A Haunted House (2013/US)


Para-gay activity

Para-gay activity

Parodi film-film horor memang sudah menjadi imej dari franchise Scary Movie. Tapi untuk tahun ini, ketika Scary Movie 5 rilis, Marlon Wayans—salah satu orang dibalik kesuksesan Scary Movie pertama—turut merilis film parodi horor terbarunya yang berjudul A Haunted House. Melihat judulnya saja para pecinta horor pasti tahu kalau film ini memparodikan film Paranormal Activity yang saya curigai bakal seperti franchise Scary Movie juga, makin lama makin garing, he-he. Tapi tanpa diduga, A Haunted House cukup memberikan hiburan instan yang bodoh. Saya memang belum menonton Scary Movie 5 dan jujur saya sudah berhenti menonton franchise Scary Movie sejak beberapa tahun yang lalu, tapi saya punya keyakinan kalau parodi Paranormal Activity yang dilakukan Marlon Wayans di A Haunted House ini lebih mengocok perut daripada yang dilakukan oleh Scary Movie 5.

Seperti film Paranormal Activity pada umumnya, A Haunted House bisa dibilang memparodikan hampir semua film Paranormal Activity yang dipersingkat menjadi satu film parodi bodoh ala komedian kulit hitam Amerika. Ada Malcolm (Marlon Wayans) yang baru saja menyambut kepindahan pacarnya, Kisha (Essence Atkins) ke rumahnya yang besar. Seperti biasa, Malcolm mendokumentasikan semua kegiatannya lewat sebuah video kamera. Selain Kisha, rumah semi-mewah milik Malcolm juga dihuni oleh Rosa (Marlene Forte), asisten rumah tangga Malcolm yang cerewet. Tapi semenjak kepindahan Kisha ke rumah Malcolm, banyak hal-hal menyeramkan yang terjadi. Sampai-sampai Malcolm dan Kisha meminta bantuan orang-orang “pintar”, dari mulai seorang psikis gay bernama Chip (Nick Swardson), pembasmi hantu gadungan bernama Dan (David Koechner), sampai kerabat Kisha yang berprofesi gangsta bernama Ray-Ray (Affion Crockett). Apakah bantuan mereka bisa membuahkan hasil?

Percayalah, saya tidak begitu berekspektasi tinggi ketika ingin menonton film yang disutradarai oleh Michael Tiddes ini, tapi nyatanya film ini mulai menunjukan kegoblokan total setelah kehadiran Kisha di rumah Malcolm. Dengan guyonan khas komedian kulit hitam, Malcolm membelokan semua klise dalam film horor menjadi sebuah adegan tolol yang tidak sedikit diantaranya membuat saya tertawa puas. Tidak sedikit juga lelucon yang ada di film berdurasi kurang lebih 90 menit ini merupakan lelucon kasar dan vulgar, tapi dengan timing yang tepat, alur cerita dari A Haunted House jadi tidak terlalu garing karena Marlon Wayans tahu kapan waktunya membuat penonton tertawa tanpa humor yang padat dan berlebihan.

Film parodi bodoh yang ceritanya ditulis oleh Marlon Wayans sendiri ini juga tidak melulu memfokuskan pada dua karakter utama penghuni rumah berhantu tersebut. Kehadiran para pemeran pembantu lainnya tidak kalah tolol dan kocak, walau diantaranya menggunakan beberapa resep lelucon ala Scary Movie yang lumayan klise, saya tetap terhibur. Well, setelah sekian lama saya tidak menonton film parodi yang lucu, A Haunted House bisa dijadikan pilihan jika anda memang sedang bosan-bosannya dan butuh hiburan bodoh yang instan. Hope you like it!

Rating: 3/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s