Evil Dead (2013/Remake/US)


If you find a deserted cabin in the middle of woods like this, just get the fuck out there and find some comfy place near the beach

If you find a deserted cabin in the middle of woods like this, just get the fuck out there and find some comfy place near the beach

The Evil Dead bisa dibilang sebuah film horor klasik yang mungkin sudah menjadi tontonan wajib pecinta film horor di luar sana (dan mungkin disini juga). Saking melegendanya, film debutan Sam Raimi—yang ketika syuting The Evil Dead baru berumur 21 tahun —sampai dibuat versi tributenya oleh Joss Whedon lewat film The Cabin in the Woods dua tahun yang lalu. Hal tersebut membuktikan bahwa yang namanya karya masterpiece bakal selalu dikenang sampai kapanpun. Tahun ini, Sam Raimi kembali mendapat hadiah kejutan, karena karya klasiknya diremake oleh seorang sineas yang masih terbilang baru, Fede Alvarez. Dengan menghilangkan embel-embel “the”, Fede Alvarez menghadirkan Evil Dead dengan versi yang lebih brutal dan lebih gila, dan hasilnya tentu saja memuaskan semua pecinta film horor dimanapun yang kangen dengan cerita horor klasik ala The Evil Dead.

Evil Dead dimulai dengan konsep cerita yang sama, yaitu lima sekawan yang sedang berlibur di sebuah kabin tua di tengah hutan. Bedanya, di Evil Dead terbaru ini, lima sekawan yaitu David (Shiloh Fernandez), Eric (Lou Taylor Pucci), Mia (Jane Levy), Olivia (Jessica Lucas) dan Natalie (Elizabeth Blackmore) datang ke kabin tua untuk menyembuhkan Mia dari kecanduannya pada narkoba. David sebagai kakak Mia tidak ingin adiknya terus menerus terjerumus ke dalam gelapnya dunia narkotika. Tapi kebodohan pun dimulai, David dkk menemukan ruang bawah tanah yang dihuni bangkai binatang berbau gosong, dan juga sebuah buku yang semua penggemar The Evil Dead pasti tahu bahwa buku yang ditemukan David dkk tersebut adalah book of dead. Ketika buku tersebut dibaca dan ditranslate manual oleh Eric yang ‘jenius’, sang iblis pun hadir dan merasuki Mia yang sedang sakau, hasilnya adalah perpaduan kecanduan dan kesurupan yang luar biasa epik akan anda saksikan di layar lebar.

Tidak ada yang aneh dan rumit soal jalan cerita di Evil Dead, karena versi aslinya pun sesederhana itu, Fede Alvarez hanya menambahkan unsur drama dan kecanduan terhadap narkotika agar mendukung suasana satanic di tengah hutan tersebut. Sisanya anda akan tahu sendiri bagaimana film ini berjalan, sesuai dengan halaman-halaman di book of dead, setiap bentuk kerasukan ada gejala-gejalanya, dan bersiap siaplah menyaksikan banjir darah yang benar-benar “banjir” di film yang hanya berdurasi 90 menit ini.

Evil Dead merupakan sebuah homage yang menghormati versi asli dari The Evil Dead karya Sam Raimi. Yang dilakukan Fede Alvarez bukanlah merusak inti dari versi aslinya, tapi menguatkan dan mengukuhkan bahwa The Evil Dead merupakan sebuah film horor khas yang mengandalkan kengerian, banjir darah, mutilasi dan scene-scene gore lainnya yang katanya hanya sedikit sekali menggunakan bantuan spesial efek komputer. Bahkan untuk final scene saja Fede Alvarez menggunakan 50.000 galon darah palsu, total 70.000 galon darah palsu ditumpahkan di film ini, berbanding jauh dengan versi Sam Raimi yang hanya menggunakan 300 galon darah palsu. Intinya, bagi anda yang tidak kuat melihat darah, saya tidak begitu menyarankan anda untuk menonton film ini, karena segala bentuk darah—dari yang berbentuk padat, kenyal, menggumpal hingga encer—semua ada disini, bahkan orang yang menonton di samping saya di bioskop pun sampai tidak menghabiskan makanan ringannya ketika menyaksikan film ini, he-he.

Dengan jalan cerita dan kematian-kematian yang predictable, saya rasa tagline poster film ini terlalu berlebihan (the most terrifying film?) tapi harus saya akui, tata suara film ini sangat “nendang”, adegan-adegan yang mengejutkan makin terasa mengejutkan ketika diiringi bebunyian-bebunyian aneh serta memekakan telinga, dari mulai jeritan hingga demonic voice over yang selalu menjadi ciri khas film-film horor di Amerika sana. Tata suara spektakuler tersebut dijamin bisa membuat anda melek terus sampai film ini berakhir. Selain adegan membelah lidah yang sudah dipamerkan di trailernya, masih banyak adegan belah membelah lainnya di film panjang debutan sineas kelahiran Uruguay itu. Beruntung ketika saya menonton film ini di bioskop, sensornya halus dan rapih, nyaris seperti tidak ada sensor, LSF ajaib!

Overall, untuk hiburan horor klasik ala Amerika yang lebih serius dan lebih gila, Evil Dead wajib anda tonton, apalagi untuk pecinta seri aslinya, karena setelah closing credit akan ada hidden scene yang bisa mengembalikan kenangan anda pada seri aslinya. So, Evil Dead maybe not the most terrifying film I’ve ever see, but it’s definitely a fun, good old-school horror remake that I’ve ever experience in a big screen. Enjoy the blood bath guys!

Rating: 3/5

2 thoughts on “Evil Dead (2013/Remake/US)

    • Haha, adegan epic yg kena sensor dikit sih pas gw tonton di bioskop (chainsaw). Ya bolehlah untuk banjir2 darahnya😀

      Sip, blognya bagusss, yuk kita tukeran link, salam kenal😀

      Like

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s