Cloud Atlas (2012/US)


Everything is connected

Everything is smashed!

Susah mendefinisikan film terbaru dari Andy dan Lana Wachowski serta Tom Tykwer ini, singkat kata, film berjudul Cloud Atlas ini adalah film yang panjang dan indah, dengan catatan anda harus fokus dan dalam keadaan terbaik ketika mau menonton film ini. Beruntung saya dalam kondisi prima ketika menyaksikan film yang di adaptasi dari novel yang memenangkan banyak penghargaan di tahun 2004 berjudul sama karya David Mitchell ini. Sebuah gebrakan yang ambisius dari Wachowski bersaudara yang menggaet Tom Tykwer untuk mewujudkan novel ini menjadi tontonan yang bisa dinikmati semua orang, dan harus diakui, usaha mereka tidak sia-sia, film ambisius ini berhasil menghipnotis saya selama kurang dari tiga jam!

Cloud Atlas sendiri terbagi menjadi enam segmen cerita, dimana Wachowski bersaudara dan Tom Tykwer masing-masing menyutradarai tiga segmen cerita. Segmen pertama (Wachowskis) merupakan cerita pelayaran seorang pengacara muda di tahun 1850 yang bernama Adam Ewing (Jim Sturgess). Segmen kedua (Tom Tykwer) menceritakan sebuah hubungan yang dialami seorang komponis muda bernama Robert Frobisher (Ben Whishaw) dan Rufus Sixsmith (James D’Arcy) lewat surat menyurat. Segmen ketiga (Tom Tykwer) bercerita tentang seorang jurnalis muda bernama Luisa Rey (Halle Berry) yang menyelidiki perusahaan tenaga nuklir yang dijalankan oleh Lloyd Hooks (Hugh Grant). Segmen keempat (Tom Tykwer) tergolong cerita yang paling ringan dan paling lucu, yaitu upaya seorang penerbit buku bernama Timothy Cavendish (Jim Broadbent) yang ingin melarikan diri dari panti jompo bersama rekan-rekan sejawatnya. Segmen kelima (Wachowskis) menceritakan sebuah pemberontakan di masa depan yang dipimpin oleh seorang cloningan bernama Sonmi (Doona Bae), dan segmen terakhir adalah cerita yang settingnya lebih jauh dari masa depan, dimana saat itu seorang pria bernama Zachry (Tom Hanks) berusaha melawan para kaum kanibal dengan pertolongan seorang teman dari koloni lain yang lebih modern.

Jangan bayangkan enam segmen cerita tersebut bakal tersaji dengan rapih satu persatu. Karena dari menit pertama, dengan scoring yang menggelegar, satu segmen saling menyelingi segmen lainnya. Semuanya tersaji sesuai kronologis ceritanya masing-masing, ada yang alurnya linear dan ada yang alurnya mundur. Setiap cerita mempunyai titik yang menghubungkan satu sama lain. Kalau bisa dibilang, film ini seperti versi lebih megah film Babel, dimana semua tindakan mempunyai konsekuensi yang berkelanjutan, entah itu di kehidupan yang sekarang maupun kehidupan yang selanjutnya. Dengan setting cerita yang beragam, dari mulai jaman dulu hingga jaman yang jauh dari masa depan, Cloud Atlas berhasil menghadirkan sebuah pengalaman menonton film yang mempunyai banyak segmen dengan cara yang lebih indah.

Selain ceritanya yang mempunyai benang merah, semua aktor dan aktris di film ini memainkan karakter yang berbeda-beda tergantung segmen yang mereka dapat. Dimana semua aktor mempunyai karakter andalannya masing-masing, Tom Hanks menjadi karakter yang paling dicintai di segmen terakhir, tapi di lima segmen sebelumnya menjadi orang yang super menyebalkan. Sama halnya dengan Jim Broadbent dan juga Jim Sturgess serta Halle Berry. Sedangkan Ben Whishaw sendiri menjadi karakter favorit saya di film ini selain penampilan Doona Bae, aktris asal Korea, yang lumayan menghipnotis saya ketika ia memerankan wanita cloningan di masa depan yang memimpin pemberontakan dan akhirnya dipuja menjadi dewa penyelamat di segmen Tom Hanks yang memerankan Zachry.

