Wreck-It Ralph (2012/US)


Yeah I know! Big hands!

Yeah I know! Big hands!

Rasa kangen saya akan video game jadul khususnya video game di tempat ding dong alias arcade mungkin terobati ketika menonton film animasi yang menjadi salah satu nominasi di kategori Best Animated Feature Film of the Year ajang Academy Awards kemarin, Wreck-It Ralph. Walau film garapan sutradara Rich Moore ini dikalahkan oleh pesaingnya dari Pixar Animation Studios, Brave, Wreck-It Ralph tetap menjadi film animasi favorit saya tahun kemarin, simple saja, karena plot ceritanya ada kaitannya dengan video game dan karakter utama di Wreck-It Ralph disuarakan oleh komedian gila John C. Reilly.

Ralph (John C. Reilly) sendiri merupakan seorang antagonis/bad guy di game arcade berformat 8 bit yang berjudul Wreck-It Ralph, tapi sayang, walau judul gamenya menggunakan nama Ralph, tapi justru Fix-It Felix (Jack McBrayer) lah yang menjadi primadona di Wreck-It Ralph. Bosan menjadi karakter jahat, Ralph berniat mencoba peruntungan dengan cara ilegal, yaitu menyusup ke game arcade modern, Hero’s Duty demi melawan para alien dan mendapatkan medali kehormatan. Kejadian tersebut malah membuat game Hero’s Duty berantakan dan membuat Ralph loncat ke game balapan yang berjudul Sugar Rush, dimana ia bertemu karakter baru bernama Vanellope (Sarah Silverman) yang mempunyai posisi sama seperti Ralph di gamenya sendiri, hidup sendirian dan dilupakan. Maka pertemuannya dengan Vanellope perlahan-lahan membuat Ralph sadar bahwa medali kehormatan bukanlah takaran baik atau buruknya seseorang.

Daya tarik Wreck-It Ralph tentunya ada di karakter-karakternya itu sendiri, dimana film ini menceritakan bagaimana tindak tanduk para karakter game setelah tempat arcade yang menaungi mereka tutup. Mempunyai premis sama seperti Toy Story yang menitikberatkan pada mainan yang hidup ketika pemiliknya tidak ada, Wreck-It Ralph memperlihatkan aktivitas para karakter game ketika pemilik arcade sudah pulang. Sesi pertemuan para bad guys di film ini saja menarik perhatian, karena ada banyak karakter ikonik dari tiap game hadir disitu, seperti Zangief dan M. Bison dari Street Fighter, Kano dari Mortal Kombat sampai hantu berwarna orange musuh dari Pac-Man. Setelah itu masih banyak lagi karakter game ikonik yang muncul di film animasi kocak ini, seperti Sonic The Hedgehog dkk.

Penggambaran karakternya pun disesuaikan dengan gamenya masing-masing, seperti para karakter di game Wreck-It Ralph mempunyai gerakan yang patah-patah sesuai dengan format 8 bit gamenya, sementara karakter Calhoun (Jane Lynch) dari Hero’s Duty mempunyai grafik yang lebih mulus daripada game lainnya. Tapi lucunya karakter Ralph dan Felix tetap terlihat mulus tidak seperti para penghuni apartemen yang suka dihancurkan oleh Ralph di gamenya, entah lupa entah disengaja karena mereka adalah karakter utama di film ini, he-he.

Tapi diluar trivia dan momen-momen ikonik dari setiap game arcade yang populer pada masanya, Wreck-It Ralph tetap menyuguhkan jalinan cerita yang ringan dan menghibur serta pesan moral yang universal tentunya. Karena label yang kerap menempel pada diri seseorang bukanlah sebuah patokan bahwa seseorang itu baik atau buruk. Well, secara tidak langsung Wreck-It Ralph merupakan sebuah montage untuk game-game arcade maupun konsol klasik, walau kehilangan karakter ikonik lainnya seperti Mario Bros dkk, game Wreck-It Ralph sendiri dibuat berdasarkan game Donkey Kong yang legendaris itu dan game balap Sugar Rush pun sedikit mengingatkan saya pada game balap Crash Team Racing, he-he.

Overall, Wreck-It Ralph merupakan sebuah animasi panjang pertama yang melibatkan banyak brand terkenal setelah film animasi pendek Logorama, bahkan selain suara John C. Reilly yang sangat khas, musik dubstep ala Skrillex pun ikut nongol di game Hero’s Duty, bahkan Skrillex pun hadir dalam bentuk animasi di apartemen milik Felix. Well, tunggu apalagi, kalau anda ingin sedikit bernostalgia dengan game-game arcade klasik, Wreck-It Ralph adalah film yang tidak boleh dilewatkan, karena saya pribadi pun menyukai film ini, he-he. Enjoy the adventure!

Rating: 4/5

3 thoughts on “Wreck-It Ralph (2012/US)

  1. gw pertamanya punya high expectation, gw pikir setaraf pixar. 30 menit pertama keren abis dan seperti yg gw bayangin tetapi begitu cerita pindah ke candy land….it all went shit. hehe btw tukeran link yuk.

    Like

    • Haha, ya mau gmn lagi, gw sih masih mayan suka, soalnya ada faktor nostalgic sih di dalemnya, hehe, emang bukan penilaian yg bagus, tp ya udah deh, hehe😛 eh boleh bro tukeran link, silakan silakan dengan senang hati, gw pasangin langsung nih😉

      Like

      • thanks dude, linknya udah gw pasang juga. iya gw juga dulu gamer jadi gw ngerti lah faktor nostalgianya tapi soundtracknya kok disco pop abg gitu ya? dafuq? hehe

        Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s