Holy Motors (2012/France)


One of the most "what-the-fuck" scene in this movie!

One of the most “what-the-fuck” scene in this movie!

Satu hal yang membuat sinema Perancis selalu menarik di mata saya adalah begitu banyaknya film-film unik yang mungkin tidak bisa ditemui di dunia perfilman Hollywood. Entah itu keunikan yang datang dari sineasnya maupun filmnya sendiri, dari mulai visualisasi radikal ala Enter the Void, drama kriminal kelas berat ala A Prophet sampai kisah cinta yang menusuk ala Amour, selalu saja ada yang menarik untuk dijadikan tontonan utama. Walau jujur, tidak semua sinema Perancis sesuai dengan selera saya, karena mau tak mau, saya tumbuh besar dibarengi film-film mainstream Hollywood, maka hanya sedikit film-film Perancis yang bisa saya nikmati, saya benci dan juga saya kagumi keunikannya, seperti film terakhir yang baru saya tonton, Holy Motors.

Jangan pikirkan judulnya, karena jujur, saya menonton film ini gara-gara melihat karakter Merde muncul kembali. Merde merupakan karakter yang pernah muncul di film omnibus berjudul Tokyo! Yang rilis tahun 2008 silam, karakternya aneh nan unik, seperti hewan liar, ia keluar dari saluran air bawah tanah hanya untuk membuat kekacauan di jalanan yang dilewatinya, terkadang Merde melakukan rutinitasnya sambil memakan bunga, dan karakter ini menjadi karakter paling unik di film Tokyo! Film omnibus yang juga melibatkan dua sutradara nyentrik lainnya, Michel Gondry dan Bong Joon-hoo.

Sama seperti di Tokyo! Holy Motors disutradarai oleh Leos Carax, seorang sineas yang sering menelurkan film pendek bergaya arthouse, tidak banyak yang paham apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan lewat karakter Merde-nya, tapi entah kenapa, melihat Merde mengobrak-ngabrik jalanan dengan tenangnya membuat saya terpaku sesaat, he-he. So, tanpa pikir panjang dan tanpa membaca sinopsis apapun, saya menonton Holy Motors, yang menceritakan seorang pria paruh baya bernama Oscar (Denis Lavant), ia memulai hari di pagi buta dengan menaiki mobil limosine-nya, tapi gaya Oscar yang seperti pengusaha kaya raya mulai menunjukan keanehan ketika ia mempunyai beragam alat make up di dalam mobil limosine-nya.

Oscar, pria paruh baya yang terlihat necis di awal film merubah dirinya sendiri menjadi seorang gelandangan tua yang mengemis di tengah jalanan Paris, tapi setelah itu ia kembali masuk ke mobil putih panjangnya untuk melanjutkan aktivitasnya yang menuntut ia untuk merubah kembali dirinya menjadi seorang aktor motion capture. Oke, saya sudah mulai membaca apa yang sebenarnya dilakukan Oscar, ia merupakan seorang aktor yang bisa berganti-ganti persona tanpa diketahui siapapun, tapi tunggu sampai ada satu scene yang memutar balikan semua pendapat tersebut, BOOM! Momen what-the-fuck pun terjadi, apa yang saya simpulkan dari awal film berdurasi dua jam ini salah besar! Pergantian persona Oscar dibarengi dengan keanehan-keanehan lain yang bisa dikatakan super sureal!

Ya, Holy Motors adalah film yang berhasil membuat saya ekstra penasaran untuk mencoba memahami dan menginterpretasi maksud dari Leos Carax membuat satu karakter yang total memainkan sepuluh persona di film yang juga dibintangi oleh Eva Mendes dan Kylie Minogue ini. Super sureal dan awkward, tapi perlahan-lahan saya mulai menyimpulkan apa sebenarnya profesi Oscar, di satu sisi saya berpendapat bahwa Oscar adalah malaikat, di satu sisi saya berpikir bahwa Oscar telah melakukan time travel dan di satu sisi saya berpikir Oscar adalah tuhan, ha-ha.

Unsur surealisme sangat kental di film ini, dan momen what-the-fuck makin bertambah ketika karakter yang diperankan Kylie Minogue muncul (Eva Grace/Jean), yaitu karakter yang mempunyai profesi sama dengan Oscar, whaaat! Unik, aneh, gila dan terkadang lucu, film ini tidak bisa digambarkan dengan satu kata, ada momen dimana karakter gila favorit saya—Merde—kembali muncul dan meng-gangbang Eva Mendes, ada satu momen keren dimana Oscar memainkan akordeon yang diiringi dengan pemain akordeon lainnya bak video klip musik band tenar, bahkan ada satu momen dimana Oscar menjadi seorang pria biasa yang harus berhadapan dengan permasalahan klise masa remaja putrinya. Semua persona Oscar tersebut diperankan dengan sangat sempurna oleh Denis Lavant, yang malah membuat saya bertanya-tanya, manakah persona Oscar yang asli? Bravo Lavant! Bra-fucking-vo!

Kekuatan akting Denis Lavant untuk menjadi sepuluh persona yang memiliki ciri khas dan daya tarik di setiap momennya membuat saya berpikir, jangan-jangan semua karakter yang ada di film ini diperankan oleh Denis Lavant, kecuali Eva Mendes dan Kylie Minogue yang saya langsung ‘ngeh’ ketika melihatnya langsung, he-he. Tapi sumpah, sampai ending film ini, saya tidak bisa menyimpulkan sebenarnya apa yang ingin disampaikan oleh Leos Carax lewat film yang sempat masuk nominasi Palme d’Or tahun kemarin ini, tapi entah kenapa saya penasaran, dan malah enjoy menonton film ini sampai akhir, sampai saya bisa berhipotesa konyol kalau Oscar sebenarnya melakukan time travel, ha-ha.

Entahlah, bukannya sok ngerti dan sok tahu, tapi Leos Carax menurut saya bisa membuat sebuah film arthouse yang walau ceritanya mungkin penuh simbolisasi tapi tetap masih bisa dinikmati oleh penonton awam seperti saya, dengan catatan anda harus meniatkan diri dan meluangkan waktu dua jam khusus untuk menonton film ini. Banyak film Perancis yang membuat saya kesal seperti Amour, membuat saya standing applause seperti A Prophet, membuat saya terkesima seperti Enter the Void, tapi mungkin yang bisa membuat saya seperti itu semua hanyalah Holy Motors. Aneh, indah, gila, menjijikan dan ultra eksperimental, semua ada di film ini. Well, dare to watch?!

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s