Oblivion (2013/US)


Hello, we meet again bro!

Hello, we meet again bro!

Oblivion memukul genderang perang film sci-fi tahun ini dengan sangat keras! Film sci-fi yang dibintangi oleh Tom Cruise ini sukses membuat mata saya orgasme berkali-kali melihat keindahan visual dunia paska kiamat ala Joseph Kosinski, yang pernah membesut TRON: Legacy tiga tahun silam. Bukan hanya eyegasm, tapi kuping saya ikut dimanjakan dengan bebunyian-bebunyian yang sangat sci-fi banget, dari mulai scoring musik yang digubah oleh band elektronik asal Perancis, M83, sampai bebunyian mesin pesawat yang dikendarai Jack Harper dan pasukan drone yang memburunya. Untuk bisa menikmati semuanya, anda harus memilih bioskop yang tepat, minimal dengan dukungan sound system yang baik, saya jamin anda tidak akan melupakan pengalaman seru menonton film sci-fi serba canggih ini.

Lalu harus dimulai darimana? Karena jujur, jika anda jarang menonton film-film sci-fi, apa yang akan saya ulas sedikit bisa menimbulkan spoiler berat. Tapi saya mulai dengan sederhana saja, ceritanya tahun 2077 sekian kalau tidak salah. Bumi sudah ditinggalkan para penghuninya karena serangan alien bernama scavengers yang menghancurkan bulan (wow!). Setidaknya hal tersebut yang dituturkan oleh Jack Harper (Tom Cruise), manusia terakhir di bumi yang sedang mengawasi penyedotan air laut untuk di konversi menjadi sumber daya alam baru bagi para manusia yang ceritanya sudah menetap di dekat planet Saturnus (atau entah dimana).

Tapi Jack tidak sendirian, ia ditemani pasangannya, Victoria (Andrea Riseborough), yang bertugas menjadi operator untuk membantu Jack. Keanehan terjadi ketika Jack mulai bermimpi tentang masa-masa ia masih menikmati hidup di bumi yang jauh dari yang namanya kehancuran, di mimpi tersebut, ia selalu bersama seorang wanita yang sama sekali bukan Victoria, melainkan Julia (Olga Kurylenko). Dream come true! Jack tiba-tiba menemukan julia dalam kapsul tidur di tengah reruntuhan pesawat luar angkasa yang sedang diintai oleh para scavengers. Setelah Julia bangun, ia langsung mengatakan bahwa Jack adalah suaminya, keadaan super awkward tersebut malah membuat Jack bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia dan Victoria memang sendirian di bumi? Dan kenapa para scavengers berusaha menangkap dirinya?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan anda temukan seiring jalannya film berdurasi kurang lebih dua jam ini. Selain kehadiran mega bintang Tom Cruise, Morgan Freeman turut meramaikan pencarian jati diri Jack Harper di puing-puing kehancuran yang tersisa di bumi. Gambaran bumi paska kiamat disajikan dengan sangat apik di film ini, tidak jarang saya melihat lanskap-lanskap terkenal di dunia menjadi seperti lanskap-lanskap peninggalan manusia jaman pra-sejarah, hancur lebur dan berantakan tapi masih meninggalkan ciri khasnya.

So, penampilan Tom Cruise menjadi sorotan utama disini, dan tentunya sang Olga Kurylenko yang menambah suasana “panas” para penonton pria setelah sebelumnya saya disuguhi kemulusan Andrea Riseborough, he-he. Tapi jangan heran kalau cerita Oblivion dimulai dengan sangat lambat di paruh pertamanya. Joseph Kosinski seperti ingin menuturkan pelan-pelan pada penonton agar tidak terjadi salah paham sebelum ditutup dengan beberapa ‘kejutan’ kecil menuju paruh akhirnya.

Tapi setelah menonton utuh film ini, jangan kaget kalau anda tiba-tiba teringat film-film sci-fi modern dan jadul yang dulu sempat booming, sebut saja film sci-fi “indie”, Moon, dan film sci-fi mega budget, Independence Day, minimal dua film itu akan membuat anda bergumam, kok mirip yah? Tapi tidak masalah buat saya, karena referensi-referensi dari film-film sci-fi ternama tersebut berhasil dibungkus dengan rapih oleh sang sutradara sehingga menghasilkan sebuah petualangan baru yang lebih berwarna dan membuat penasaran penonton, sebenarnya siapa sih yang dihadapi oleh Jack Harper di bumi yang sudah kritis tersebut?

Makin banyak pertanyaan yang belum terjawab? Well, tunggu apalagi, sebagai pembuka film-film sci-fi epik lainnya di waktu yang akan datang tahun ini, Oblivion merupakan sebuah tontonan wajib bagi anda yang mencari penampakan Tom Cruise menjadi penyelamat dunia lagi. Walau ceritanya sendiri bagi saya sudah tidak begitu mengejutkan lagi, tapi suguhan visualisasinya yang indah, scoringnya yang apik, penampilan prima dari jajaran cast-nya berhasil menutup kekurangan-kekurangan lain yang ada di film yang asalnya hanya konsep graphic novel delapan halaman semata ini. Well, enjoy the oblivion!

Rating: 3/5

4 thoughts on “Oblivion (2013/US)

  1. Ternyata M83 pengisi scoringnya.tapi kok gw agak ga nyaman sama scoring yg ada orkestranya gitu.harusnya sih kalo M83 gw suka.hehe.andrea riseborough keren banget.gw suka matanya.hahaha.aksen english-nya juga mantep.awalnya novel grafis 8 halaman?wow.gw lebih suka mengaitkan film ini sama simbol2 visualnya.ada segitiga bermata satu,ada (sori spoiler,hehe) manusia yang diperbudak.mirip konsep di film beyond the matrix.gw suka film yang punya makna kayak gini.kita lihat nanti after earth

    Like

    • Mungkin karena M83 baru banget ngisi scoring film full, gak sepotong2, jadi emang agak baru juga sih mereka, gak kaya daft punk di Tron ma Chemical Brothers di Hanna, mereka tekno tapi bisa adaptasi sama tone filmnya, hehe.

      Wah kalau udah ngomongin simbol curiga ngomongin freemason nih, hahaha, iya emang unik sih, tapi gw gak begitu ambil pusing kok, wajar2 aja, asal jgn berlebihan interpretasinya, hihi😛

      Like

  2. Pingback: Edge of Tomorrow Tayang Hari Ini! | zerosumo

  3. Pingback: Edge of Tomorrow (2014/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s