Skyfall (2012/UK)


Where’s my weapon? The one that can make a hole in your head

James Bond is back! Setelah penantian lama, kini para fans berat agen MI6 nomor satu Inggris ini bisa menyaksikan kembali kehebatan Daniel Craig yang untuk ketiga kalinya dipercaya menjadi James Bond. Masih tetap dengan imej brutal dan dingin, jauh dari para pendahulunya, Daniel Craig yang sudah berusia 43 tahun tetap memukau saya yang seperti kehabisan nafas menonton film yang berdurasi lebih dari dua jam ini. Ya, film ini sangat panjang, tapi anehnya, saya tidak merasa bosan sama sekali, in fact, saya terpaku dan terpaku di kursi bioskop melihat alur cerita ‘jatuh-bangun’ James Bond yang diarahkan dengan sangat baik oleh Sam Mendes selaku sutradara yang memang menyukai film-film James Bond dari masa ke masa.

Dibuka dengan opening scene yang mengingatkan saya dengan dua film pendahulunya, Casino Royale dan Quantum of Solace, Sam Mendes berhasil membuat saya ‘ngos-ngos-an’ melihat aksi kejar-kejaran Bond di langit-langit perumahan kumuh Turki yang semrawut dengan menggunakan motor trail, disusul dengan sedikit adegan baku hantam dan kegilaan diatas kereta, dari menit awal penonton sudah diberi tanda, bahwa James Bond tidak akan kembali lagi ke pakem sebelum era Casino Royale. Tetap setia dengan adegan aksi yang mendebarkan tanpa henti tapi juga tidak melupakan sisi feminin dari para Bond girls-nya.

Setelah adegan spektakuler di opening scene film ini (dan satu lagu pembuka dari Adele) barulah kita dibawa ke pokok permasalahan yang terjadi di Skyfall. MI6 ternyata sedang berperang melawan teroris, yang dibekali dengan kemampuan hacking tingkat dewa, dan dengan mudahnya meledakan kantor M (Judi Dench) dan membuat mereka harus pindah kantor sementara. Maka Bond ditugaskan untuk mencari dalang dibalik terorisme digital dan fisikal ini, yang ternyata ditukangi oleh seorang pria berambut pirang dan sedikit ‘menyeramkan’ bernama Silva (Javier Bardem). Bukan pekerjaan mudah bagi Bond untuk menangkap villain yang agak ‘kemayu’ tapi sinting ini, karena Silva yang bisa dibilang mempunyai ‘negara’ sendiri bisa menginfiltrasi London dan kantor MI6 dengan begitu mudahnya, bagaikan Joker yang bisa memporakporandakan Gotham di The Dark Knight (TDK) dalam hitungan hari.

Bukan tanpa alasan, tapi ketika Sam Mendes mengaku bahwa Skyfall sangat terinspirasi dari film Batman epik buah karya Christopher Nolan, TDK, saya seperti menonton film TDK tapi dengan template lebih real dan lebih simple. Ya, James Bond harus berhadapan dengan musuhnya yang mempunyai perilaku ‘unik’ nan sinting (seperti Joker) dan bisa dibilang jenius (seperti Bane) tapi mampu menghadapi Bond yang susah payah bangkit dari kematian dengan style-nya tersendiri. Javier Bardem memang harus diacungi jempol, karena penampilan uniknya sebagai penjahat sudah bisa jadi jaminan mutu, mungkin anda ingat dengan film No Country for Old Men, sama-sama dengan gaya rambut yang konyol tapi mampu membuat orang disekitarnya bergidik ketakutan.

Lalu apa yang membuat Skyfall dipuji banyak kritikus atau setidaknya dipuji semua orang yang sudah menonton film ini? Skyfall, sebagai peringatan 50 tahun James Bond di jagad spionase, telah berhasil mengembalikan elemen-elemen niche yang akan mengingatkan anda pada film James Bond klasik, bisa dibilang Skyfall adalah film James Bond modern yang tidak meninggalkan ciri khas klasiknya. Dari mulai pistol Walther PPK, Aston Martin DB5, hingga kehadiran Q (Ben Whishaw) dan Eve/Moneypenny (Naomie Harris) telah membuat fans James Bond diseluruh dunia bersorak sorai, karena inilah James Bond yang mereka inginkan, setidaknya untuk penonton film action modern saat ini, dan setidaknya untuk saya pribadi.

Hal-hal tersebut yang membuat saya terpaku di depan layar lebar, inilah film James Bond yang berimbang. Walau dengan trademark TDK dimana-mana, tapi Sam Mendes berhasil menyajikan itu semua dengan rapih, tetap enak ditonton tanpa terlihat dipaksakan, ditambah dengan sinematografi apik yang bisa membuat anda membuka mulut lebar-lebar ketika menonton film ini di IMAX, Skyfall adalah film action James Bond yang menghibur, walau porsi kehadiran para wanita-wanita cantik dikurangi, khususnya Sévérine (Bérénice Marlohe) yang hampir membuat saya mimpi basah, hal tersebut tidak jadi masalah, karena Skyfall tetap menyajikan film James Bond yang menghibur, baik dari segi aksi maupun segi spionase yang terlihat rumit padahal tidak.

Akhir kata, Skyfall merupakan titik baru bagi film James Bond kedepannya, ditandai dengan kehadiran Ralph Fiennes dan regenerasi para karakter di filmnya dan sedikit ironi yang terjadi di film ini, Skyfall adalah film aksi yang lengkap dan menghibur dari segala aspek, jajaran cast yang mumpuni (apalagi Javier “Silva” Bardem), spesial efek yang rapih, sekuen-sekuen aksi yang spektakuler, pengembangan karakter yang terjaga hingga gambar panoramik yang membius. Well, James Bond will back definitely, enjoy the best spy movie of this year guys!

Rating: 4/5

6 thoughts on “Skyfall (2012/UK)

  1. Hai, saya dari Muvila.com boleh minta kontak emailnya gak? Kita mau kumpulin database movie blogger untuk kita undang ke acara kita yang terdekat untuk movie blogger. Langsung aja ya mention ke @nizarland atau email ke nizar@muvila.com biar saya bisa responnya cepet. Thanks anyway🙂

    Like

  2. Pingback: Christoph Waltz dalam Film James Bond Terbaru | zerosumo

  3. Pingback: Kingsman: The Secret Service (2015/UK) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s