Ya, sebuah ensemble cast yang tidak main-main untuk film yang diproduksi keroyokan alias indie ini. dengan dana yang tidak sedikit, lebih dari seratus juta dollar, Wachowski bersaudara dan Tom Tykwer berhasil mengadaptasi novel David Mitchell menjadi sebuah sajian visual yang mencengangkan. Make-up yang menawan pun menjadi nilai tambah dari film yang judulnya menjadi judul sebuah lagu yang dikarang oleh karakter yang diperankan Ben Whishaw, cloud atlas sextet. Hampir semua aktor disini mendapat make over gila-gilaan, dari mulai wajah yang rusak hingga mata sipit yang terlihat dipaksakan, tapi semua terlihat mulus dan meyakinkan, kecuali mungkin make-up karakter-karakter antagonis yang diperankan Hugo Weaving, apalagi ketika ia berperan menjadi seorang suster di segmen yang menceritakan rencana kabur Timothy Cavendish, konyol sekaligus kocak, he-he. Bisa dibilang hampir semua aktor ada di semua segmen, hanya saja saya baru menyadarinya ketika melihat credit title film ini, capek gila!

Terakhir tentu saja adalah scoring dan visualisasinya yang megah, dipadu padankan dengan narasi-narasi para karakter yang bersangkutan, tentang pengkhianatan, cinta dan perjuangan, Cloud Atlas bagaikan sebuah simfoni indah yang mengalun merdu di telinga saya. Sayang, film ini tidak begitu disorot di ajang penghargaan Oscar, entah karena memang terlalu rumit dan tidak bisa dicerna semua orang, tapi saya jamin, jika anda mau fokus selama kurang dari tiga jam, film ini adalah sebuah sajian yang mengajarkan banyak hal di dalamnya. Well, film ini juga mengukuhkan kalau Wachowski bersaudara makin matang dan makin berani menyutradarai sebuah film yang berskala jauh lebih besar dari film-filmnya terdahulu. Well done guys!

Rating: 3.75/5

NB: Bagi yang anda yang masih bingung, siapa memerankan siapa saja di setiap segmen? Mungkin infographic dibawah ini bisa membantu anda, terima kasih pada Cinema Blend yang tidak malu untuk mengakui keindahan film Cloud Atlas yang banyak dicibir orang (you don’t say!).

10 thoughts on “Cloud Atlas (2012/US)

  1. Itu yang bikin graph nya rajin bgt yaa haha dari kmrn2 pengen bgt nntn film ini tapi gak kesampaian melulu haha yaitu tadi blm dapet kondisi yg prima buat nntn :p

    Like

    • Nah itu dia bung fariz, bersabarlah, kumpulkan tenaga dan buat kondisi badan dalam keadaan senyaman mungkin, asli enak nontonnya kalo kita nyante dan fokus, haha…

      Emang tuh yg bikin graph keren, bahkan gara2 itu, gw ampe ngulang lagi nontonnya di beberapa segmen, karena penasaran sama kehadiran karakter2 lain yg diperanin orang2 yg sama tapi cuma selewat lewat, hehe.

      Ditunggulah reviewnya Cloud Atlas, dan semoga suka juga sih😛

      Like

  2. Film ini banyak unsur politisnya, dari mulai anti-rasisme, anti-homofobia, anti-energi kotor, sampe anti-keruwetan dalam agama. Kental bgt scientology-nya.
    Setelah matrix pertama, mungkin ini film Wachowski yg kece badai.😀

    Like

    • Yep, film Wachowskis paling megah lah ini, semua yang mau diungkapin kayaknya tumpah semua di film ini, ya gw gak bisa bilang kentel bgt scientology-nya sih, walau mungkin bagi beberapa orang keliatan kayak menuju kesitu, ambil sisi humanisnya aja di setiap segmen, kayak segmennya si Timothy Cavendish, haha😀

      Like

      • Yoi berattt! V for Vendetta itu kayak mimpi basah Alan Moore yg jadi kenyataan, hahaha, padahal yg bikin komiknya sendiri gak suka sama filmnya, tapi gw pikir Wachowski udah bikin sesuatu yang hampir sempurna tuh dari V for Vendetta, setuju berattt!!!😀

        Like

  3. film yang bagus dan indah menurut saya, nonton nya harus fokus nih,
    untungnya saya nonton film ini di pc jadi agak bingung sedikit tinggal ulang hahaha,
    yang bikin graphic keren tuh, tulisannya nya juga bagus
    terima kasih

    Like

    • Tengkyu apresiasinya, betul, film cloud atlas tergolong film yg indah, dan pencapaian yg indah juga sih buat Wachowskis.

      Tenang, sama gw juga nontonnya di PC, haha😀

      Like

  4. Pingback: Rilis Film Terbaru Karya Wachowski Brothers Diundur | zerosumo

  5. Pingback: Jupiter Ascending (2015/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s