The Hangover Part III (2013/US)


Planning a grand-idiot scheme

Planning a grand-idiot scheme

Kegilaan The Hangover akhirnya berakhir di seri ketiganya ini, dan jujur saja, saya lebih menikmati part III ini daripada part II-nya yang terlalu repetitif, mungkin banyak yang protes karena di seri ketiganya ini, the wolfpack tidak dalam keadaan baru sadar dari mabuk ketika melakukan aksi-aksi konyolnya, dan kalau boleh berpendapat, seharusnya ini menjadi film yang berdiri sendiri saja, tidak ada hubungannya dengan film pertama dan keduanya, bahkan teman saya yang baru menonton The Hangover Part III ini cukup terhibur tanpa harus tahu ada film pertama dan keduanya, he-he. Tapi apapun alasannya, menurut saya pribadi, part III berhasil menghilangkan perasaan negatif saya ketika menonton part II-nya yang agak monoton itu.

Ceritanya sendiri tidak ada kaitan dengan pernikahan ataupun liburan seseorang, tapi kaitannya lebih kepada ketidakwarasan Alan (Zach Galifianakis) yang makin menjadi-jadi, setelah membunuh seekor jerapah tanpa sengaja dan secara tidak langsung menjadi penyebab kematian ayahnya yang sudah tua, Phil (Bradley Cooper), Stu (Ed Helms) dan Doug (Justin Bartha) berencana untuk membawa Alan ke panti rehabilitasi karena kelakuan Alan sudah makin tidak terkendali dan tidak tertebak, tapi di tengah perjalanan, empat sekawan ini diculik oleh seorang mafia bernama Marshall (John Goodman) yang sedang mencari Chow (Ken Jeong). Ya, Chow yang semenjak film pertama menjadi karakter minor akhirnya menjadi karakter vital di seri ketiga film yang masih disutradarai oleh Todd Phillips ini.

Maka, kegilaan Chow sekarang harus diimbangi dengan ketololan Alan yang tidak ada duanya, dan lucunya, hanya Phil, Stu dan Alan lagi yang menjadi sorotan, entah kenapa Doug selalu tersingkirkan, padahal menurut saya pribadi, lucu juga jika the wolfpack ini melakukan aksinya secara full team. Di part III ini kita akan melihat kegilaan Zach Galifianakis dalam skala yang lebih besar, intinya, aktor berjanggut tebal itu makin menjadi sorotan yang ternyata tidak pernah gagal menghibur saya, keabsurdan yang dilakukannya sepanjang film tidak jarang membuat seisi bioskop tertawa, termasuk saya tentunya.

Jangan lupakan juga Ken Jeong alias Chow yang menjadi arch enemy Alan, tidak aneh aktor berdarah Asia ini dibayar besar di film ketiga The Hangover, padahal dulu ia tidak pernah mendapat peran-peran yang vital, tapi sekarang dipercaya menjadi bagian penting dalam perubahan mental Alan, dan itu merupakan sesuatu yang besar dan berhasil dilakukan, he-he. Ya, aksi Ken Jeong menjadi orang Asia yang menyebalkan sukses membuat saya gregetan, tingkah laku dan tata bahasanya yang sangat amoral makin melengkapi bumbu ‘kekerasan’ yang ada di film berdurasi 100 menit ini.

Lalu tentu saja ada John Goodman dan Melissa McCarthy yang bergabung menjadi sosok baru di film ini, dan juga beberapa karakter lama ikut kembali hadir walau hanya selewat. Tapi overall, tingkat kelucuan dan keabsurdan yang ditulis oleh Todd Phillips, Craig Mazin, Jon Lucas dan Scott Moore ini mengalami peningkatan dari seri keduanya yang terlalu sama dengan yang pertama. Jadi part III ini bagi saya menjadi sebuah hiburan yang baru, fresh from the oven dan juga pembuktian, bahwa tanpa ada embel-embel teler pun, the wolfpack tetap bertindak konyol dalam menjalankan aksi-aksinya.

So, sebagai sebuah film penutup, walau endingnya seperti ingin memancing penonton untuk berharap ada seri keempatnya, The Hangover Part III sudah melakukan tugasnya dengan baik. Apalagi ada beberapa hal yang membuat saya makin terhibur ketika menonton film ini, yaitu alunan lagu ‘Hurt’ milik Nine Inch Nails yang dinyanyikan super fals oleh Chow tapi sekaligus menjadi lagu perpisahan yang mengharukan bagi Chow dan Alan, walau terdengar konyol, tapi lagu legendaris milik musisi favorit saya—Trent Reznor—itu sukses menjadikan suasana perpisahan di film gila ini masuk akal. Intinya kita harus bisa ‘move on’, even orang setolol Alan pun bisa sadar bahwa dirinya harus berubah menjadi lebih baik dan harus berpisah dengan masa lalunya yang buruk (baca: Chow) walau hal tersebut terasa menyakitkan.

Mungkin The Hangover Part III tidak sebrutal anggapan orang-orang, tapi bagi saya seri ketiga ini sudah cukup menjadi sebuah film penutup manis dari trilogi yang seri pertamanya rilis tahun 2009 silam itu. Well, semoga anda suka dengan film ini, apalagi yang sudah setia menyaksikan dua filmnya terdahulu, jangan lewatkan adegan-adegan ikonik di film ini yang mungkin saja akan mengingatkan anda pada sesuatu, he-he. Hope you’ll like it, enjoy the final craziness from the wolfpack!

Rating: 3/5

One thought on “The Hangover Part III (2013/US)

  1. Pingback: The Bachelor Weekend/The Stag (2013/Ireland) | zerosumo

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s