Modus Anomali (2012/Indonesia)


Whereee theee faaakkk areee youuu?!

Whereee theee faaakkk areee youuu?!

Kuncinya untuk bisa menikmati film ini cuma satu, yaitu sabar. Oke, saya memang telat setahun untuk akhirnya bisa menyaksikan film terakhir Joko Anwar yang berjudul Modus Anomali ini. Dan saya pikir semua orang yang pernah berkunjung ke blog saya pasti sudah menonton film ini (mungkin). Jadi saya otomatis akan blak-blakan karena justru bagian paling menarik di film ini adalah bagian yang seharusnya tidak boleh dibicarakan, karena kalau dibicarakan sama saja seperti saya mengatakan bahwa Bruce Willis itu hantu di film The Sixth Sense (mohon maaf buat yang belum nonton, he-he).

Kembali ke Modus Anomali yang dibintangi oleh aktor Indonesia pujaan wanita, Rio Dewanto, film ini bercerita tentang seorang pria yang terbangun di tengah hutan dan pria malang tersebut baru menyadari bahwa ia sedang berlibur bersama keluarganya, tapi ketika kembali ke kabin mereka di tengah hutan, ia menemukan sebuah rekaman video yang memperlihatkan istrinya dibantai seorang pembunuh gila. Maka dimulailah aksi kucing-kucingan antara si pria dan si pembunuh tersebut di tengah hutan yang entah ada dimana.

Ya, kuncinya sabar, film ini memang keterlaluan lama dalam membangun tensi menegangkannya, tapi nampaknya Joko Anwar seperti sengaja membuat aksi kucing-kucingan ini dibuat lama, belum lagi kesabaran terus diuji karena saya sudah gregetan ingin melihat wajah si pembunuh itu dari dekat, yang ada malah aksi galau Rio Dewanto di tengah hutan yang terus-terusan bersumpah serapah sambil muntah dengan konyolnya. Entah apa maksudnya untuk membuat adegan muntah selebay itu, tapi ya sudahlah, saya ikuti saja permainan om Joko di film ini yang memang ternyata menyimpan kejutan di setengah jam terakhir.

Walau ada adegan muntah yang lebay dan penggunaan bahasa Inggris yang awkward, Modus Anomali memang film pintar yang dibantu dengan ‘twist’ gila di paruh akhir film, padahal saya sudah berusaha menebak-nebak dari awal, pasti ada yang tidak beres dengan karakter Rio Dewanto ini. Sambil mengikuti kegalauannya selama satu jam, saya berusaha mencari dimana letak keganjilan karakter ini, karena saya yakin, Joko Anwar harus membuat sesuatu yang ‘mind-blowing’ jika membuat film dengan premis pasaran seperti ini. Hal tersebut dibayar lunas di paruh akhir, dan saya harus acungi jempol. Modus Anomali itu pintar, dan mungkin lebih pintar daripada PinTer itu, he-he.

Tapi saya tidak habis pikir kenapa Joko Anwar harus membuat film ini dengan dialog full bahasa Inggris, bahkan dengan setting lokasi yang hampir dibilang antah berantah tersebut, apa gunanya membuat film ini seolah-olah settingnya ada di luar negeri dan diperankan oleh orang luar negeri? Padahal kalau pakai bahasa Indonesia, tingkat kengeriannya bisa jadi bakal bertambah, so what’s wrong Joko? What’s wrong with the language? Mungkin biar mudah go internasionalkah? Entahlah, mungkin ada yang bisa beri saya pencerahan?

Tapi diluar flaw itu semua, Joko Anwar sekali lagi berhasil menyuguhkan suatu cerita thriller yang orisinil dan juga pintar, dan hampir tidak ada plot hole malahan, soalnya saya heran ketika melihat review-review lama film ini yang menyebutkan banyak sekali adegan yang tidak ada penjelasannya seperti suara telepon, siapa yang mengurung si Rio Dewanto di dalam peti, siapa yang memanah dia dll, what the fuck bro?! Didn’t you see the movie?! It’s all explained in the end.

Well, sebagai seorang sutradara Indonesia yang jarang sekali membuat film tapi sekalinya membuat film karyanya lumayan fresh dan bisa membuat para penonton menganga, Joko Anwar termasuk contoh langka di Indonesia yang notabene di dominasi oleh film-film yang mainstream. Meskipun tidak semua orang bisa menikmati film Modus Anomali, tapi untuk sebuah film thriller Indonesia, film berdurasi kurang dari 90 menit ini terbilang berani! Semoga next time Joko Anwar bisa membuat film-film yang senada lagi tapi kalau bisa sih jangan pake bahasa Inggris lagi om, kecuali kalau mau memakai aktor luar sekalian, he-he. Well done Joko Anwar!

Rating: 3.5/5

What's your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s