Cockneys vs Zombies (2012/US)


Do you know what "nemesis" means? A righteous infliction of retribution manifested by an appropriate agent. Personified in this case by an 'orrible cunt... me.

Do you know what “nemesis” means? A righteous infliction of retribution manifested by an appropriate agent. Personified in this case by an ‘orrible cunt… me.

Saya tidak tahu tepatnya kenapa film-film komedi Inggris selalu bisa membuat saya tertawa sampai mau muntah, apapun itu genre campurannya, jika ada logat Inggris kental dan bahasa slang ala orang-orang Inggris, saya pasti tonton filmnya, seperti film berjudul Cockneys vs Zombies ini, sebuah film zombie yang kalau boleh dibilang lebih menyenangkan daripada Shaun of the Dead, karena apa? Karena ada Alan Ford yang bermain di dalamnya, titik!

Premis ceritanya sendiri terbilang bodoh, dimana tiga orang yang masih berhubungan darah, Terry (Rasmus Hardiker), Andy (Harry Treadaway) dan Katy (Michelle Ryan) berencana merampok sebuah bank yang uangnya nanti akan dipakai untuk membantu kakek mereka Ray (Alan Ford), yang tidak lama lagi akan diusir dari panti jompo yang akan dirubuhkan oleh developer apartemen. Tanpa diduga, gara-gara galian yang dilakukan developer apartemen mahal tersebut, mereka menggali kuburan tua yang di dalamnya terdapat banyak zombie dan voila! Wabah zombie pun menyebar luas dengan cepat, dan menyerang Terry dkk yang sedang merampok bank dan kakek mereka yang masih terjebak di panti jompo bersama rekan-rekannya yang sudah tidak lincah lagi.

Film ini sangat kental sekali unsur kedaerahannya, karena Cockney sendiri adalah istilah bagi orang-orang yang berasal dari London bagian timur. Selain logat british dan istilah-istilah slang yang digunakan, kekonyolan film ini bertambah ketika kita sudah bosan melihat orang-orang yang notabene masih muda melawan para zombie digantikan oleh para kakek nenek yang bertarung melawan zombie dengan menggunakan senapan otomatis, absurd memang, tapi sumpah, sebuah skenario film zombie yang baru diangkat dengan sangat pedenya di film ini berhasil menghibur saya.

Penampilan Alan Ford sebagai orang tua yang sudah terlalu tua tapi tetap begundal pun patut diacungi jempol, karena perkataan-perkataan kasar yang keluar dari mulutnya langsung mengingatkan saya pada perannya sebagai Brick Top di film crime legendaris rakyat Inggris, Snatch! Ya, Alan Ford masih prima memerankan sebuah karakter yang menggambarkan rata-rata orang Inggris yang keras kepala, walau rambut sudah mulai memutih, tapi aksi dan kata-kata ‘motivasi’ yang keluar dari mulutnya tetap menyulut semangat anak muda yang menontonnya, epic!

Seperti kebanyakan film zombie lainnya, Cockneys vs Zombies tetap menghadirkan adegan berdarah-darah yang asyik, walau tidak begitu brutal, tapi potongan organ-organ tubuh yang berserakan cukup membuat mual kalau anda tidak terbiasa menonton film zombie. Selebihnya film yang disutradarai oleh Matthias Hoene ini merupakan film yang oke, cocok untuk menemani anda yang sedang bosan dan butuh tontonan yang super menghibur. Well, tunggu apalagi, anda suka film Inggris yang konyol? Dan film zombie? Film ini tidak boleh anda lewatkan.

Rating: 3/5

2 thoughts on “Cockneys vs Zombies (2012/US)

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s