Friends with Kids (2011/US)


Well, let’s do it!

Sebenarnya saya mempunyai kegiatan rutin dalam menonton film, yaitu selalu menyempatkan menonton film-film rom-com cheesy Hollywood ala FTV Indonesia sebagai agenda rutin yang masuk waiting list tontonan saya, bukan untuk apa-apa, tapi untuk menyeimbangkan otak dan menumbuhkan rasa kesadaran bahwa film adalah sebuah hiburan “cheesy” yang menyenangkan, apalagi jika ceritanya klise. Jauh-jauh sebelum menonton film berjudul Friends with Kids ini saya tidak memasang ekspektasi apapun, karena 100% saya yakin film ini adalah versi dewasanya dari Friends with Benefits, atau film-film ‘friendzone’ lain yang dibintangi aktor dan aktris super menarik dan hot yang tidak akan melewatkan hubungan intim sedetikpun. Tapi ternyata, setelah menonton film yang disutradarai oleh pemeran utamanya juga, Jennifer Westfeldt, pandangan saya berubah, Friends with Kids bukanlah film rom-com sembarangan!

Dimulai dengan cerita sepasang sahabat bernama Jason (Adam Scott) yang playboy dan penggemar wanita toge, dan Julie (Jennifer Westfeldt), seorang wanita yang masih belum juga menemukan kekasih impian, kemudian mereka berkumpul bersama dua pasang sahabat dekatnya, Ben (Jon Hamm), Missy (Kristen Wiig), Leslie (Maya Rudolph) dan Alex (Chris O’Dowd) yang sudah berkomitmen dan mempunyai anak, hal tersebut merubah sudut pandang Jason dan Julie tentang berkeluarga. Jason dan Julie melihat pernikahan dan proses mengurus anak itu tidaklah semenyenangkan yang orang bayangkan, terlihat dari dua pasang sahabatnya yang berubah total ketika sudah menikah dan mempunyai anak. Tapi jason dan Julie ingin sekali mempunyai anak tanpa melewati fase ‘rusuh’ yang dialami dua pasang sahabatnya. Maka mereka memutuskan berhubungan intim, mempunyai anak, tapi diri mereka tidak terikat dalam sebuah pernikahan. Yang akhirnya menuju ke sebuah pemahaman bahwa film ini akan berakhir dengan ending yang super duper cheesy dan klise.

Saya memang tidak begitu terkejut melihat ending film ini mau dibawa kemana, tapi yang saya salut adalah bagaimana seorang Jennifer Westfeldt menuturkan cerita romantisnya tanpa seklise film-film rom-com lainnya yang mempunyai pola yang terlalu basi. Bisa dibilang film ini seperti film anti-rom-com yang mempunyai formula bagus diawal hingga paruh terakhir. Hubungan Jason dan Julie terlihat sangat natural dan blak-blakan, tidak ada yang berlebihan, malah sisi hangat dari maksud ‘keluarga’ yang diinginkan Jason dan Julie diekspos dengan begitu mendalam, bukan hanya “proses” membuat anaknya saja yang biasa ditonjolkan di film-film rom-com bertema sejenis. Disini justru kita akan dibawa ke sebuah pola pemikiran sepasang sahabat yang yakin bahwa mereka bisa membesarkan seorang anak tanpa harus mengalami yang namanya ‘ribut’ karena masalah sepele karena beban mempunyai anak yang tinggi.

Tapi letak jeniusnya adalah, ketika Jason harus dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa hubungan menguntungkan seperti ini, tidak akan membawa hasil positif pada anaknya ketika sudah beranjak besar nanti. Drama dan konflik disuguhkan secara bertahap, rapih walau dengan editing yang menurut saya masih sangat amatir (alias berantakan), tapi ceritanya benar-benar tertata rapih dari awal hingga akhir-akhir setidaknya sebelum berubah menjadi film rom-com cheesy lagi. Tapi saya salut dengan effort seorang Jennifer Westfeldt yang terbilang debutan dalam menyutradarai film rom-com simple ini, penuh dengan dialog-dialog blak-blakan, frontal dan menggelitik, bahkan penampilan Megan Fox yang seharusnya ‘mencuri’ perhatian bisa dibilang tertutup oleh kharisma Jennifer Westfeldt yang kalau mau dibandingkan soal daya tarik masih jauh dengan Megan Fox.

Bukan sesuatu yang membosankan seperti yang saya kira diawal, Friends with Kids memberikan cerita yang sepertinya ingin memberi tahu penonton bahwa hubungan mutual antara sepasang insan manusia itu tidak selalu manis, tapi penuh dengan cobaan dan pemikiran jauh kedepan, bahwa suatu saat kita akan tua, dan hanya keluargalah satu-satunya yang akan menerima kita apa adanya. Membuang jauh segi hura-hura dari hubungan Friends with Benefits dan menambah pelajaran hidup bahwa berkeluarga bukanlah sesuatu yang buruk jika ditangani dengan sukacita.

Saya suka film ini, sebuah rom-com sederhana yang memberi sudut pandang berbeda tentang hubungan menguntungkan, otomatis film ini mempunyai nilai lebih dari rata-rata rom-com modern kebanyakan yang mempunyai cerita yang susah berkembang (alias susah move-on). Bravo untuk Jennifer Westfeldt yang berhasil menyuguhkan film perdana yang manis dan Jon Hamm yang entah kenapa seperti kloningan dari Michael Fassbender, he-he. Well, if you like smart rom-com, you must like this movie, enjoy!

Rating: 3.75/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s