Countdown (2012/Thailand)


Just repent before the year's end!

Just repent before the year’s end!

Selamat tahun baru! Tak terasa sekarang kita sudah menginjak tahun 2013 (sudah seminggu malahan), dan terima kasih bagi anda semua yang masih stay tune membaca review-review film alakadarnya di blog sederhana saya ini, karena mau tidak mau, suka tidak suka, hidup ini terasa ada yang kurang jika setelah menonton film tidak ditulis reviewnya (maaf curcol sedikit). Maka, kali ini giliran film Thailand yang mau saya review, judulnya Countdown, dan film ini tayang perdana dua jam sebelum pergantian tahun kemarin, betul, anda tidak salah baca, saya menghabiskan malam pergantian tahun kemarin dengan menonton film di Blitz Megaplex, entah menyedihkan entah fantastis, yang jelas, Countdown menjadi film penutup tahun 2012 yang paling brutal sekaligus bermakna, datang dari sutradara Nattawut Poonpiriya, Countdown menyajikan film slasher home invasion paling unik yang pernah anda lihat.

Bersetting di New York, Amerika Serikat, tiga orang remaja Thailand bernama Jack (Pachara Chirathivat), Bee (Jarinporn Junkiet) dan Pam (Pataraya Krueasuwansiri) memutuskan untuk menghabiskan malam tahun baru mereka di apartemennya dengan cara menghisap ganja. Kehabisan ‘bahan bakar’, Jack lalu menelepon seorang pengedar ganja bernama Jesus untuk mengantarkan ganja yang dimaksud ke apartemen mereka. Maka tepat pukul sembilan malam, Jesus mengetuk pintu apartemen mereka, tidak lama setelah itu, mereka berpesta sampai teler dengan ganja terbaik milik Jesus, permasalahannya adalah, Jesus tidak hanya mengantarkan ganja saja kepada Jack, Bee dan Pam, tapi juga mengantarkan ‘keadilan’ yang diproyeksikan dengan kekerasan yang teramat sangat mengejutkan bagi ketiga remaja yang ternyata memiliki masa lalu kelam ini.

Satu hal yang tersirat ketika saya menonton film ini, yaitu Funny Games. Ya, bagaikan Funny Games dimana ada dua orang psikopat datang ke rumah orang secara random dan meneror keluarga yang di dalamnya sampai tewas, di Countdown, dua psikopat tersebut digantikan oleh Jesus, dan orang rumahan digantikan oleh tiga remaja durhaka di apartemen terlantar di New York. Sama halnya seperti Funny Games, kedatangan Jesus tidak langsung ‘memanaskan’ situasi, dibangun perlahan, membuat penghuni apartemen tersebut merasa nyaman dengan kehadirannya, tapi tiba-tiba saja, BAMMM! Keadaan berubah drastis, dimana Jack, Bee dan Pam disiksa habis-habisan oleh Jesus sebelum tahun berganti menjadi tahun 2013.

Termasuk film Thailand yang cukup mengejutkan bagi saya, karena tema yang diusung mulai beda dari film Thailand biasanya yang didominasi oleh horor brutal dan rom-com sederhana. Nuansa thriller yang tersaji di Countdown dibangun dengan cukup baik, tidak terlalu berdarah-darah seperti film psikopat pada umumnya, tapi lumayan menyiksa mental para penonton yang terus mengira-ngira, kira-kira siksaan apalagi yang akan Jesus berikan kepada tiga remaja helpless tersebut.

Tapi uniknya, ternyata ada ‘sesuatu’ yang ingin diangkat oleh sang sutradara disini, bukan masalah brutalnya Jesus dalam menyiksa tiga remaja ini, melainkan ada pesan sederhana yang mempunyai makna seperti resolusi tahun baru, dimana istilah “tahun baru, hidup baru, harapan baru dan semangat baru” itu bukan hanya terucap lewat mulut saja tapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata, dan Jesus adalah sang pembawa pesan tersebut, untuk mengingatkan ketiga remaja Thailand yang mempunyai aksen bahasa Inggris lucu ini agar sadar bahwa perbuatan yang mereka lakukan setahun kebelakang benar-benar useless dan merugikan banyak orang.

Tidak heran banyak yang menyebut film Countdown sebagai film slasher yang kental dengan muatan religius di dalamnya, brutal tapi mempunyai tujuan mulia, bahkan bisa membuat penontonnya merenung setelah film ini selesai, apalagi bagi yang menonton film ini di malam tahun baru kemarin seperti yang saya lakukan. Tidak aneh Countdown diputar tepat dua jam sebelum pergantian tahun, bukan sekedar gimmick semata, tapi esensi film ini jadi makin terasa oleh saya pribadi ketika menikmati film ini tanggal 31 desember kemarin. Well, sebuah pekerjaan luar biasa dari Nattawut Poonpiriya yang berhasil menyajikan film thriller unik ala Thailand yang tetap mempunyai muatan positif di dalamnya. Tahun baru, hidup baru, harapan baru dan semangat baru, jangan cuma diucapkan, tapi lakukan! Sekali lagi, selamat tahun baru guys!

Rating: 3.5/5

8 thoughts on “Countdown (2012/Thailand)

    • Wah saya nontonnya di bioskop yg ini, pas malem taun baru kemaren, jadi gak donlod, hehe… tapi kalo mau nyari subtitle cobain aja ke subscene.com🙂

      Like

  1. saya termasuk thailand movies addict dan ini salah satu target film saya yang harus saya tonton selanjutnya.. udah liat thrilernya, kirain film ini bakal konyol ternyata bayak alur tentang sifat psikopatnya ya. nice riview

    Like

    • Yup, countdown lumayan asyik dan penuh kejutan tapi yang justru bikin saya suka, segila apapun kegilaan yang terjadi di film ini, tetep ada pesan moral yg ngena banget, hehe…

      Thanks udah mampir, semoga menikmati ripiuw2 sederhana ini😀

      Like

  2. ane masih bingung si jesus itu sebenarnya siapa?
    kok pam, jack & por kok ga bener2 mati?
    semacam hanya khayalan, tp kok mereka bertiga merasakan, bee & jack pun mendapatkan luka.. apa karena efek ganja? saya masih tdk mengeti. mohon jawabannya🙂 trims

    Like

    • Sebenernya sih anggap storyline di film ini sampai ada karakter Jesus itu metafor, jadi kayak semacam karma aja yang nyamperin 3 remaja durhaka ini. Jadi balik lagi ke interpretasi penonton sih, mau dianggap si Jesus itu makhluk gaib atau psycho beneran yang jelas si remaja2 durhaka ini dapet hikmah dari kejadian tersebut. Jadi sah2 aja mau disebut khayalan juga, tapi khayalan yang mematikan yg jelas, haha, dan efek ganja pun bisa jadi, intinya balik lagi ke interpretasi penonton aja, yang penting pesannya nyampe bukan?😉

      Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s