Report from “Pertama Kali” Screening (2012)


Pertama Kali

“First love is a little foolish and a lot of curiosity”

George Bernard Shaw

Lega rasanya ketika film “Pertama Kali” selesai dan lebih lega lagi rasanya ketika film fiksi indie pertama saya bersama partner in crime saya, Myrdal dan Artlen diputar di depan umum alias di screening-kan. Tidak ada yang bisa menandingi rasa senang ketika selesai mempertontonkan sebuah karya yang sudah dibuat dengan susah payah dengan segala keterbatasan yang ada di muka umum. Kritik dan pujian bermunculan dari para pengunjung yang datang, mostly all about everything, but big thanks for that, bukan mengkambinghitamkan sebuah idiom “namanya juga baru pertama”, tapi saya pribadi sadar memang masih banyak yang kurang dari film berdurasi 20 menit ini, tapi saya puas dan saya senang, karena dari sini saya bisa belajar banyak tentang dunia yang sudah saya kagumi sejak lama.

Membuat film memang tidak mudah, apalagi mentransfer ide-ide liar saya supaya bisa diterjemahkan oleh Myrdal selaku sutradara, hal tersebut bukanlah perkara gampang, tapi saya bangga, karena dengan tim yang seadanya, kita bisa membuat sebuah karya yang setidaknya membuat 50% pengunjung yang datang ketika screening film ini puas. Hal tersebut akan menjadi catatan pribadi saya kalau misalkan Tuhan memberi jalan kepada saya untuk berkarya di bidang ini, jika tidak pun, saya akan kembali menjadi penikmat film dengan catatan pernah membuat satu film yang mendekati bayangan saya.

Ide “Pertama Kali” lahir jauh-jauh hari, dan secara tidak langsung ada beberapa hal yang membuat ide pertama kali ini lahir, salah satu diantaranya adalah ketika saya menonton film horor indie milik Ian Salim di dunia maya yang berjudul Yours Truly beberapa tahun kebelakang. Saya lumayan suka, bahkan saya sempat menulis review film tersebut yang langsung dikomentari oleh bung Ian Salim-nya langsung. Saya merasa terhormat dan senang, apalagi ternyata saat itu banyak sekali movie blogger yang kemudian beruntun menulis review Yours Truly seperti yang saya tulis.

Berangkat dari hal tersebut, saya terpacu untuk membuat sebuah film fiksi pendek, dengan beberapa pemanasan seperti film dokumenter indie The Flutist dan video klip dari Reliv yang dibesut oleh saya dan Myrdal, kita memutuskan untuk merealisasikan ide ini, dibantu oleh Artlen, maka rumah produksi sederhana kita, 2 a.m. pictures bertransformasi menjadi 3 a.m. pictures.

Kenapa film romantis dan film percintaan? Saya sendiri pernah menulis naskah film action yang akhirnya terkubur di dalam data-data lama saya karena dibilang terlalu mustahil oleh beberapa teman saya, ha-ha. Ya, dana menjadi kendala nomor satu tentu saja, maka film bombastis seperti itu tidak mungkin terlaksana dengan mudah. Lalu kenapa saya tidak membuat saja sebuah cerita drama romantis yang tetap bisa membuat ‘mind blown’? So, “Pertama Kali” happen! Hanya butuh sehari penuh, draft kasar dari “Pertama Kali” rampung, tidak mau mengekor trend sekarang yang didominasi oleh genre horor, thriller dan slasher, saya berambisi untuk menyajikan sebuah film drama romantis pendek yang diharapkan ceritanya bakal tetap membuat penonton shock! He-he.

Proses produksi film ini berjalan sehari saja, dengan meminimalisir segala pengeluaran dan tenaga, rasa terima kasih paling besar saya ucapkan kepada para cast dan crew yang sangat membantu banyak dari awal hingga selesainya film ini. Para pemain yang gemilang, Amy, mojang Bandung bertalenta tinggi ini ternyata rumahnya tidak jauh dari saya, where have you been? Ha-ha. Pradipta alias @akarliar, bujang Bandung ini ternyata adik kelas Myrdal! Dunia memang sempit, ha-ha. Tidak lupa Bimo yang all out sepanjang film ini dibuat! Dan tentunya ikut sertanya Jerry, Awi, dan Jono yang merupakan bagian dari Moviegoers Bandung, kalian yang membuat suasana pra hingga pasca produksi film ini makin hidup! Thanks a lot guys! Dan tentunya semua orang dibalik layar dari mulai Bilanisme sang soundman bertangan dingin, Dani, Gunawan yang memukau dengan desain koran masa depannya dan tentu saja dua sinematografer handal, Romy dan Rahadi yang sangat banyak membantu selama proses syuting film ini.

