Being Flynn (2012/US)


Yes, I don’t have superpower

Paul Dano, aktor muda kelahiran New York ini pertama kali mencuri perhatian saya ketika memerankan remaja muda yang depresif di film indie memorable, Little Miss Sunshine. Setelah itu, Paul Dano makin bersinar, apalagi ketika ikut ambil peran di film There Will Be Blood. Tidak bisa disangkal, Paul Dano adalah salah satu aktor muda yang selektif dalam memilih film-film yang akan dibintanginya, bisa dibilang ‘the next’ Leonardo DiCaprio mungkin. Maka tahun ini, sebelum saya menonton Looper, saya berkesempatan menonton film drama low budgetnya bersama Robert De Niro yang berjudul Being Flynn, disutradarai oleh Paul Weitz dan naskahnya ditulis oleh Nick Flynn. Ya, film ini adalah film yang diangkat dari kisah nyata sang penulisnya sendiri, Nick Flynn.

Kehidupan Nick Flynn (Paul Dano) berubah total ketika ia tiba-tiba bertemu ayahnya kembali, Jonathan Flynn (Robert De Niro) setelah 18 tahun lamanya. Apalagi ayahnya muncul di tempat penampungan para gelandangan di pinggiran kota, dimana disitu juga Nick bekerja menjadi relawan. Maka Nick dan Jonathan berusaha untuk menata lagi kehidupan yang telah tertinggal 18 tahun lamanya, tanpa ibunya yang sudah meninggal, Nick mempunyai banyak pertanyaan untuk ayahnya yang mengaku-ngaku sebagai seorang penulis novel klasik Amerika berkualitas, kenapa ia menghilang dan tiba-tiba muncul seperti tidak terjadi apa-apa?

Jelas Being Flynn adalah film yang mengandalkan kekuatan akting dari Robert De Niro dan Paul Dano. Mereka dapat dikatakan adalah dua aktor watak yang mewakili generasinya masing-masing, kehadiran Paul Dano memerankan pria yang hilang arah dan belum mempunyai tujuan ditampilkan dengan sangat gemilang, dari mulai kecanduannya pada narkoba, minuman keras hingga sifat emosional yang menurun dari ayahnya, Paul Dano terlihat seperti anak sungguhan dari karakter yang diperankan Robert De Niro.

Sama halnya dengan Robert De Niro, setelah penampilan ‘standarnya’ di Red Lights, di film ini kita akan menyaksikan akting sesungguhnya dari Robert De Niro di usianya yang sudah tidak muda lagi. Berpenampilan layaknya seorang gelandangan yang keras kepala, berperilaku kasar sampai rasis karena yakin bahwa dirinya adalah seorang penulis handal, Robert De Niro justru menjadi figur yang paling memorable di film ini. Like father like son, chemistry keduanya terjalin dengan sangat mulus, mengalir sampai akhir film ini.

Pada akhirnya, kita sebagai manusia yang berprofesi biasa atau seorang penulis hebat sekalipun adalah suatu masterpiece yang masih dalam proses. Mungkin Jonathan membutuhkan waktu seumur hidupnya untuk menemukan bakat asli dalam dirinya, hanya saja sifat buruknya menghalangi jalannya sendiri, beda halnya dengan Nick yang telah sadar bahwa dirinya memang seorang penulis, tapi bukan penulis seperti ayahnya. Hal itu tidak mungkin terjadi jika Nick dan Jonathan tak bertemu. Ya, kadang kita butuh seseorang untuk mengeluarkan potensi terbaik dalam diri kita, dan jika memang kita tidak punya, mungkin tuhan menunjukan jalan lain dengan mengeluarkan potensi tersebut pada orang yang kita sayangi.

Sebuah drama ayah anak yang lumayan menyentuh, hingga saya melupakan kehadiran Julianne Moore dan Olivia Thirlby yang menjadi pemanis di film ini saking terpaku pada hubungan Jonathan dan Nick yang banyak mengorbankan perasaan. Seperti tagline film ini, we’re all works in progress. Well enjoy this low budget drama with high quality story.

Rating: 3.5/5

4 thoughts on “Being Flynn (2012/US)

  1. kecewa ah sama film ini..pengen liat Julianne Moore ,,ternyata perannya dikit bgt…TT
    Paul Dano emang bgus…di There will be Blood juga dpet bgt tuh jd evangelis nyebelin,tapi kayanya mukanya aga aneh kali ya..hehe jadi kurang populer gmna gtu orgnya

    Like

    • paul dano emang tipikal the next aktor watak kayaknya, aneh sih emang, tp justru jadi ciri khas dia, makanya gw suka, justru gw suka pertama kali gara2 little miss sunshine :D… ya anda belum beruntung menyaksikan julianne moore lebih banyak disini😛

      Like

      • yup semoga aja…klo ane bilang sih mungkin kaya sean penn gitu kali,secara muka ga ‘good-looking’,hehe…sejauh ini sih pilian karirnya uda bner..

        hehe, ane sbg fans Julianne kecewa aja kirain bakal eksis dia disini, ternyata…pergi untuk slamanya..^^

        Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s