The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012/US)


Look! The cirector says we're done here, hooraay!

Look! The director says we’re done here, hooraay!

Akhirnya film ini berakhir juga, anda tahu maksud saya bukan? Kalau tidak, berarti anda bukan tergolong orang-orang yang menantikan berakhirnya seri film vampir bling-bling milik Stephenie Meyer, bukan karena antusias akhirnya film romansa vampir ini selesai, tapi karena penderitaan menyaksikan Edward (Robert Pattinson), Bella (Kristen Stewart) dan Jacob (Taylor Lautner) pamer otot dan ketampanan di layar bioskop akhirnya berakhir juga. Setelah Breaking Dawn Part 1 yang super membosankan, bagaikan menonton acara reality show pasangan selebritis yang baru menikah, akhirnya para twihard dan para anti-twihard lumayan dihibur dengan cerita agak ‘berbeda’ ala Breaking Dawn Part 2 yang sampai sekarang masih saja ada orang yang menyebut judul film ini Breaking Down.

Setelah Bella dihamili Edward secara intensif dan langsung mempunyai anak secara instan dan langsung berubah menjadi vampir baru yang paling kuat di keluarga Cullens, cerita pun berlanjut damai pada awalnya. Renesmee (Mackenzie Foy) kecil yang berwujud seperti anak setan di film The Omen karena balutan CGI-nya mulai tumbuh dengan cepat, menjadi anak perempuan yang sudah dibooking oleh Jacob, karena takdir sudah menuliskan bahwa Renesmee adalah pasangan Jacob, awkward?!

Setelah win-win solution di hubungan percintaan Edward, Bella dan Jacob, muncul ancaman dari klan vampir bangsawan yang masih memakai baju kuno, yaitu klan Volturi yang percaya bahwa Renesmee merupakan anak vampir ‘haram’ (loh?) maka Renesmee harus dibunuh dan keluarga Cullens harus dimusnahkan. Setelah konklusi cepat yang disimpulkan Aro (Michael Sheen), maka keluarga Cullens mulai mengumpulkan bala bantuan dari para keluarga vampir vegetarian yang tersebar di seluruh penjuru dunia, tidak lain untuk menjadi saksi bahwa Renesmee bukanlah bocah yang digigit lalu menjadi vampir, melainkan dari lahir sudah seperti itu adanya. Anda akan terhibur di bagian akhir ini, karena Cullens dan gengnya akan bertempur melawan klan Volturi yang bajunya ketinggalan jaman.

At least, adegan di akhir film inilah yang membuat saya mau menonton seri terakhir vampir bling-bling ini di bioskop. Karena percaya atau tidak, dengan sedikit twist dan adegan perang yang lumayan epik untuk film selevel film romansa vampir standar ini, Breaking Dawn berhasil membuat saya terbangun terus selama di dalam bioskop. Walaupun begitu, paruh pertama film ini masih seperti pendahulunya, boring dan useless. Padahal banyak karakter baru yang dikenalkan, tapi sayang para vampir-vampir baru tersebut hanya menjadi pemanis semata, Edward dan Bella tetap menjadi couple of the year karena hubungan intim mereka di ranjang banyak disensor, well done LSF!

Tapi jika dibandingkan dengan film Twilight lain, Breaking Dawn Part 2 ini berada di posisi teratas dari film lainnya, disusul oleh Twilight, Eclipse, Breaking Dawn Part 1 dan ditutup dengan New Moon yang gemilang boringnya. Dua hal menarik yang bisa saya tangkap dari Breaking Dawn Part 2 sederhana saja, scoring musiknya yang tetap eargasm, dan tips jitu dari Alice (Ashley Greene) untuk melawan sebuah geng vampir menyebalkan, yaitu perlihatkan kenyataan pahit langsung ke pemimpinnya, dijamin apapun yang terjadi mereka akan menyerah.

Well, tak terasa kita sudah sampai di penghujung tahun, mohon maaf kalau review-review Twilight saya dari film pertama sampai sekarang kurang berkenan di hati para twihard diluaran sana, tapi itu semua jujur dari dalam hati. At least saya tetap mengkoleksi semua album soundtrack dari Twilight kok, karena hanya lagu-lagunya yang bisa saya dengar lebih dari sekali, tapi kalau filmnya? Oh, you don’t say! Enjoy!

Rating: 3/5

5 thoughts on “The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 (2012/US)

  1. Bala bantuan.nya bukan dari vampire vegetarian aja loh.. pasti cuman liat film.nya aja yaa, most of them is blood human sucker.. vegetarian cuma keluarga cullen & denali aja..

    Like

    • Iyes saya cuma liat filmnya aja, soalnya buat apa saya baca bukunya kalo udah dibikin film kan? Hehe, dua medium berbeda jd diapresiasinya jg harus beda, sama halnya kaya film2 terkenal lain yg diangkat dr buku, harry potter misalnya…

      Like

  2. I like twilght movie,,dr flm prtama ampe breaking dawn part2 bgus.sumpah flm nya bgus bgt aplg pmeran” nya itu luar biasa you all the best

    Like

  3. Pingback: The Vampire Diaries: Mystic Falls’ supernaturals party | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s