Django Unchained (2012/US)


Leo for Oscar? Be patient bro

Leo for Oscar? Be patient bro

Satu lagi film gila yang datang dari sutradara yang namanya sudah tidak asing lagi di dunia perfilman Hollywood, Quentin Tarantino (QT), kembali lagi dengan film yang jauh lebih kasar daripada pembantaian Adolf Hitler di dalam gedung bioskop, yaitu Django Unchained! Dengan judul yang simple dan bersettingkan dunia koboi ala film-film western Amerika, QT mengambil tema sensitif, dimana saat itu, kaum negro adalah kasta yang paling rendah dan masih diperlakukan layaknya anjing liar oleh para penduduk Amerika asli.

Django (Jamie Foxx) sendiri adalah nama dari karakter utama disini, dimana dirinya ‘dibeli’ oleh seorang bounty hunter asal Jerman bernama Dr. King Schultz (Christoph Waltz) yang kebetulan sedang mencari buronan yang wajahnya dikenali oleh Django. Berawal dari tugas kecil-kecilan untuk membackup dirinya memburu para buronan lepas, Dr. King Schultz pun bersedia membantu Django untuk membebaskan istrinya, Broomhilda (Kerry Washington) yang kebetulan menjadi budak seorang pengusaha bengis bernama Calvin Candie (Leonardo DiCaprio). Dan seperti film-film QT sebelumnya, anda akan menyaksikan banyak pertumpahan darah yang lebih seru daripada isu rasial yang terlalu brutal digambarkan QT disini. But don’t worry, ending film ini akan membayar semua kritikan isu rasial tersebut, yang jelas, Django Unchained adalah film koboi ala QT yang paling menyenangkan.

Menggaet kembali Christopher Waltz tentunya menjadi nilai tambah lagi untuk film yang masuk nominasi Best Picture Oscar tahun ini. Setelah kesuksesannya menjadi seorang eksekutor Nazi di film Inglourious Basterds, Christopher Waltz masih memerankan karakter yang erat dengan Hans Landa tapi versi kebalikannya, masih berbicara Jerman dan Perancis, pandai berkata-kata, to the point tapi murah hati. Sementara Jamie Foxx sendiri menjadi seorang koboi negro yang selalu dipenuhi amarah, kedua karakter tersebut makin klop ketika dipertemukan dengan Calvin Candie yang diperankan dengan sangat gemilang menyebalkannya oleh Leonardo DiCaprio.

Django Unchained tergolong film yang mempunyai storyline sederhana tapi tetap berisi, sama halnya seperti Inglourious Basterds, bedanya, porsi percakapan dan actionnya seimbang, dimana tidak sedikit kita akan melihat banjir darah di film yang sebenarnya sebuah tribute ke film berjudul Django yang rilis tahun 1966 ini, bahkan pemain asli dari film Django tahun 1966 pun ikut muncul selewat di film ini, ciri khas QT yang memang suka membawa memori dari film-film klasik.

Tidak sedikit juga terdapat adegan-adegan tolol nan konyol di film berdurasi 165 menit ini, dari mulai adegan penyergapan Ku Klux Klan yang salah satu anggotanya diperankan oleh Jonah Hill, kehadiran Samuel L. Jackson sebagai karakter yang lumayan annoying (plus konyol) hingga adu tembak di rumah Calvin Candie yang mungkin jumlah darah yang muncrat dari tiap korban tembak disana mengalahkan film Texas Chainsaw Massacre. Jangan lupakan ciri khas QT yang suka menjadi cameo, dan di film ini ia menjadi cameo paling kocak, memerankan koboi dengan aksen Australia yang kental, adegan kematian QT disini mengalahkan adegan kematian dirinya di film Desperado, ha-ha.

Saya tidak tahu kalau Django mampu bersaing dengan film-film ‘berat’ lainnya di Oscar, karena bagi saya, Django Unchained merupakan film koboi yang super menyenangkan dimana di dalamnya di dukung oleh aktor-aktor berkelas dan mempunyai ciri khas masing-masing dalam menghidupkan suasana koboi dan perbudakan pada masa itu. Dipenuhi sumpah serapah dan desingan peluru yang dibarengi scoring campur sari lagu koboi dan lagu hip-hop serta opening credit yang menggunakan logo Columbia pada tahun 60-an (yaitu ketika film Django yang asli rilis), Django Unchained simply menjadi film homage koboi yang mengasyikkan untuk ditonton tahun ini, peduli setan dengan nominasi Oscar, tapi dua jam empat puluh lima menit film ini dijamin akan membuat anda betah di depan layar monitor, well, enjoy!

Rating: 4/5

8 thoughts on “Django Unchained (2012/US)

    • Jadwal edar di bioskopnya bukan sekarang emang, tapi nanti, sementara kalu mau nyari, donlodannya udah ada kok, yg versi DVD screenernya aja udah pada bagus kok, donlod aja😀

      Like

  1. Baru nonton semalem ……. salah satu ciri khas film QT yaitu film dengan aroma balas dendam. Film-nya keren, 2 jam lebih nonton gak kerasa, apalagi liat aktingnya si Dr. Schultz bagus banget.

    Like

    • Yoi, ini mah emang film QT banget, tapi aneh juga yah, semua pada muji Christoph Waltz, padahal aktor favorit gw disini justru Lonardo DiCaprio loh😀

      Like

  2. Pingback: A Million Ways to Die in the West (2014/US) | zerosumo

  3. Pingback: Christoph Waltz dalam Film James Bond Terbaru | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s