Hansel and Gretel: Witch Hunters (2013/US)


Kill that muthafucka witch!

Kill that muthafucka witch!

Sebenarnya saya sendiri tidak begitu ingat Hansel dan Gretel itu melakukan apa di dalam dongengnya, yang saya tahu Hansel dan Gretel itu adalah kisah dongeng anak-anak yang menyenangkan. Guess what? Film Hansel and Gretel: Witch Hunters ini tiba-tiba menjadi film yang nampaknya lebih menyenangkan dari dongengnya yang saya sendiri kurang ingat. Datang dari seorang sutradara yang terkenal dengan film zombie Nazi-nya, Dead Snow, Tommy Wirkola, Hansel and Gretel versinya jauh lebih asyik dan jauh lebih brutal dari versi adaptasi kelam dongeng manapun, termasuk Snow White and the Huntsman yang saya pikir sudah lumayan kelam untuk sebuah adaptasi dongeng anak-anak.

Hansel (Jeremy Renner) dan Gretel (Gemma Arterton) adalah kakak beradik yang ditinggalkan kedua orang tuanya sedari kecil, entah kenapa, setelah mereka ditinggalkan kedua orang tuanya, Hansel dan Gretel tersesat di hutan dan menemukan sebuah rumah yang terbuat dari permen, yang kita tahu bahwa rumah permen tersebut adalah rumah seorang penyihir jahat yang menyekap Hansel dan Gretel semalaman. Sampai akhirnya, Hansel dan Gretel membunuh penyihir tersebut dengan sebilah pisau, dari kejadian tersebut, Hansel dan Gretel tumbuh besar menjadi pemburu penyihir yang berpengalaman (dan kejam) sampai akhirnya mereka bertemu dengan lawan sepadan, yaitu penyihir paling kuat bernama Muriel (Famke Janssen).

Durasi film ini hanya 88 menit dan mempunyai plot linear yang paling klise dalam sejarah perfilman action brainless. Tapi tebak, Tommy Wirkola mampu membuat setiap menit film ini berjalan dengan mengasyikan, dimana karakter Hansel dan Gretel digambarkan dengan sangat brutal dan tanpa pandang bulu ketika menghabisi para penyihir berwajah cukup menyeramkan. Tidak lupa kata-kata kasar berawalan huruf “F” menghiasi kegiatan Hansel dan Gretel selama berburu penyihir, dan harus diakui, kesenangan makin bertambah ketika adegan kepala pecah dan organ tubuh berterbangan terlihat jelas di layar besar. Ya, untuk sebuah adaptasi bebas yang brutal dari sebuah dongeng anak-anak, Tommy Wirkola sukses membuat saya tercengang dengan gayanya yang blak-blakan, karena walau film ini terlihat seperti film cheesy, tapi film ini tetap keren dan menghibur dari segi actionnya.

Penampilan Jeremy Renner dan Gemma Arterton menjadi sorotan utama di film ini, saya tidak menyangka Gemma Arterton bisa menampilkan karakter wanita bad-ass yang tidak kalah bad-ass dari karakter yang diperankan Jeremy Renner. Duo kakak beradik yang berpenampilan luar biasa cool dan cantik gila ini menambah daya tarik dari film arahan sutradara asal Norwegia tersebut. Belum lagi kehadiran Famke Janssen, yang jarang saya lihat di layar lebar pasca trilogi X-Men berakhir, makin melengkapi kegilaan dari dongeng anak-anak yang sangat saya rekomendasikan untuk tidak ditonton anak anda yang masih kecil, ha-ha.

Overall, untuk sebuah film action fantasy ringan di awal tahun, Hansel and Gretel: Witch Hunters ini merupakan film asyik yang bisa anda tonton di waktu luang. Sambil menunggu film-film action brainless lainnya yang mulai berdatangan, tidak ada salahnya kita menyaksikan petualangan kakak beradik tukang jagal ini. Lebih kelam dan jauh lebih asyik daripada film si putri salju yang diperankan oleh Kristen Stewart (dengan ekspresi monotonnya). Well, tunggu apalagi, anda suka film action yang melibatkan kepala pecah dan wanita cantik di dalamnya? Hansel and Gretel: Witch Hunters adalah jawabannya, enjoy!

Rating: 3/5

6 thoughts on “Hansel and Gretel: Witch Hunters (2013/US)

  1. hollywood lagi kena demam ‘dark’ and ‘gritty’, semua film musti depressing dan deep. pinocchio juga akan ada versi film ‘dark’ nya. too much is too much, gw suka film yg dark tapi kalo semua genre di paksa jadi dark, muntah gw lama2.

    Like

    • Lebih tepatnya lagi kena demam nolan-isme, haha, ya gw sih gak masalah kalo aura dark-nya dibikin bagus, tapi kalau maksa digituin ya jelek juga, kalo mau melenceng, ya melenceng sekalian, makanya gw bilang kalo soal adaptasi yg sok sok kelam, Hansel dan Gemma ini masih jauh lebih mengasyikan dari film adaptasi dongeng lainnya, soalnya dia gak mau keliatan serius, tapi berusaha untuk tidak terlihat B movie juga, ya fun lah.

      Kita liat aja ntar film Sam Raimi yg baru, petualangan ke negeri Oz diliat dari trailernya sih gak ikut2an latah “dark” and “gritty” kayaknya, hehe😀

      Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s