Hummingbird/Redemption (2013/US)


I'm not a fighter, I'm a lover!

I’m not a fighter, I’m a lover!

Ibadah Jason Statham tahun ini terus berlanjut, setelah Parker yang hadir dengan gaya casual Jason Statham ala film-film action-nya, kini aktor yang mempunyai sedikit rambut itu kembali hadir dengan sajian yang non casual, tergolong beda dari yang lain, walau dengan template kekerasan yang sama, seperti balas dendam dan dunia kriminal, di film terbarunya yang berjudul Hummingbird ini, Jason Statham hadir sebagai karakter anti-hero yang dibenci sekaligus disayangi, penuh dengan drama dan pengenalan lebih dalam kepada karakter yang ia perankan. Suprisingly, Hummingbird menjadi salah satu tontonan ‘tidak biasa’ ala Jason Statham yang menarik. Kalau boleh berpendapat, even saya seorang reviewer film kelas teri, Hummingbird merupakan film ‘arthouse’ asyik aktor yang sudah menginjak usia 46 tahun ini.

Joey Jones (Jason Statham), seorang eks militer yang terbangun di lorong kumuh pinggiran kota London, dirinya bertransformasi dari seorang tentara menjadi seorang gelandangan yang gemar mabuk dan teler karena mengkonsumsi narkoba. Hingga suatu malam, ketika gubuk deritanya didatangi oleh preman sekitar yang meminta japrem, Joey melarikan diri dan tak sengaja mendobrak masuk ke sebuah apartemen yang ditinggalkan penghuninya. Terdiam tanpa sadar, keesokan harinya Joey bangun dan menyadari bahwa pemilik apartemen yang ia simpangi ternyata pergi lama ke luar kota. Momen tersebut dimanfaatkan Joey untuk berbenah menggunakan seluruh fasilitas mewah si pemilik apartemen lama. Perlahan-lahan, Joey mulai berubah, berusaha lepas dari ketergantungan alkohol, mulai berolahraga, dan mulai mencari pekerjaan, salah satunya adalah menjadi algojo seorang mafia Cina.

Tapi Joey tidak lupa asal muasalnya, ia tetap menolong rekan-rekan gelandangannya dan juga seorang biarawati bernama Cristina (Agata Buzek) yang suka bersedekah memberi makan para gelandangan termasuk Joey dahulu. Dengan Cristina sebagai tempat berkeluh kesahnya, Joey sadar pekerjaan barunya sebagai tukang pukul yang ditakuti kalangan kriminal London itu salah, tapi di sisi lain Joey butuh distraksi dari masa lalunya yang kelam, perlahan-lahan, Joey mulai merencanakan untuk meninggalkan hidupnya yang ia curi dari seorang pemilik apartemen yang ia dobrak, dimulai dengan mencari pembunuh teman wanitanya yang kala itu menjadi seorang prostitusi jalanan. Dan tentunya memulai hidup barunya dengan Cristina yang ternyata tak ubahnya seperti Joey, sama-sama mempunyai masa lalu yang kelam.

Dengan premis sederhana tersebut, film yang mempunyai judul lain Redemption ini memang mengisahkan kehidupan Joey yang berusaha menebus dosanya di masa lalu, tapi memang tidak ada cara yang mudah dan pekerjaan yang cocok bagi seorang eks militer yang sedang buron kecuali seorang tukang pukul. So, kita akan menyaksikan bagaimana Joey berusaha untuk tetap memberikan ‘kebaikan’ dengan caranya sendiri. Dibalut dengan tone yang sepi tanpa hingar bingar ala film-film Jason Statham, Hummingbird tetap menyajikan sebuah cerita solid yang kental dengan nuansa drama, bahkan hubungan percintaan Joey dengan Cristina bisa jadi sebuah hubungan paling unik yang pernah saya lihat di film-film Jason Statham.

Walau dimulai dengan alur cerita yang lumayan lambat, Hummingbird tetap menyisakan bagian-bagian menarik di pertengahan film sampai habis. Porsi kekerasannya pun tidak banyak, perkelahian Joey dan para kriminal-kriminal kelas teri di pinggiran London disajikan dengan sangat minimalis, tapi hal tersebut makin mendekatkan saya pada karakter Joey yang rapuh, karena kekerasan adalah satu-satunya yang ia bisa lakukan ketika sadar, tapi ketika Joey mulai mabuk-mabukan, dirinya tak ubah seperti seorang gelandangan yang tak punya tujuan hidup, sebuah ironi yang menarik untuk disaksikan, dan Steven Knight sebagai sutradara yang pernah menulis script Eastern Promises tahu betul bagaimana menampilkan sebuah karakter yang berbahaya tapi tetap rapuh di dalam seperti itu.

Well, Hummingbird merupakan film dengan rasa Inggris yang asyik untuk ditonton, khususnya bagi saya yang selalu mengikuti film-film Jason Statham. Dengan konsep yang minimalis, dan sebagian besar mengambil setting malam hari jalanan dan lorong-lorong gelap di London yang sama sekali tidak terkenal serta true face of crime dari para mafia-mafia Cina yang salah satunya diperankan dengan sangat apik oleh Benedict Wong yang fasih berbahasa mandarin itu, Hummingbird menjadi sebuah sajian kelam Jason Statham yang bisa dibilang paling realistis setelah Blitz, membumi dan penuh ironi. So, kalau anda pecinta Jason Statham, jangan sampai lewatkan film unusual-nya yang satu ini. Hope you’ll like it.

Rating: 4/5

3 thoughts on “Hummingbird/Redemption (2013/US)

  1. kalo nggak salah baru pertama kali ini aku nonton filmnya Jason Statham. Karakternya kuat sebagai pemain, didukung oleh christina juga yang tak kalah kuat meranin perannya. Kalo masalah akting emang nggak bisa diragukan, tapi aku agak bingung sama alur awal-awalnya…

    Like

    • Alur awalnya kan udah jelas, dia veteran tentara yang frustasi trus jadi gelandangan gitu karena gak bisa move on, ampe akhirnya masuk ke rumah kosong itu dst dst, ini emang film Jason yg paling mellow, kalau baru pertama liat film Jason yg ini harus cobain nonton film filmnya yg lain😉

      Like

  2. Pingback: Homefront (2013/US) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s