The Expendables 2 (2012/US)


Good one lads!

Dua tahun yang lalu, Sylvester Stallone berhasil mengajak para aktor jagoan berbadan kekar untuk bermain di film action ambisiusnya, The Expendables! Tidak tunggu lama, semenjak hype film pertamanya, sekuel pun langsung hadir di tahun ini, rilis sebelum hari kemerdekaan Indonesia, nampaknya The Expendables 2 adalah film kemerdekaan “non-official” rakyat Indonesia, karena ketika film ini diputar, satu bioskop terisi penuh! Bukan tanpa alasan, The Expendables 2 adalah sebuah menu utama bagi para penikmat film aksi, apalagi film aksi tahun 80-an, jaman ketika ayah saya mengenalkan karakter-karakter bad-ass seperti Bruce Willis, Arnold, Chuck Norris hingga Rambo. Maka kehadiran The Expendables dua tahun lalu, dengan kualitas yang biasa saja, lumayan memuaskan dahaga para pecinta film aksi. Tapi jangan khawatir, kehadiran The Expendables 2 bakal memuaskan kamu yang masih belum puas dengan film pertamanya, karena bisa dibilang sekuelnya lebih baik dari film pertamanya.

Para anggota The Expendables tidak banyak berubah dari film pertamanya, bahkan salah satu anggotanya harus ada yang pamit duluan. Masih ada Barney (Sylvester Stallone), Christmas (Jason Statham), Yin Yang (Jet Li), Gunner (Dolph Lundgren), Caesar (Terry Crews), Toll (Randy Couture) dan sniper baru bernama Billy (Liam Hemsworth). Ketika mereka selesai “menginvasi” sebuah kampung kecil di Nepal demi menyelamatkan seorang milyuner dan kawan lama Barney yang sebentar lagi juga bakal hadir di layar lebar, Trench (Arnold Schwarzenegger). Barney mendapat tugas baru dari Church (Bruce Willis) untuk mengambil paket penting di Albania, meluncur ke Eropa, Barney dkk malah dikonfrontir oleh grup tentara bayaran lain yang dipimpin penjahat beraksen Belgia, Vilain (Jean-Claude Van Damme) dan anak buahnya yang terlihat sangar, Hector (Scott Adkins). Terkejut karena kehadiran Vilain dan pasukannya, Billy menjadi tumbal tendangan memutar legendaris Vilain. Maka tanpa basa basi, Barney yang marah karena partnernya terbunuh, melakukan pembalasan dendam terhadap Vilain, perang antar para jagoan berotot pun pecah saat itu juga.

Mau tidak mau, suka tidak suka, saya akan selalu menantikan film-film aksi seperti ini, Sylvester Stallone sudah sadar bahwa di umurnya yang sudah tidak muda lagi ia tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Sehingga kursi sutradara dialihkan ke Simon West yang telah membuat film aksi legendaris lainnya, Con Air dan yang terakhir dibintangi Jason Statham juga, The Mechanic. Hasilnya adalah film aksi yang seru dan menyenangkan, lebih berwarna dari film pertamanya, walau tanpa kehadiran Mickey Rourke dan Jet Li yang pamit duluan di awal film, The Expendables 2 tetap action-packed! Apalagi kembalinya Bruce Willis, Arnold hingga sang lonewolf, Chuck “Booker” Norris yang justru malah komikal dan menjadi icon paling “koboi” di film ini. Bisa dibilang The Expendables 2 jauh lebih bagus dari pendahulunya.

Menyatukan aktor-aktor laga lawas dan modern itu bukanlah perkara sepele, maka saya salut pada keinginan mulia Sylvester Stallone untuk memberikan hiburan action sesungguhnya kepada masyarakat pecinta film action brainless seperti saya. Saya tidak butuh plot dan dialog cerdas dari film ini, karena memang itulah tujuannya, untuk bersenang-senang dan menyaksikan para jagoan dari Terminator, Die Hard, Blood Sport, The Punisher hingga rambo menembakkan senjata yang mempunyai amunisi tidak terhingga pada musuh-musuhnya. Kehadiran Van Damme juga lumayan iconic dan menyeramkan, sayang sekali, jatahnya tampil di layar hanya secuil, tidak sebanyak yang saya kira, apalagi adegan pertarungan finalnya dengan Sylvester Stallone, kurang begitu menggigit, karena terlalu sebentar dan variasi jurusnya kurang banyak. Masih lebih banyak Jason Statham ketika melawan Scott Adkins, bahkan Jet Li pun mendapat porsi lebih banyak di paruh pertama (mungkin karena memang hanya sebentar juga munculnya).

Tapi yang jelas, film kedua ini sangat menghibur, lelucon garing Dolph Lundgren dan penampilan keren sekaligus konyol dari Chuck Norris memberikan warna tersendiri sebagai penyeimbang karakter Barney yang nampaknya karakter paling serius dari awal hingga akhir (karena tidak pernah memasang tampang senang). Bahkan saking terkesima dengan adegan-adegan konyol Chuck Norris dan Arnold, saya hampir lupa kalau ada karakter wanita oriental seksi di film ini yang terkubur diantara testosteron Terry Crews yang super besar.

Simon West tahu bagaimana menyajikan film action yang eksplosif dan menghibur, The Expendables 2 adalah buktinya, dan jika memang mau dibuat sekuelnya, saya berharap Steven Seagal bisa menjadi villain baru yang lebih berkarakter, dan saya harap adegan pertarungan tangan kosongnya lebih diperbanyak, karena saya sudah cukup melihat ledakan dan peluru berhamburan di setiap permukaan layar bioskop. Apapun ceritanya, jika Sylvester Stallone dkk membuat film ini lagi, saya pasti akan menontonnya, well, kalau kamu merasa pecinta film action, sangat gila kalau sampai melewatkan The Expendables 2, enjoy!

Rating: 3.5/5

2 thoughts on “The Expendables 2 (2012/US)

  1. Pingback: Escape Plan (2013/US) | zerosumo

  2. Pingback: The Expendables 3 (2014/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s