A Good Day to Die Hard (2013/US)


Cop day out in Russia

Cop day out in Russia

Siapa yang tidak kenal John McClane? Saya rasa bagi penggemar film action wajib tahu betul siapa sosok sentral di semua film Die Hard ini. Di tahun 2013, setelah digital terorism berhasil disapu bersih oleh John, sang pemeran karakter polisi ikonik itu, Bruce Willis, kembali lagi beraksi di film terbarunya yang berjudul A Good Day to Die Hard. Kali ini tingkat aksi dibawa ke skala yang lebih besar, karena setelah New York dan sekitarnya telah dibombardir oleh polisi botak itu, kali ini giliran Rusia yang merasakan kehebatan John McClane dalam menumpas kejahatan global.

Jujur saya sebenarnya tidak tahu lagi isu apa yang akan diangkat di film kelima Bruce Willis sebagai John McClane ini, tapi ternyata ada saja alasan bagi Hollywood untuk menghidupkan karakter yang tidak kenal ampun ini. Ceritanya John (Bruce Willis) sedang berlibur ke Rusia untuk mengunjungi putranya yang sudah lama tidak ia temui, tapi setibanya disana, John malah terlibat dalam konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan geng kriminal berpakaian mahal yang berencana mencuri hulu nuklir dari Chernobyl, yang lebih mengagetkan adalah ternyata putra John yang bernama Jack (Jai Courtney) ikut terlibat dalam kasus tersebut, karena ternyata Jack selama ini adalah agen rahasia CIA yang sedang bertugas di Rusia. Maka lengkaplah liburan John kali ini, karena kita akan menyaksikan banyak baku tembak dan adegan kejar-kejaran yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran anda yang selama ini membayangkan game Grand Theft Auto di dunia nyata.

Entah mengapa dari semua Die Hard series, saya pikir installment kelima ini yang paling pendek, tapi justru porsi actionnya yang makin padat, dan mungkin sesak, karena dari pertama film berjalan, hanya selang beberapa menit dari intro yang penuh basa basi, saya langsung disuguhi adegan-adegan action yang mungkin setengah absurd tapi tetap gila dan asyik untuk diikuti, dari mulai adegan kejar-kejaran antara mini van lawan armory truck lawan jeep, penyergapan di safehouse, kegilaan di hotel yang sedang direnovasi sampai pertempuran di daerah radiasi nuklir Chernobyl, semua itu saya rasa lebih dari cukup untuk mengobati rasa kangen saya akan film-film Die Hard.

Jadi kalau ditanya soal porsi action, saya pikir A Good Day to Die Hard merupakan sajian klasik Die Hard yang ditingkatkan skala kegilaannya, tapi ada beberapa yang dikorbankan, beberapa karakter yang hadir di film yang disutradarai John Moore ini kurang digali lebih dalam, hal tersebut mungkin tidak mengapa, karena setelah empat filmnya terdahulu, apa lagi sih yang ingin anda lihat kalau mendengar kata “Die Hard”? Uniknya, justru hubungan ayah-anak di film kelimanya ini menurut saya pribadi lebih dieksplor daripada filmnya yang terdahulu, entah karena dua-duanya adalah seorang pembuat kekacauan, yang jelas dinamika hubungan John dan Jack terlihat mengalir, tidak berlebihan dan rasanya cocok di film action serba eksplosif ini.

Penampilan Bruce Willis sebagai John McClane pun tetap memorable, kali ini mungkin ia lebih sedikit berbicara dan banyak bertindak, entah mungkin tidak lebih dari lima halaman script dialog yang harus dihafal oleh mantan suami Demi Moore tersebut, tapi hasilnya tetap saja sama kok, asyik dan chaos! Well, sebagai tahun come back-nya para aktor-aktor laga lawas, setelah The Last Stand, A Good Day to Die Hard harus menjadi menu utama anda sebelum menu penutup berikutnya datang, Bullet to the Head. Enjoy guys!

Rating: 4/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s