Upside Down (2012/Canada)


Okay, I'm not Mary Jane anymore

Okay, I’m not Mary Jane anymore

Setelah horor, saya mencoba beralih ke film drama romantis fantasi yang sudah dari tahun lalu saya penasaran bakal seperti apa film yang berjudul Upside Down ini. Film yang dibintangi oleh Jim Sturgess dan Kirsten Dunst ini adalah buah karya dari sutradara asal Argentina, Juan Solanas. Dan harus saya akui, Upside Down mempunyai konsep cerita yang terbilang fresh dan orisinil, sebuah kisah cinta yang terjadi  di sebuah alternate world dimana ada dua planet yang mengelilingi matahari secara beriringan dan berdempetan malahan, sehingga penghuni planet yang satu dengan yang lain bisa saling melihat jika mereka sedang menegok ke langit. Tapi hukum gravitasi tetap berlaku, sehingga jika ada satu penghuni planet yang ada di bawah alias down below pergi ke planet yang ada di atas alias up top, ia bakal tetap dalam posisi terbalik, sama halnya dengan semua material yang ada di planet tersebut.

Lalu kisah cinta dimulai oleh seorang pria jelata tapi tampan dari planet down below bernama Adam (Jim Sturgess) yang jatuh cinta pada wanita bernama Eden (Kirsten Dunst) dari planet up top. Mereka bertemu di suatu gunung yang puncaknya hampir bersinggungan satu sama lain, tapi karena suatu kejadian, Adam dan Eden berpisah dalam waktu yang cukup lama. Selang sepuluh tahun kemudian ketika keadaan di planet Adam tidak pernah membaik, tanpa sengaja ia melihat kembali Eden di atas sana, maka Adam pun bertekad untuk menemui Eden dengan cara apapun, karena satu hal, move on itu memang sulit untuk dilakukan, dan Adam yakin bahwa cinta mereka bisa bersatu walau dipisahkan oleh hukum gravitasi sekalipun.

Roman picisan memang, tapi saya cukup tertarik menonton film yang berdurasi kurang lebih 90 menit ini. Cerita cintanya memang klise, tapi bagaimana cara menggambarkan cerita cinta dua insan yang hidup di dunia yang berkebalikan, dimana Adam harus susah payah menciptakan alat untuk bisa bergerak dengan leluasa di planet up top berkat penemuan bibinya terdahulu yang entah logis entah tidak itu lumayan jarang ditemui di film-film bertema sama lainnya. Visualisasi film ini tergolong menarik dan lumayan membuat pusing, walau spesial efeknya kurang begitu mulus, saya maklumi hal tersebut karena film ini mungkin tergolong film indie yang anehnya lebih dulu beredar di Asia sebelum rilis resmi di bioskop-bioskop luar sana.

Mungkin hanya ending film ini yang terbilang terlalu dimudahkan dan kurang klimaks, karena pada akhirnya semua hidup bahagia dan damai dan berdampingan. Penampilan dari Jim Sturgess dan mantan pemeran Mary Jane di trilogi Spider-Man terdahulu juga tidak begitu menonjol, terbilang biasa-biasa saja karena hubungan percintaan mereka juga tidak diekspos terlalu dalam. Bahkan suara Jim Sturgess yang menjadi narator di film ini kurang pas di telinga saya, lebih pas Nicolas Cage kalau bicara soal urusan suara yang enak menjadi narator, he-he.

Overall, untuk sebuah film drama romantis fantasi yang fresh dan orisinil, saya harus acungkan jempol untuk Juan Solanas yang bisa mewujudkan sebuah kisah cinta beda dunia yang lebih elegan ini. Walau eksekusinya kurang maksimal, at least rasa penasaran kita akan terobati ketika melihat aksi Adam yang harus benar-benar “jungkir balik” mengejar cinta sejatinya. Well, jangan sampai anda memutar balikan layar monitor ketika menonton film ini yah! He-he, enjoy!

Rating: 2.75/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s