Iron Man 3 (2013/US)


You've been Punk'd!

You’ve been Punk’d!

Oke, mulai darimana dulu ya? Karena setelah tiga hari pemutaran perdananya, saya baru sempat menonton film pembuka film-film keren lain untuk musim panas tahun ini, yaitu Iron Man 3. Ironisnya, saya terlanjur membaca banyak review-review “negatif” tentang manusia kaleng ini lantaran banyak fans berat Marvel murka karena Iron Man 3 tidak sesuai harapan mereka. Well, entah apa yang dipermasalahkan, saya tetap menonton film ini tanpa memasang ekspektasi tinggi, karena jujur, saya sudah terlanjur ‘ilfil’ ketika Iron Man 2 tayang beberapa tahun lalu. Film superhero andalan Marvel yang mengandalkan karisma Robert Downey Jr.—yang seperti biasa tampil cemerlang—tapi diakhiri dengan ending yang total konyol. Lalu apakah film ini bakal lebih buruk dari yang kedua? Hanya para fans Marvel yang akan menjawab bahwa Iron Man 3 merupakan film yang sangat mengecewakan, tapi bagi saya orang awam, well, kualitasnya agak meningkat dari yang kedua tapi setelah dipikir-pikir, jika saya terlahir menjadi seorang penggemar berat komik Marvel, saya juga pasti akan kecewa total menonton aksi superhero yang hidupnya super sempurna ini.

Iron Man 3 dimulai dengan curhatan Tony Stark (Robert Downey Jr.) yang mengalami masa-masa galau dalam hidupnya, apalagi setelah peristiwa di The Avengers, Tony terlihat makin stress, ia tidak tenang karena sesuatu yang menghantuinya, kalau kata orang, hal tersebut disebabkan ketergantungan Tony pada pakaian besi ciptaanya. Sampai akhirnya Tony yang sedang berusaha untuk tidur nyenyak dipertemukan dengan sosok Aldrich Killian (Guy Pearce), seorang jenius seperti Tony yang kurang beruntung. Tapi, belum selesai Tony mencari tahu soal Aldrich, pemerintah diteror oleh seorang teroris bernama Mandarin (Ben Kingsley) yang hobi meledakkan tempat-tempat keramaian. Hal yang mengerikan pun terjadi, Happy (Jon Favreau), sang bodyguard setia Tony, yang sedang berusaha menyelidiki Aldrich malah berada di tempat yang salah, yaitu tempat dimana Mandarin akan meledakkan bom favoritnya. Melihat Happy terluka parah, Tony langsung menyatakan perang dengan Mandarin, yang pada akhirnya anda akan melihat terusan trailer film ini berbulan-bulan yang lalu, yaitu serangan besar-besaran yang dilakukan Mandarin ke rumah Tony, sampai membuat Tony tak berdaya. Setelah serangan tersebut, apakah Tony sanggup melawan Mandarin tanpa perlengkapan baju besi supernya?

Kalau anda belum menonton film ini, saya sarankan jangan teruskan membaca review saya, karena jujur saja, saya ingin menumpahkan semuanya di film yang bisa dibilang sukses menipu umat pecinta Marvel sejati. Dimulai dari trailernya yang bernuansa kelam, well, ternyata Iron Man 3 tidak sekelam yang saya bayangkan, leluconnya masih terasa, bahkan makin terasa aneh ketika lelucon Tony terus-menerus dilakukan sampai adegan klimaks. So, dark and gritty? Tidak juga. Kemudian masuk ke bagian yang paling penting dalam sebuah film superhero, yaitu penjahatnya? Sejak berbulan-bulan lalu sebelum film ini rilis, semua orang tahu bahwa musuh Tony Stark di seri ketiga Iron Man ini adalah Mandarin, bahkan sebagian orang makin antusias karena Mandarin itu ibaratnya Joker di seri Batman, super villain yang menakutkan dan bisa dibilang lawan seimbang Iron Man. Tapi sayang sekali, pertemuan kedua karakter ini tidak seperti yang diharapkan, dan saya juga agak sedikit kecewa, walau akhirnya tidak begitu saya pikirkan karena ternyata sisa film ini tidak begitu membosankan juga, ada sedikit perlawanan serius dari villain “sebenarnya”, hal tersebut yang membuat saya berpendapat bahwa Iron Man 3 (sedikit) lebih baik daripada Iron Man 2 yang jor-joran mengeksploitasi kehebatan Whiplash tapi diakhiri dengan duel yang durasinya tidak lebih dari lima menit, memalukan memang.

