor klasik tahun 80-an, The Evil Dead. Tidak aneh, unsur komedi dan satirnya terasa, film ini seperti menyindir film horor lain yang sudah terlalu cheesy dan pasaran. Drew Goddard dan Joss Whedon kembali ke formula horor klasik tapi dengan penambalan keren disana sini. Hasilnya adalah petualangan gila yang entah anda ingin melihat dari sisi yang mana, sisi para muda mudi yang kebingungan atau sisi Sitterson dan Hadley yang menurut saya dua karakter nomor dua yang paling menyita perhatian setelah Marty di film ini. Tonton saja nanti, maka anda akan mengerti kenapa tiga karakter tersebut menjadi karakter favorit saya dibandingkan si pemeran Thor yang gagah perkasa, totally freak!

Dengan porsi komedi yang pas, kengerian yang pas dan penampakan makhluk-makhluk mengerikan dari semua film horor termasuk koleksi makhluk mengerikan dari serial cult milik Joss Whedon, kita akan dibawa menyaksikan kegilaan film horor sebenarnya, apalagi ketika film ini mendekati akhir-akhir, tensi kegilaan dan kekacauan meningkat total, dan seperti kata mereka dari awal, you think you know the story? No, fuckin way! Think again, and enjoy the movie guys!

NB: Tidak ada yang membuat saya bahagia ketika menonton sebuah film yang mengasyikan dari awal sampai akhir dan ditutup dengan lagu ‘Last’ milik Nine Inch Nails di closing credit. Drew Goddard dan Joss Whedon, kalian memang juara!

Rating: 4/5

3 thoughts on “The Cabin in the Woods (2011/US)

    • kalau bisa dibilang genrenya hampir sama kaya evil dead yg jadul, dan ya bisa dibilang setelah sekian lama, film ini lumayan jadi penyegaran kalau km bosen ma film horor mockumentary yg itu2 aja, intinya nonton the cabin in the woods itu menghibur banget, feel teriak teriak ma ketawanya dapet bgt😉

      Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s