Terakhir tentu saja Myrdal dan Artlen yang mempunyai keyakinan besar untuk merealisasikan ide cerita dan naskah saya kedalam bentuk visual. I’m grateful for what you guys did, let’s do it again! And last but not least, terima kasih untuk wanita yang telah menjadi inspirasi saya dalam menulis naskah ini dari awal sampai akhir, setiap kata-kata yang meluncur dari mulut para aktor dan aktris di film mustahil terealisasi jika bukan dari kamu, thanks a lot dan semoga Tuhan membalas semua kebaikan kamu sampai akhir hayat nanti.

Now showing guys!

The show goes on!

And how about the screening? It goes crazy! Ya, screening kita gelar di kafe dimana kita syuting “Pertama Kali” juga, dengan sound yang buruk (sangat buruk) kita gelar saja tanpa basa basi, karena saya tidak tahu lagi mau menggelar screening ini dimana dengan harga yang terjangkau (itupun masih mahal). Semua teman diundang, semua kenalan diundang, hampir semua cast dan crew hadir, tidak lupa teman-teman Moviegoers Bandung yang meramaikan barisan depan dan juga para pengisi acara yang memeriahkan kafe Kopi Kamu yang biasanya sunyi menjadi gaduh dengan bebunyian gitar dan bass dari band Reliv dan Pagimentari, thanks dan sukses buat kalian semua guys!

Before the crazy night

A little this and that from MoviegoersBDG at the front row

Music from guest band start kicking

Pengunjung yang saya prediksi hanya sekitar 30 orang membludak jadi sekitar 40 lebih, suasana setelah film selesai diputar tiba-tiba menjadi penuh sesak, dan jujur itu membuat saya kaget, apalagi banyak pengunjung yang saya tidak kenal juga, he-he. Perasaan saya campur aduk, diantara senang dan khawatir mereka tidak suka dengan film yang hanya ‘ngobrol’ sepanjang 20 menit film ini berjalan, tidak semua suka film yang hanya mengandalkan hubungan para karakter lewat dialog-dialog panjang, maka saya haturkan banyak terima kasih lagi dan lagi pada semua pengunjung yang mau merelakan waktu 20 menitnya untuk menonton film pendek sederhana ini.

Myrdal opening the show

Reliv in action

Pagimentari seal the deal

Thank you people!

Walau kecewa dari segi teknis seperti masalah sound system yang kurang baik ketika screening, saya cukup puas, dan jadi pembelajaran baru juga kalau yang namanya screening itu tetap lebih enak dilakukan di sebuah auditorium yang khusus dipakai untuk menonton sesuatu. Next time it’ll be better I promise! Lalu buat kalian yang belum menonton film ini, tunggu saja nanti, tidak lama lagi kita akan mengunggah film ini ke dunia maya supaya bisa dinikmati semua orang, dan perlu saya ingatkan sekali lagi, “Pertama Kali” adalah film yang hanya ‘ngobrol’ saja sepanjang 20 menit film ini berjalan, so pay attention, maybe you can solve the mystery there, he-he, till next time guys!

(Almost) all the cast and the crew

This one your eyes open Jer, he-he

And the night is over, till next time guys!

Pertama Kali coverage on IndonesiaKreatif.net & BandungReview.com

6 thoughts on “Report from “Pertama Kali” Screening (2012)

    • Terima kasih banyak nih apresiasinya, ya kalau kita bisa kenapa nggak, namanya juga belajar, kan bosen kalau jadi penonton doang, pasti adalah terbesit pikiran buat bikin sesuatu yang ditonton org, beruntung kesempatan dan orang2 yg ingin merealisasikannya juga ada dan mendukung, jadi tunggu apalagi bukan?😀 nanti ditunggu aja filmnya di dunia maya, soalnya saya juga butuh review dan feedback dari semuanya😀 thanks😀

      Like

  1. Pingback: “Pertama Kali” Now Showing! | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s