The Dictator (2012/US)


Aladeen with his “virgin” soldier

Setelah menjadi seorang jurnalis polos dari negeri antah berantah dan seorang desainer gay nyentrik, kini Sacha Baron Cohen kembali lagi menjadi seorang diktator sinting dari negeri antah berantah fiktif bernama Aladeen. Sacha Baron Cohen memang terkenal dengan peran-perannya yang terlalu brutal di mata penonton film awam, oleh karena itu, jika anda tidak terbiasa dengan lelucon gila, vulgar, rasis dan lebih vulgar lagi, saya sarankan untuk lewati film ini. Tapi kalau anda penasaran, The Dictator yang disutradarai oleh Larry Charles yang menyutradarai Borat dan Bruno juga boleh anda cicipi, tapi tanggung sendiri akibatnya, karena bisa jadi anda jijik, bisa jadi anda terhibur seperti saya, he-he.

The Dictator menceritakan seorang diktator negara wadiya bernama Aladeen (Sacha Baron Cohen) yang sejak lahir sudah menjadi seorang pemimpin kontroversial, ditemani penasihat terpercayanya, Tamir (Ben Kingsley), Aladeen mempunyai niatan untuk mengebom Israel dengan rudal yang didesain insinyur andalannya bernama Nadal (Jason Mantzoukas). Tapi seperti biasa, Amerika datang dan mengkonfrontir tindakan Aladeen dan berusaha untuk membuat negara Wadiya merasakan “demokrasi” ala Amerika, ditengah kericuhan tersebut Aladeen bertemu dengan gadis amerika tulen yang idealis bernama Zoey (Anna Faris), dan dari situlah Aladeen belajar apa arti demokrasi sebenarnya.

Percayalah, ceritanya tidak akan berjalan semulus sinopsis yang baru saja saya berikan, film ini dimulai dengan ciri khas kegilaan film-film Sacha Baron Cohen pada umumnya. Ceritanya nyeleneh, storylinenya kacrut tapi beruntung lelucon-leluconnya tetap mengocok perut saya, apalagi ketika Aladeen ‘berduet’ dengan Nadal, bisa dibilang momen paling tolol dan paling kasar yang ada di film ini adalah ketika Aladeen dan Nadal saling ‘bertukar pendapat’, dimulai dari lelucon 9/11 di helikopter hingga lelucon rasis di pemakaman, harus diakui, saya tertawa sampai mengeluarkan air mata alias menangis!

Tapi bisa dibilang cerita-cerita yang selalu ada di film Sacha Baron Cohen selalu menyindir apapun itu yang terjadi di Amerika, entah benar entah tidak, semua kebodohan dan ketololan sistem pemerintahan Amerika selalu digaris bawahi di setiap film-filmnya. Tapi kalau ditilik lebih jauh, sebenarnya lelucon Sacha Baron Cohen tidak mengenal ras dan agama, mungkin hampir semua makhluk hidup di muka bumi ini menjadi bahan leluconnya, entah jenius entah sinting.

Ya, jangan pernah menganggap serius film-film Sacha Baron Cohen, apalagi film terbarunya ini yang mengangkat isu yang lebih sensitif di dunia politik. Saksikan saja perilaku random yang dilakukan Sacha Baron Cohen sepanjang film ini berjalan, dan harus saya akui, walau tidak menjadi film yang lucu secara keseluruhan, beberapa leluconnya tetap membuat saya tertawa terbahak-bahak. Bertindak rasis memang enak, tapi jangan sampai anda aplikasikan kedalam kehidupan nyata, hanya Sacha Baron Cohen yang bisa melucu tentang ras tanpa dihujat oleh lembaga kemanusiaan, he-he.

Overall, untuk sebuah film komedi, The Dictator cukuplah menghibur saya, apalagi ada beberapa cameo yang turut menghiasi film gila ini. Yes, enjoy the sick jokes from Sacha Baron Cohen guys!

Rating: 3/5

2 thoughts on “The Dictator (2012/US)

    • bruno emang agak diluar batas becandanya, agak aneh gw juga, hahaha… tapi the dictator ini sih gak jauh jauh dari kedua film sebelumnya, cuma jokes racisnya nampol abies, ya mau gmn lagi, emang cuma itu jualan dari film ini ;P

      Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s