Frankenweenie (2012/US)


Rise you mutha-fucka!

Frankenweenie adalah film terbaru dari sutradara yang terkenal dengan film-film dark, gothic, gloomy dan freaknya, Tim Burton. Kali ini dalam bentuk animasi, dan tanpa dibintangi aktor dan aktris langganannya, Johnny Depp dan Helena Bonham Carter. Dilihat dari judulnya, anda pasti familiar kalau film ini adalah sebuah tribute untuk film horor klasik tahun 1931 yang berjudul Frankenstien. Malahan, film ini adalah remake dari film pendek Tim Burton berjudul sama yang rilis tahun 1984, bisa dibilang yang dulu masih versi beta, dan yang baru saya tonton ini sudah versi final (peduli amat).

Ceritanya sangat sederhana, karena film ini dasarnya adalah film anak-anak yang dibalut dengan gaya penyutradaraan Tim Burton yang serba dark, gothic, freak dan hal-hal suram lainnya. Kisah dimulai dari seorang anak bernama Victor (Charlie Tahan) yang mempunyai anjing kesayangan bernama Sparky, bagi dirinya, Sparky adalah segalanya, tapi bagi teman-teman sekolahnya, Victor adalah ‘ultra gay’ yang entah mengapa lebih memilih bermain dengan anjingnya daripada dengan temannya sendiri. Hingga suatu saat, Sparky tewas dalam kecelakaan lalu lintas, Victor sedih bukan kepalang. Tapi karena sudah cinta, Victor berniat menghidupkan Sparky dengan mempraktekan pelajaran science yang diajarkan oleh gurunya yang tidak kalah freak dari teman-teman Victor, Mr. Rzykruski (Martin Landau). Dengan bermodalkan sambaran petir, Sparky hidup kembali, masih menggemaskan tapi dengan penampilan mengerikan.

Tidak lama setelah itu, percobaan atheis Victor terbongkar oleh teman-teman sekolahnya, tapi bukannya dinasehati, teman-teman Victor malah mempraktekan cara tersebut untuk menghidupkan kembali hewan-hewan peliharaan yang telah mati. Bisa ditebak, chaos terjadi di kota kecil bernama New Holland tersebut. Kurang lebih seperti itu premis singkat (yang terlalu panjang) dari film terbaru garapan Tim Burton ini. Dan kalau anda mau tahu pendapat saya, Frankenweenie adalah film kedua setelah Total Recall (yang terbaru) yang berhasil membuat saya ketiduran di bioskop, entah karena waktu itu saya kecapean, entah karena filmnya memang film untuk anak-anak atau entah sudah berapa kali saya melihat template film-film Tim Burton yang sama seperti ini sehingga tidak ada yang istimewa lagi bagi saya.

Apapun alasannya, Frankenweenie merupakan sebuah film animasi yang kalau saya bilang juga tidak begitu cocok untuk anak-anak yang masih terlalu kecil, tapi untuk orang seusia saya juga sudah tidak terlalu menarik lagi. Apalagi dengan tone yang sangat Tim Burton, seperti saya baru menonton film Dark Shadows sebelum menonton Frankenweenie, saking keduanya mempunyai tone yang sama. Yang menarik (dan membuat saya terbangun) tentu saja ketika film ini mau berakhir, melihat kegilaan hewan-hewan yang berubah menjadi monster setidaknya lumayan memberikan hiburan tersendiri, apalagi ada satu hewan milik teman Victor bernama Toshiaki (James Hiroyuki Liao) yang berubah menjadi seukuran Godzilla, I see what u did there Burton.

Well, sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial dari Frankenweenie, sama seperti ketika saya menonton Dark Shadows di bioskop, dibilang menghibur juga tidak begitu, tapi kalau anda mau menonton film ini bersama buah hati anda sih boleh-boleh saja, mungkin saja anak anda bakal menyukai hewan hybrid antara kucing dan kelelawar di film ini, diantara lucu dan sedikit disturbing, semua terserah anda. Ya, cukup untuk film-film Tim Burton, sekarang saya mau mencari film-film yang ceria dulu, enjoy!

Rating: 2.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s