Lalu, apalagi yang bisa saya katakan selain penghinaan besar pada sosok villain ter-epik komik Marvel yang dirusak oleh Shane Black selaku sutradara di film ini? Entahlah, tapi saya mengerti sakit hati para pecinta komik Iron Man ketika mereka ‘ditipu’ mentah-mentah di film yang telah mendapatkan penghasilan melebihi penghasilan The Avengers pada minggu pertamanya ini. Terlepas dari itu semua, saya tetap menikmati Iron Man 3, seperti biasa RDJ selalu menampilkan kemampuan terbaiknya, sepertinya pihak studio harus memperpanjang kontrak RDJ dalam film Iron Man, karena susah sekali mencari siapa pengganti RDJ kalau benar kata rumor bahwa Iron Man 3 adalah film terakhir RDJ memerankan Tony Stark. Imej RDJ sebagai Tony Stark itu bagaikan imej Johnny Depp sebagai Jack Sparrow di saga The Pirates of bla bla bla itu, susah tergantikan.

Tepuk tangan juga tertuju pada Gwyneth Paltrow yang mendapat porsi lumayan besar di film berdurasi dua jam ini, kehadiran doski makin serius dan lumayan mencuri perhatian disini. Hal tersebut tidak lepas juga dari kehadiran Guy Pearce sebagai ‘another’ villain selain Ben Kingsley yang memerankan Mandarin. Meski tidak pada tempatnya, Ben Kingsley tetap memerankan karakternya dengan serius. Sama halnya seperti Guy Pearce yang mungkin berperan di film ini juga gara-gara dulu Shane Black pernah bekerja sama dengan dirinya dan RDJ di Kiss Kiss Bang Bang. Terakhir tentunya adalah parade teknologi baju besi Iron Man yang jumlahnya makin banyak, saya disuguhi aksi-aksi heroik canggih yang memang menawan dan memanjakan mata, seperti cara baru Tony ketika memakai baju besinya sampai evolusi War Machine menjadi Iron Patriot, bahkan beberapa aksi diantaranya menegangkan, seperti aksi Iron Man menyelamatkan para penumpang pesawat Air Force One yang ‘terjun bebas’, hampir breathtaking!

Akhir kata, apalagi yang bisa saya katakan, kalau anda belum menonton film ini, silakan tonton saja, karena Iron Man 3 tetap menghibur, meski ‘menipu’, tapi kalau anda pecinta Marvel sejati, siap-siap saja kecewa, karena hal tersebut sudah dirasakan teman-teman saya yang menonton film ini duluan. Beruntung saya tidak mengikuti karakter-karakter Marvel lewat komiknya secara intens, jadi Iron Man 3 masih bisa dimaafkan, tapi lain cerita jika saya penggemar beratnya, he-he. So, enjoy the… Ah sudahlah.

Rating: 3/5

NB: Jangan lupakan hidden scene setelah closing creditnya, yang makin menegaskan bahwa film ini jauh dari yang namanya nuansa dark and gritty seperti yang diperlihatkan trailernya, he-he.

6 thoughts on “Iron Man 3 (2013/US)

    • Ya emang sih yah jokesnya terlalu berlebihan, hehe, tapi ya maklum sih, kalo tone-nya marvel sih bakal selalu gitu kayaknya, gak bisa selalu sama kayak tone karakter2 komik DC

      Like

  1. Pingback: Captain America: The Winter Soldier (2014/US) | zerosumo

  2. Pingback: The Judge (2014/US) | zerosumo

  3. Pingback: Trailer Pertama The Avengers: Age of Ultron Resmi Rilis! | zerosumo

  4. Pingback: Jadwal Rilis Film-Film Marvel Phase 3 Terkuak! | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s